Friday, December 14, 2012

Tanda-tanda terkena HIV?

Q. HIV

A. Bacaen tugas askep ku ne aja boz,,,


Laporan Pendahuluan
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN HIV-AIDS


Konsep Dasar
I.Pengertian
AIDS adalah sindroma yang menunjukkan defisiensi imun seluler pada seseorang tanpa adanya penyebab yang diketahui untuk dapat menerangkan tejadinya defisiensi, tersebut seperti keganasan, obat-obat supresi imun, penyakit infeksi yang sudah dikenal dan sebagainya.

II.Etiologi
Penyebab adalah golongan virus retro yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). HIV pertama kali ditemukan pada tahun 1983 sebagai retrovirus dan disebut HIV-1. Pada tahun 1986 di Afrika ditemukan lagi retrovirus baru yang diberi nama HIV-2. HIV-2 dianggap sebagai virus kurang pathogen dibandingkaan dengan HIV-1. Maka untuk memudahkan keduanya disebut HIV.
Transmisi infeksi HIV dan AIDS terdiri dari lima fase yaitu :
1.Periode jendela. Lamanya 4 minggu sampai 6 bulan setelah infeksi. Tidak ada gejala.
2.Fase infeksi HIV primer akut. Lamanya 1-2 minggu dengan gejala flu likes illness.
3.Infeksi asimtomatik. Lamanya 1-15 atau lebih tahun dengan gejala tidak ada.
4.Supresi imun simtomatik. Diatas 3 tahun dengan gejala demam, keringat malam hari, B menurun, diare, neuropati, lemah, rash, limfadenopati, lesi mulut.
5.AIDS. Lamanya bervariasi antara 1-5 tahun dari kondisi AIDS pertama kali ditegakkan. Didapatkan infeksi oportunis berat dan tumor pada berbagai system tubuh, dan manifestasi neurologist.
AIDS dapat menyerang semua golongan umur, termasuk bayi, pria maupun wanita. Yang termasuk kelompok resiko tinggi adalah :
1.Lelaki homoseksual atau biseks. 5. Bayi dari ibu/bapak terinfeksi.
2.Orang yang ketagian obat intravena
3.Partner seks dari penderita AIDS
4.Penerima darah atau produk darah (transfusi).


IV.Pemeriksaan Diagnostik
1.Tes untuk diagnosa infeksi HIV :
-ELISA
-Western blot
-P24 antigen test
-Kultur HIV
2.Tes untuk deteksi gangguan system imun.
-Hematokrit.
-LED
-CD4 limfosit
-Rasio CD4/CD limfosit
-Serum mikroglobulin B2
-Hemoglobulin

V.Penatalaksanaan

Asuhan Keperawatan
I.Pengkajian.
1.Riwayat : tes HIV positif, riwayat perilaku beresiko tinggi, menggunakan obat-obat.
2.Penampilan umum : pucat, kelaparan.
3.Gejala subyektif : demam kronik, dengan atau tanpa menggigil, keringat malam hari berulang kali, lemah, lelah, anoreksia, BB menurun, nyeri, sulit tidur.
4.Psikososial : kehilangan pekerjaan dan penghasilan, perubahan pola hidup, ungkapkan perasaan takut, cemas, meringis.
5.Status mental : marah atau pasrah, depresi, ide bunuh diri, apati, withdrawl, hilang interest pada lingkungan sekitar, gangguan prooses piker, hilang memori, gangguan atensi dan konsentrasi, halusinasi dan delusi.
6.HEENT : nyeri periorbital, fotophobia, sakit kepala, edem muka, tinitus, ulser pada bibir atau mulut, mulut kering, suara berubah, disfagia, epsitaksis.
7.Neurologis :gangguan refleks pupil, nystagmus, vertigo, ketidakseimbangan , kaku kuduk, kejang, paraplegia.
8.Muskuloskletal : focal motor deifisit, lemah, tidak mampu melakukan ADL.
9.Kardiovaskuler ; takikardi, sianosis, hipotensi, edem perifer, dizziness.
10.Pernapasan : dyspnea, takipnea, sianosis, SOB, menggunakan otot Bantu pernapasan, batuk produktif atau non produktif.
11.GI : intake makan dan minum menurun, mual, muntah, BB menurun, diare, inkontinensia, perut kram, hepatosplenomegali, kuning.
12.Gu : lesi atau eksudat pada genital,
13.Integument : kering, gatal, rash atau lesi, turgor jelek, petekie positif.

apakah oral sex menularkan HIV?
Q. HIV

A. Dampak Oral Sex (Dari Oral ke Penis atau Oral ke Vagina)

Oral Sex atau seks oral adalah suatu variasi seks dengan memberikan stimulasi/rangsangan melalui mulut dan lidah pada organ seks/kelamin pasangannya. [Wiki]

Seks oral dinilai aman oleh kebanyakan remaja, ditambah lagi bila menggunakan "pengaman". Namun, sebenarnya anggapan mereka bisa dikritik berdasarkan sains baik segi teori maupun segi dokumentasi. Berdasarkan teori ataupun dokumentasi, ditemukan beberapa dampak dari seks oral, baik melalui oral ke penis ataupun oral ke vagina.

Oral ke Penis/Blow Job/Fellatio (Wanita ke Pria)
Berdasarkan Teori
Seks oral dapat meningkatkan perpindahan bakteri atau virus dari semen/air mani yang terinfeksi ke rongga mulut wanita. Setiap luka terbuka pada gusi wanita dapat lebih meningkatkan risiko perpindahan virus maupun bakteri dengan cara bertransmisi (masuk) melalui aliran darah. Hal sebaliknya juga bisa terjadi, bakteri/virus yang menginfeksi rongga mulut seorang wanita juga bisa berpindah (bahkan masuk) ke saluran perkemihan pria.

Berdasarkan Dokumentasi
Meskipun risiko penyakit dari seks oral lebih kecil beberapa kali daripada seks anal atau vaginal, beberapa dokumen tentang penularan penyakit melalui seks oral telah dilaporkan. Penyakit itu adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV ini sekaligus membuktikan teori penularan penyakit melalui aliran darah. Pada beberapa kasus, bahkan HIV ditularkan dari pria yang tidak berejakulasi.

Oral ke Vagina/Cunnilingus (Pria ke Wanita)
Berdasarkan Teori
Hampir serupa dengan teori sebelumnya, bahwa seks oral yang dilakukan pria terhadap organ kewanitaan juga dapat berdampak pada perpindahan bakteri/virus dari vagina ke rongga mulut pria. Berdasarkan keilmuan, cairan vagina (termasuk darah menstruasi) yang terinfeksi oleh bakteri/virus tertentu, dapat berpindah ke rongga mulut "pelaku" seks oral. Sebaliknya, bila yang terinfeksi adalah rongga mulut pria, maka bisa pula berpindah ke vulva vagina wanita.

Berdasarkan Dokumentasi
Risiko penularan/perpindahan HIV selama seks oral lebih kecil dibandingkan ketika seks anal atau vaginal. Namun, cukup banyak dilaporkan kasus penularan HIV dan STDs (Sexually Transmitted Diseases/penyakit menular seksual) setelah melakukan seks oral dari oral ke vagina. Selain HIV, beberapa penyakit juga sering dilaporkan terjadi seperti kanker mulut yang disebabkan oleh virus papiloma manusia (penyebab kanker serviks pada wanita). Penyakit kewanitaan lain yang bisa menular ke rongga mulut pria yaitu klamidia, herpes genitalis, dan gonore.

Segala jenis aktivitas seks, mungkin mengasyikkan bagi kebanyakan orang, terutama remaja. Oleh karena itu, berbagai metode seks yang menghasilkan berbagai stimulasi terus berkembang, salah satunya ialah yang dibahas dalam artikel di atas, seks oral. Mengenai keamanan seks oral, tentunya dipelajari oleh berbagai pakar, mulai dari personal/pribadi (pelaku seks) sampai dengan para pakar seksologi.

Kebanyakan dari para pemberi opini tentang keamanan seks oral beranggapan bahwa seks oral memiliki risiko terhadap kesehatan, apalagi seks oral dilakukan bukan bersama pasangan pernikahan, yang notabene telah diketahui seluk-beluk kesehatannya.

Risiko penularan penyakit melalui hubungan seks meningkat pada kalangan atau oknum yang memiliki riwayat bercinta dengan "tuna susila" ataupun jenis wanita/pria penghibur lainnya, yang secara tersirat belum diketahui perihal penyakitnya. Seperti yang sudah dijelaskan, penyakit yang sering ialah jenis penyakit yang menular secara seksual, yang sebagian besar amat berbahaya bagi kesehatan.

Apakah kita akan terkena HIV kalau berhubungan sex hanya 1x itupun sebentar...? Mohon penjelasannya, Thanx?
Q. Penyakit HIV

A. kita bakal kena hiv/aids kalo suka gonta ganti pasangan, kalo sekali doang mah gabakal kena hiv.
begetooo

HIV atau AIDS terjadi apabila ?
Q. HIV adalah salah satu penyakit yg terjadi akibat hungan seks yg berlebihan dan melakukan tanpa alat pengaman.

A. Hubungan Sex yang berlebihan dan tanpa menggunakan alat pengaman tidak akan mengundang HIV aids , jika itu dilakukan pasangan tetap dan sehat.
HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda .
Org yang terkena virus HIV belum tentu menyandang AIDS , tetapi orang yang menyandang AIDS sudah pasti terkena virus HIV.
HIV adalah virus yang secara bertahap mengikis kekebalan tubuh , dan AIDS adalah kondisi dimana kekebalan tubuh yang menghilang ( menurun ) tertunggangi virus lain yang biasa kita kenal .
Yang paling umum adalah ISPA dan Radang selaput Otak.
HIV AIDS , memiliki potensi tinggi dalam penularan jika :
1. perilaku sex menyimpang
2. berganti ganti pasangan
3.pengguna jarum suntik dgn cara bergantian
4.peralatan medis yang terkontaminasi
5.transfusi darah yang telah tercemar virus HIV

Dan masih banyak lagi .
Pengaman atau kondom hanyalah alat bantu utk meminimalisir mewabahnya HIV .
Yang perlu di perhatikan adalah gaya dan pola hidup .

Tentang penyakit HIV?
Q. Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel limfosit T. Apakah tidak bisa melawan penyakit tersebut dengan mentranfusikan limfosit T yang baru agar setidaknya tubuh penderita dapat bertahan lama?

A. kayanya masih percuma, perkembangan virus HIV itu lebih cepat dibanding pembentukan limfosit T, tpi mungkin klo teknologi semakin berkembang gw yakin virus HIV itu dapat direplikasi ulang dengan teknologi supaya virus itu bisa menghancurkan virus HIV yg jahat dan justru bermanfaat buat manusia




Powered by Yahoo! Answers

No comments:

Post a Comment