Tuesday, June 3, 2014

Menikah dgn sesama pengidap penyakit thalasemia trait?

Q. Saya berencana ingin menikah dlm waktu dkt ini dng pasangan. Karena adik saya adalah penderita thalasemia mayor maka saya di anjurkan dokter utk test darah dl dng pasangan. Setelah kami test darah ternyata saya & dia sama2 memiliki sifat thalasemia trait. Saya pernah konsultasi ke dokter kata dokter sebenarnya kami dianjurkan untuk tidak menikah. Tetapi kami sudah sama2 saling sayang. Dan dia juga sudah sangat baik dng saya & keluarga. Dia sempat merencanakan bln dpn ingin melamar saya. Namun sebenarnya orang tua saya juga kurang setuju mengingat kami sama2 penderita thalasemia trait. Apa yang harus saya lakukan?? Haruskah saya tetap menikah dng nya atau memutuskan hubungan dng keadaan pasangan saya tidak perduli akan penyakit ini.

A. Langkahmu untuk periksakan diri sebelum menikah adalah hal yang sangat baik, dan ternyata dari hasil pemeriksaan medis anda dianjurkan untuk tidak meikah dengan calonmu karena alasan sama-sama memiliki sifat thalasemia trait, saya tidak begitu faham dengan istilah medis ini, namun karena ini adalah anjuran dokter yang ahli dibidangnya, maka sebaiknya diikuti saja kecuali mungkin anda berencana menikah tanpa memiliki anak dari pernikahan kalian, masalahnya bisa menjadi lain, sebab bisa saja menikah bukan untuk tujuan berketurunan, namuh menempuh hidup bersama dalam satu rumah tangga.

Salam

ada gak yang tau soal penyakit thalasemia dan cara pengobatan nya?
Q.

A. Penyakit thalasemia itu merupakan suatu kelainan pada darah yang biasanya penyakit ini berasal dari genetik atau turunan dari orang tuanya, katanya selama ini belum bisa disembuhkan, tpi anda gak usah kawatir kalau boleh saya sarankan coba konsumsi produk HD itu bagus banget sy yakin anda bisa berhasil produknya alami dan tanpa efek samping dan dia berfungsi mempercepat regenerasi sel dan melawan segala macam bentuk parasit dalam tubuh, produknya seperti propolis dan royal jelly untuk lebh jelas lihat blog saya

apa penyakit thalasemia?
Q. halo..
ada yang tau ga apa itu penyakit thalasemia?
berdasarkan yang saya dapatkan dari buku, gejalanya :
perut buncit, lemah, pucat, pertumbuhan lambat.
saya butuh jawaban untuk menyelesaikan tugas tutorial blok 3 program studi pendidikan dokter.
terima kasih....

A. Talasemia ialah satu penyakit yang menurun.
penyakit kekurangan hemoglobin dalam sel darah merah. Hemoglobin merupakan bahan yang mengangkut oksigen dan memberi warna merah kepada darah.

Setiap tahun, lebih kurang 100,000 bayi di seluruh dunia dilahirkan mengalami talasemia major. Talasemia major paling kerap terjadi di kalangan mereka yang berketurunan Itali, Greek, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Afrika.

Nama lain bagi Talasemia Major Ialah Talasemia Beta Homozigus, Anemia Mediterranean dan Anemia Cooley.

Gejalanya;

Keletihan yang sangat.
Sesak nafas.
Limpa membesar.
Kecacatan tulang (muka berupa mongoloid).

lihat juga di web : www.infosihat.gov.wy

Ada yang tahu pengobatan alternatif untuk penyakit thalasemia?
Q.

A. Sekarang sudah ditemukan pula alternatif lain dari suntikan desferal tadi berupa obat oral (tablet) yang sama
kemampuannya dalam mengurangi resiko gagal organ terutama jantung dengan mengurangi penumpukan zat besi
tersebut.




Penemuan obat yang diberikan secara oral bagi penderita diatas usia 2 tahun ini, meski masih cukup mahal, paling tidak
dapat memberikan harapan baru bagi penderita thalasemia yang selama ini mendapatkan tindakan terapi dengan caracara
kurang menyenangkan tersebut, sementara menurut banyak ahli di negara maju, tindakan penatalaksanaan terbaik
justru ada pada cara cangkok sumsum tulang dimana jaringan sumsum tulang penderita diganti dengan sumsum tulang
donor yang cocok dari anggota keluarga, namun kenyataannya masih cukup sulit untuk dilakukan.


* dr. Daniel Irawan

baru-baru ini diperkenalkan inovasi dalam pengobatan bagi penderita thalasemia berupa obat oral pengikat besi, yaitu deferasirox, yang dikelurkan Novartis.
âPengobatan oral dalam bentuk tablet itu secara klinis terbukti efektif mengurangi kelebihan zat besi pada pasien usia dua tahun ke atas,â dr. Farica Kartawidjaja, Product Manager, Oncology PT Novartis Indonesia.

Deferasirox, kata dr. Farica, saat ini merupakan satu-satunya obat pengikat zat besi yang dibuat dalam bentuk minuman yang dikonsumsi satu kali sehari, dimana tablet tersebut bisa dilarutkan dalam jus buah atau air. Selama ini pengobatan yang ada berbentuk infus yang harus digunakan oleh penderita selama 8-12 jam per hari, 5-7 hari seminggu. Sebagai akibatnya, banyak pasien yang kemudian menghentikan terapi pengikatan besi ini, sehingga berisiko mengalami efek keracunan zat besi yang berlebih dalam darah.

Deferasirox telah mendapat persetujuan di Indonesia dan telah dibahas manfaatnya untuk pasien dalam temu ilmiah di Bangkok yang dihadiri lebih dari 100 pakar kesehatan dari kawasan Asia Pacifik. Deferasirox sudah mendapatkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) di Amerika dan di Swiss oleh Swiss Agency for Therapeutic Products (Swissmedic).

Pengikatan besi dalam darah penting untuk menghindari komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian akibat kelebihan zat besi pada pasien yang menerima transfusi darah secara terus menerus karena menderita penyakit-penyakit seperti thalassemia, penyakit anemia sickle cell, atau anemia yang jarang ditemukan dan sindrom mielodisplastik.

Berdasarkan studi terkini yang dimuat dalam jurnal kedokteran edisi 1 Mei, hasil dari studi internasional menunjukkan bahwa deferasirox efektif mengurangi kelebihan zat besi pada pasien usia dua tahun ke atas. Uji klinis dilakukan dengan metode acak multi-centre pada 586 pasien yang menderita kelebihan zat besi dalam darah dimana deferasirox dibandingkan dengan pengobatan standar yang digunakan saat ini yaitu terapi infus deferoxamine.

Studi tersebut juga menyebutkan antara lain, deferasirox menunjukkan manfaat yang setara dengan deferoxamine; Dosis dapat disesuaikan dengan tujuan dari terapi (mempertahankan atau mengurangi LIC dan asupan zat besi). LIC, adalah ukuran akumulasi zat besi di dalam hati, merupakan indikator banyaknya zat besi pada pasien yang menerima transfusi darah).

Deferasirox menurunkan serum ferritin, yaitu sebuah jenis pengukuran lain untuk melihat kandungan zat besi dalam tubuh. Pada orang dewasa maupun anak-anak usia minimal dua tahun, deferasirox dapat ditolerir dengan baik.

Gan ad yg ta0 gak 0bt alami buat pnyakit THALASEMIA,selain TERIPANG vliss bntuanx?
Q.

A. Thalasemia menurut para ahli belum ada obatnya, tapi pengobatan alami dengan menggunakan
cyano spirulina dan jelly gamat akan membantu mengurangi frekwensi transfusi darahnya .




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment