Wednesday, May 14, 2014

Apa itu penyakit parkinson apa benar ada parkinson yang tidak bergetar? mohon jawabannya ya?

Q. Nenek ane kena penyakit parkinson tidak bergetar, nah ane kagak tau bagaimana itu, karena hasil dari mbah gugel dan nyi yahoo, parkinson itu bergetar semua

A. Definisi ParkinsonparkinsonPenyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah penyakit degeneratif syaraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson. dengan adanya tremor pada saat beristirahat, kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot. Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.
jadi walaupun nenek anda mempunyaki penyakit parkinson blum tentu dengan ditandai dengan bergetar, tidak semua penyakit parkinson bergetar,..
saya mempunyai solusi pengobatan penyakit parkinson yang aman dan tidak menimbulkan efek samping. yaitu dengan obat tradisional jelly gamat.

Penyakit parkinson tc ap?
Q.

A. http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Parkinson

tangan kanan saya sekarang sering tremor, apakah itu gejala parkinson?
Q.

A. Penyakit yang ditemukan James Parkinson ini, merupakan suatu kelainan menahun dengan perkembangan sangat lambat. Gemetar (tremor) pada tangan memang merupakan salah satu gejala parkinson. Namun, belum tentu apa yang Anda alami merupakan gejala penyakit ini. Biasanya parkinson menyerang orang yang berusia 50-60 tahun dan lebih banyak terjadi pada pria daripada wanita. Gemetar pada parkinson sangat khas, yaitu berupa gerakan ritmis atau gerakan jempol tangan dan telunjuk seperti menggulung rokok. Kadang-kadang disertai oleh gerakan ritmis kepala.

Ada baiknya, untuk membuktikan Anda terkena parkinson atau tidak segera periksakan diri ke ahli terapi fisik.

Ada yang tau nggak pengertian, penyebab penyakit parkinson dan obatnya?
Q.

A. Penyakit Parkinson adalah suatu gangguan degeneratif sistem saraf pusat.
Bisa karena sebab stroke, bisa juga karena proses penuaan, juga karena trauma langsung.

Penyakit Ini terjadi sbagai hasil dari kematian sel penghasil zat dopamin- yaitu sel-sel di substansia nigra, sebuah wilayah otak tengah, penyebab kematian sel tidak diketahui.

Gejala,
di awal perjalanan penyakit, gejala yang paling jelas adalah gerakan-terkait, termasuk gemetar, kekakuan, lambatnya gerakan dan kesulitan dengan berjalan dan gerakan yang wajar.

Pengobatan,
Pengobatan modern sekarang, sdh efektif mengelola gejala gejala diatas.
Pengobatan terutama melalui penggunaan levodopa dan zat dopamin sintetis.
Agan
dapat pergi ke dokter keluarga, untuk mncari tahu skaligus meminta resep
LEVODOPA dan DOPAMIN SINTETIS.
Yang penting, pasien dapat menolong hidupnya sendiri dan dapat beraktivitas.

apa benar rokok ada baiknya bagi si penikmat rokok?
Q.

A. 1. Merokok Mengurangi Resiko Parkinson

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa merokok melawan penyakit Parkinson. Sebuah penelitian terbaru menambah kuat bukti sebelumnya yang melaporkan bahwa merokok dapat melindungi manusia dari penyakit Parkinson. [
Studi lain mengenai pengaruh positif merokok terhadap Parkinson Desease (PD) adalah sebuah penelitian terhadap 113 pasangan kembar laki-laki. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Tanner terus melihat perbedaan yang signifikan ketika dosis dihitung sampai 10 atau 20 tahun sebelum diagnosis.
2. Perokok lebih kuat dan cepat sembuh dari serangan jantung dan stroke
Penelitian besar menunjukkan manfaat lain merokok, yakni manfaat terhadap restenosis atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terbatas
Penelitian lain menyebutkan krbon mnoksida dapat mengurangi serangan jantung dan stroke. Karbon monoksida merupakan produk sampingan dari asap tembakau. Sebuah laporan menunjukkan tingkat sangat rendah dari karbon monoksida dapat membantu para korban serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu tidak akan mengherankan kalau karbon monoksida secara paradoks dapat menyelamatkan paru-paru dari cedera akibat penyumbatan pembuluh darah ke jantung



3. Merokok mengurangi resiko penyakit susut gusi yang parah

Dulu disebutkan bahwa tembakau adalah akar semua permasalahan penyakit gigi dan mulut. Padahal sebuah studi menunjukkan bahwa sebenarnya perokok berisiko lebih rendah terhadap penyakit gusi.

4. Merokok mencegah asma dan penyakit karena alergi lainnya

Sebuah studi dari dua generasi penduduk Swedia menunjukkan dalam analisis multi variasi, beberapa anak dari para ibu yang merokok sedikitnya 15 batang sehari cenderung memiliki peluang yang lebih rendah untuk menderita alergi rhino-conjunctivitis, asma alergi, eksim atopik dan alergi makanan, dibandingkan dengan anak-anak dari para ibu yang tidak pernah merokok. Anak-anak dari ayah yang merokok sedikitnya 15 batang rokok sehari memiliki kecenderungan yang sama.

5. Nikotin membunuh kuman penyebab tuberculosis (TBC)

Suatu hari Nikotin mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat TBC yang susah diobati, kata seorang peneliti dari University of Central Florida (UCF).

6. Merokok mencegah kanker kulit yang langka
Seorang peneliti pada National Cancer Institute berpendapat bahwa merokok dapat mencegah pengembangan kanker kulit yang menimpa terutama orang tua di Mediterania wilayah Italia Selatan, Yunani dan Israel.
7. Merokok mengurangi resiko terkena kanker payudara
Sebuah penelitian baru dalam jurnal dari National Cancer Institute (20 Mei 1998) melaporkan bahwa pembawa mutasi gen tertentu (yang cenderung sebagai pembawa kanker payudara), yang merokok selama lebih dari 4 pak tahun (yaitu, jumlah pak per hari dikalikan dengan jumlah lamanya tahun merokok) menurut statistik ternyata mengalami penurunan signifikan sebesar 54 persen dalam insiden kanker payudara bila dibandingkan dengan pembawa yang tidak pernah merokok. Salah satu kekuatan dari penelitian ini adalah bahwa penurunan insiden melebihi ambang 50 persen. [11]



8. Nitrat Oksida dalam nikotin mengurangi radang usus besar
Nikotin mengurangi aktivitas otot melingkar, terutama melalui pelepasan nitrat oksida, dalam kasus ulcerative colitis (UC) atau radang usus. Temuan ini dapat menjelaskan beberapa terapi manfaat dari nikotin (dan merokok) terhadap UC dan dapat menjelaskan mengenai disfungsi penggerak kolon pada penyakit aktif. [12]



9. Efek transdermal nikotin pada kinerja kognitif (berpikir) penderita Down Syndrome

Sebuah penelitian mengenai pengaruh rangsangan nikotin-agonis dengan 5 mg jaringan kulit implan, dibandingkan dengan plasebo (obat kontrol), pada kinerja kognitif pada lima orang dewasa dengan gangguan. Perbaikan kemungkinan berhubungan dengan perhatian dan pengolahan informasi yang terlihat pada pasien Down Syndrom dibandingkan dengan kontrol kesehatannya. [13]

Down syndrome adalah penyakit yang disebabkan adanya kelainan pada kromosom 21 pada pita q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. [14]

10. Merokok baik bagi ibu hamil untuk mencegah hipertensi di masa kehamilan dan penularan ibu-anak infeksi Helicobacter pylori

hanya kata sebagian peneliti begitu




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment