Friday, May 16, 2014

Bagaimanakah untuk mengubati radang paru2?

Q.

A. Radang paru hanya dapat disembuhkan dengan obat jenis antibiotika : Streptomycine, dll.

adakah cara untuk menyembuhkan penyakit radang paru-paru?
Q. mohon dibantu.,.,.,.,
saya sangat ingin mendapatkan infonya ttg nie.,.,.,
mksihhhh.,.,.,

A. 1.Pergi ke dokter spesialis pernapasan,
2.Perkuat daya tahan tubuh anda dengan colostrum.

Apa saja gejala-gejala awal radang paru-paru?
Q.

A. istilahnya itu pneumonia gejalanya
awalnya demam, kmeudian sesak nafas, nafas cepat, kalo berat disertai nafas cuping hidung, dan retraksi dinding dada (tarikan dada kedalam tampak sebagai cekungan...)
vote saya sebagai kontributor tertinggi

mohon bantuannya untuk info tentang radang otak ...,apa penyebabnya..,gejalanya...,n penyembuhannya.makasih?
Q.

A. Penyakit radang selaput otak ini bisa disembuhkan jika tidak terlambat pengobatannya. Menurut Prof dokter H Azhali MS SpAK, pengobatan yang diberikan dengan vaksin untuk mencegah radang otak yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Neisseria meningitidis meningococcus. Vaksin ini diberikan untuk dewasa dan anak-anak di atas umur 2 tahun.


Kalau penderita ada tanda radang otak harus segera diberi antibiotika melalui infus karena kalau terlambat, penderita bisa meninggal atau sembuh tapi ada gejala sisa berupa cacat fisik atau mental.

Sementara untuk bayi, vaksin yang dimaksud yaitu untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophillus influenzae tipe b. Untuk diketahui Haemophillus influenzae tersebut mempunyai tipe a, b, c, d, e, dan f tetapi yang paling ganas tipe b dan juga yang paling sering menimbulkan penyakit (95%).

Penyakit akibat Haemophillus influenzae lebih dari 90% kasus terdapat pada anak umur kurang dari 5 tahun dan terbanyak pada umur kurang dari 2 tahun.

Haemophillus influenzae bisa menimbulkan penyakit antara lain meningitis (radang selaput otak), infeksi saluran nafas dari atas sampai bawah berupa rhinitis (radang hidung), pharyngitis (radang tenggorokan), bronchitis (radang saluran di paru), bronchopneumonia (radang saluran dan jaringan paru), pneumonia (radang jaringan paru), otitis media (radang saluran telinga), sinusitis (radang sinus) dan sebagainya.

Selain itu radang pada kulit dan jaringan di bawahnya yakni cellulitis, corbital cellulitis, radang jantung ( pericarditis, endocarditis), radang sendi (suppurative arthritis), radang pada mata (conjunctivitis, endopthalmitis). Juga lain-lain seperti infeksi saluran kencing, tulang, usus, dan kelenjar.

Jadi vaksinasi Haemophillus influenzae banyak manfaatnya untuk mencegah atau menurunkan angka kejadian penyakit pada anak-anak.

Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, penyakit radang yang menyerang selaput otak ini bisa dicegah dengan menjalani vaksinasi, dan ini biasanya diberlakukan bagi para calon jemaah yang akan menunaikan ibadah haji. Arab Saudi dianggap daerah endemi bagi penyakit ini.

Penyakit yang menyerang selaput otak ini memang bisa berakibat fatal atau meninggalkan kecacatan (menyerupai cacat mental), meskipun pada umumnya si penderita bisa disembuhkan secara total.

Selain meningitis, ada lagi penyakit sejenis yang lebih membahayakan yakni meningoensefalitis, berupa radang pada otak dengan penyebab bermacam kuman yang semula menyerang bagian meninges (selaput otak) kemudian ke substansi otak.

Penyakit radang otak meningitis bisa disebabkan oleh kuman nonspesifik seperti Strastokok, Pneumokok, Hemofilus influenza, Neisseria meningokok, atau kuman spesifik seperti tuberkulosis (TBC), virus, jamur, dan protozoa.

Jenis meningitis yang dilaporkan menyerang para jemaah haji, dan dianggap sebagai "kasus impor" karena tidak ditemukan di Indonesia (pada pemeriksaan klinis maupun laboratorium), adalah meningitis meningokok (meningococcal meningitis).

Namun biakan pada cairan likuor pada penderita dewasa sampai saat ini tidak pernah ditemukan kuman. Kemungkinan itu karena sebagian sudah terobati atau terlambat datang ke rumah sakit.

Meningitis meningokok menular melalui kontak langsung dengan bakteri lewat sekret hidung atau tenggorokan penderita melalui droplet infection atau percikan ludah. Umumnya penularan lebih sering terjadi melalui carrier (pembawa) daripada langsung dari si penderita. Menurut laporan siaran televisi, kebanyakan carrier diduga di antara para jemaah haji asal Afrika.

Selaput otak atau meninges terdiri atas tiga selaput jaringan ikat yang membungkus dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang yang lunak. Ketiga selaput yang dinamai pia mater, arakhnoid, dan dura mater, itu berupa selaput terpisah tapi berkesinambungan dari dalam ke luar.

Lapisan-lapisan tersebut menutup otak, berupa pembuluh darah yang memberi makan jaringan saraf. Selaput itu juga mencegah masuknya bahan-bahan yang merugikan otak.

Apa pun penyebabnya, gejala peradangan otak umumnya mirip yaitu panas tinggi, sakit kepala, mual dan muntah, disusul kaku pada tengkuk, kejang dan acap kali terjadi penurunan kesadaran. Namun pada meningitis meningokok disertai bercak-bercak perdarahan berwarna kemerahan pada kulit (rash).

Bila perdarahannya banyak (echymosis), bisa membahayakan jiwa penderita (biasanya 50% meninggal).

Pencegahan meningitis dengan vaksinasi juga dilakukan pada anak, khusus untuk mencegah meningitis influenza yang merupakan jenis terbanyak yang menyerang anak. Penyakit meningitis sebenarnya dapat menyerang siapa saja, namun dalam kenyataannya, kasus terbanyak pada bayi dan anak-anak.

apa penyebab penyakit radang otak? plz answer ya?
Q.

A. Penyakit radang selaput otak ini bisa disembuhkan jika tidak terlambat pengobatannya. Menurut Prof dokter H Azhali MS SpAK, pengobatan yang diberikan dengan vaksin untuk mencegah radang otak yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Neisseria meningitidis meningococcus. Vaksin ini diberikan untuk dewasa dan anak-anak di atas umur 2 tahun.


Kalau penderita ada tanda radang otak harus segera diberi antibiotika melalui infus karena kalau terlambat, penderita bisa meninggal atau sembuh tapi ada gejala sisa berupa cacat fisik atau mental.

Sementara untuk bayi, vaksin yang dimaksud yaitu untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Haemophillus influenzae tipe b. Untuk diketahui Haemophillus influenzae tersebut mempunyai tipe a, b, c, d, e, dan f tetapi yang paling ganas tipe b dan juga yang paling sering menimbulkan penyakit (95%).

Penyakit akibat Haemophillus influenzae lebih dari 90% kasus terdapat pada anak umur kurang dari 5 tahun dan terbanyak pada umur kurang dari 2 tahun.

Haemophillus influenzae bisa menimbulkan penyakit antara lain meningitis (radang selaput otak), infeksi saluran nafas dari atas sampai bawah berupa rhinitis (radang hidung), pharyngitis (radang tenggorokan), bronchitis (radang saluran di paru), bronchopneumonia (radang saluran dan jaringan paru), pneumonia (radang jaringan paru), otitis media (radang saluran telinga), sinusitis (radang sinus) dan sebagainya.

Selain itu radang pada kulit dan jaringan di bawahnya yakni cellulitis, corbital cellulitis, radang jantung ( pericarditis, endocarditis), radang sendi (suppurative arthritis), radang pada mata (conjunctivitis, endopthalmitis). Juga lain-lain seperti infeksi saluran kencing, tulang, usus, dan kelenjar.

Jadi vaksinasi Haemophillus influenzae banyak manfaatnya untuk mencegah atau menurunkan angka kejadian penyakit pada anak-anak.

Selain menjaga kebersihan diri dan lingkungan, penyakit radang yang menyerang selaput otak ini bisa dicegah dengan menjalani vaksinasi, dan ini biasanya diberlakukan bagi para calon jemaah yang akan menunaikan ibadah haji. Arab Saudi dianggap daerah endemi bagi penyakit ini.

Penyakit yang menyerang selaput otak ini memang bisa berakibat fatal atau meninggalkan kecacatan (menyerupai cacat mental), meskipun pada umumnya si penderita bisa disembuhkan secara total.

Selain meningitis, ada lagi penyakit sejenis yang lebih membahayakan yakni meningoensefalitis, berupa radang pada otak dengan penyebab bermacam kuman yang semula menyerang bagian meninges (selaput otak) kemudian ke substansi otak.

Penyakit radang otak meningitis bisa disebabkan oleh kuman nonspesifik seperti Strastokok, Pneumokok, Hemofilus influenza, Neisseria meningokok, atau kuman spesifik seperti tuberkulosis (TBC), virus, jamur, dan protozoa.

Jenis meningitis yang dilaporkan menyerang para jemaah haji, dan dianggap sebagai "kasus impor" karena tidak ditemukan di Indonesia (pada pemeriksaan klinis maupun laboratorium), adalah meningitis meningokok (meningococcal meningitis).

Selama ini di Indonesia baru dilaporkan satu kasus biakan positif pada anak (1976). Namun biakan pada cairan likuor pada penderita dewasa sampai saat ini tidak pernah ditemukan kuman. Kemungkinan itu karena sebagian sudah terobati atau terlambat datang ke rumah sakit.

Meningitis meningokok menular melalui kontak langsung dengan bakteri lewat sekret hidung atau tenggorokan penderita melalui droplet infection atau percikan ludah. Umumnya penularan lebih sering terjadi melalui carrier (pembawa) daripada langsung dari si penderita. Menurut laporan siaran televisi, kebanyakan carrier diduga di antara para jemaah haji asal Afrika.

Selaput otak atau meninges terdiri atas tiga selaput jaringan ikat yang membungkus dan melindungi otak serta sumsum tulang belakang yang lunak. Ketiga selaput yang dinamai pia mater, arakhnoid, dan dura mater, itu berupa selaput terpisah tapi berkesinambungan dari dalam ke luar.

Lapisan-lapisan tersebut menutup otak, berupa pembuluh darah yang memberi makan jaringan saraf. Selaput itu juga mencegah masuknya bahan-bahan yang merugikan otak.

Apa pun penyebabnya, gejala peradangan otak umumnya mirip yaitu panas tinggi, sakit kepala, mual dan muntah, disusul kaku pada tengkuk, kejang dan acap kali terjadi penurunan kesadaran. Namun pada meningitis meningokok disertai bercak-bercak perdarahan berwarna kemerahan pada kulit (rash).

Bila perdarahannya banyak (echymosis), bisa membahayakan jiwa penderita (biasanya 50% meninggal).

Pencegahan meningitis dengan vaksinasi juga dilakukan pada anak, khusus untuk mencegah meningitis influenza yang merupakan jenis terbanyak yang menyerang anak. Penyakit meningitis sebenarnya dapat menyerang siapa saja, namun dalam kenyataannya, kasus terbanyak pada bayi dan anak-anak.
moga bermanfaat gan




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment