Showing posts with label Jantung Koroner. Show all posts
Showing posts with label Jantung Koroner. Show all posts

Monday, June 23, 2014

apa sih kaitan merokok dan jantung koroner?

Q.

A. Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Stroke diketahui sbg penyebab tingginya angka kematian didunia beberapa tahun yg terakhir.
Dari berbagai penelitihan ditemukan,faktor penyebab PJK dan Stroke adalah kolesterol tinggi,
Disebabkan akibat pola hidup tdk sehat. Misal: kecenderungan makan makanan berlemak,
terpolusi bahan pengawet,kebiasaan merokok, serta tingkat polusi yg tinggi ( RADIKAL BEBAS )

Tubuh kt memerlukan kolesterol..tapi, bila berlebih, kolesterol akan dioksidasi dan dimodifikasi.
Sebagian kolesterol lalu dimakan oleh makrofag ini kemudian menjadi busa sehingga tidak dikenali oleh reseptornya.
Akibatnya. Makrofag tdk diangkat dan mengendap di lapisan dinding pembuluh darah.
Pengendapan yg terjadi dlm waktu lama aakn menyebabkan kerasnya dinding pembuluh darah dan akhirnya terjadi penyempitan pembuluh darah ( arteroklerosis )

MENGAPA PEROKOK RENTAN TERKENA JANTUNG KORONER DAN STROKE?
Karna rokok mengandung bermacam zat kimia jg tergolon radikal bebas.
Misal: tar,nikotin, indol dan karbozol. Smua zat tsb bersifat karsinogen (penyebab kanker) serta tergolong toksis.
Rokok jg mengandung gas karbon monoksida,yg dpt mempengaruhi sistem transportasi oksigen ke seluruh jaringan.
Maka dng kurangnya oksigen di pembuluh darah akan menyebabkan kerja jantung menjadi berat dan fungsi jantung terganggu.

Oleh sebab itu jelaslah: rokok, kolesterol tinggi,polusi asap bnyak mengandung zat radikal bebas yg dpt menimbulkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Apa yg harus dilakukan oleh penderita Jantung Koroner?
Q. Saya mw nanya apa yg harus dilakukan oleh pengidap penyakit Jantung koroner agar penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah?? bisakah disembuhkan tanpa operasi?? penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh apa?? apa tanda2 orang tersebut menderita penyakit Jantung Koroner?? pada usia umur berapa seseorang rentan terhadap penyakit tersebut?? mohon penjelasannya secara medis :)
@eka si apoteker: terima kasih sebelumnya...tanda2nya memang seperti gejala yg saya alami semenjak kecil hingga sekarang...yg saya ingin tanyai kembali...adakah kemungkinan untuk saya sembuh dari penyakit tersebut tanpa operasi?? atau bisakah penyakit tersebut disembuhkan dengan merubah pola hidup?? umur saya saat ini 21th. dan kira2 berapa biaya untuk mengecek apakah kita mempunyai penyakit tersebut/tidak?? dan tolong berikan rujukan rumah sakit didaerah jakarta dan sekitarnya yg harganya terjangkau untuk checkup jantung. makasih :)

A. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan pada pembuluh darah itu disebabkan oleh adanya reaksi tubuh untuk melindungi pembuluh darah ketika ada pembuluh yang luka, selain itu juga didukung dengan tingginya kadar gula darah, tinggi kadar lemak(cholesterol) dan tingginya tekanan darah (darah kental) sehingga ketika pembuluh darah luka, tubuh mengeluarkan sel darah putih yang menempel bersama gula darah dan cholesterol membentuk plak pada pembuluh koroner yang disebut aterosklerosis / arteriosklerosis.

Plak pada pembuluh ini dapat muncul sedari kecil akibat pola makan yang salah dan gangguan jantung dari keturunan (genetik). Umur yang rentan adalah pada usia tua (dimana plak sudah tebal/menumpuk)

Plak harus dipasangin cincin, agar aliran pembuluh darah lancar dan tidak menambah beban jantung. Alternatif selain operasi/pencegahan supaya tidak semakin parah : minum obat secara teratur setiap hari, namun tetap akan terjadi serangan tiba2. Sehingga sebaiknya dioperasi by pass jantung untuk pemasangan cincin.

Tanda : nyeri dada, keringat dingin hingga sesak nafas, tekanan darah meningkat drastis.

Trims
Silahkan beri keterangan tambahan bila kurang jelas.
akan saya jawab melalui komentar, terimakasih
^_^

pertanyaan mengenai jantung koroner?
Q.

A. Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal. Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka. Merokok.
Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi. Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil. Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa

Apakah penyakit jantung koroner berbahaya ? bagaimana mengetahui masa kritis dari penyakit tersebut ?
Q.

A. Penyakit jantung koroner = PJK
Sekumpulan gejala penyakit akibat penyumbatan pada pembuluh koroner (koroner adalah nama pembuluh darah yang mensupply jantung).
Sumbatan biasanya dipengaruhi oleh lemak dan platelet .

Gejalanya adalah nyeri dada.
Nyeri dada terjadi karena otot jantung kekurangan oksigen (yang biasanya disupply pembuluh koroner tapi karena tersumbat, aliran darah hanya sedikit sehingga oksigen yang sampai juga sedikit)

Pada sumbatan total, aliran darah ke jantung akan terhenti, sehingga bisa terjadi kematian otot jantung (myocard infarct = MCI).
Gangguan jantung dimulai sejak ada sumbatan sampai sebelum terjadi MCI disebut PJK.

Sebelum terjadi sumbatan total, sebaiknya segera periksa ke dokter dan diobati.
Yang harus diingat, jika ada PJK, sumbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di tempat lain sehingga harus diperhatikan juga kemungkinan Stroke (sumbatan pembuluh darah di otak), atau PAOD = peripheral artery occlusive disease (sumbatan pembuluh darah arteri tungkai seringnya tungkai bawah = kaki)

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?
Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.




Powered by Yahoo! Answers

Wednesday, June 18, 2014

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?

Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï

komplikasi jantung koroner?
Q.

A. PJK,,, ( Penyakit Jantung Koroner ),,,
-------------------------------------------------------
dapat menyebabkan angina pectoris ( nyeri dada ), baik stabil maupun tdk stabil,,,, yang berkomplikasi kepada :

* aritmia,,

*gagal jantung,,

*pericarditis,,

*rupture miocard,,

*thromboembolisme,,

*aneurisma ventrikel,,,,

Bagaimana sih gejala jantung koroner?
Q. Gejala, penyebab dan pencegahannya?

A. Gejala : - kadang2 nyeri di dada sebelah kiri
Penyebab : adanya penyumbatan di pembuluh jantung
Pencegahan :

- jangan kegemukan
- jaga tekanan darah
- olahraga

Gejala jantung koroner pada tahap awal tidak terasa, jadi tidak ada salahnya konsultasi ke dokter jantung hanya untuk cek up.

Ada beberapa metoda untuk identifikasi jantung koroner
- EKG (rekam jantung) akurasi deteksi jantung koroner 30%
- Treadmill (jogging sambil rekam jantung) akurasi deteksi 70%
-MSCT-Scan 64 Slice akurasi lebih dari 90%

ini informasi saya dapat dari dokter jantung yang merawat saya. Jika bisa dideteksi lebih awal bisa mempermudah pengobatan.
Kalau anda berada di Jakarta, setahu saya MSCT Scan 64 Slice itu terdapat di RS Gading Pluit- Kelapa Gading.




Powered by Yahoo! Answers

Thursday, June 5, 2014

apa sih kaitan merokok dan jantung koroner?

Q.

A. Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Stroke diketahui sbg penyebab tingginya angka kematian didunia beberapa tahun yg terakhir.
Dari berbagai penelitihan ditemukan,faktor penyebab PJK dan Stroke adalah kolesterol tinggi,
Disebabkan akibat pola hidup tdk sehat. Misal: kecenderungan makan makanan berlemak,
terpolusi bahan pengawet,kebiasaan merokok, serta tingkat polusi yg tinggi ( RADIKAL BEBAS )

Tubuh kt memerlukan kolesterol..tapi, bila berlebih, kolesterol akan dioksidasi dan dimodifikasi.
Sebagian kolesterol lalu dimakan oleh makrofag ini kemudian menjadi busa sehingga tidak dikenali oleh reseptornya.
Akibatnya. Makrofag tdk diangkat dan mengendap di lapisan dinding pembuluh darah.
Pengendapan yg terjadi dlm waktu lama aakn menyebabkan kerasnya dinding pembuluh darah dan akhirnya terjadi penyempitan pembuluh darah ( arteroklerosis )

MENGAPA PEROKOK RENTAN TERKENA JANTUNG KORONER DAN STROKE?
Karna rokok mengandung bermacam zat kimia jg tergolon radikal bebas.
Misal: tar,nikotin, indol dan karbozol. Smua zat tsb bersifat karsinogen (penyebab kanker) serta tergolong toksis.
Rokok jg mengandung gas karbon monoksida,yg dpt mempengaruhi sistem transportasi oksigen ke seluruh jaringan.
Maka dng kurangnya oksigen di pembuluh darah akan menyebabkan kerja jantung menjadi berat dan fungsi jantung terganggu.

Oleh sebab itu jelaslah: rokok, kolesterol tinggi,polusi asap bnyak mengandung zat radikal bebas yg dpt menimbulkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Apa yg harus dilakukan oleh penderita Jantung Koroner?
Q. Saya mw nanya apa yg harus dilakukan oleh pengidap penyakit Jantung koroner agar penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah?? bisakah disembuhkan tanpa operasi?? penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh apa?? apa tanda2 orang tersebut menderita penyakit Jantung Koroner?? pada usia umur berapa seseorang rentan terhadap penyakit tersebut?? mohon penjelasannya secara medis :)
@eka si apoteker: terima kasih sebelumnya...tanda2nya memang seperti gejala yg saya alami semenjak kecil hingga sekarang...yg saya ingin tanyai kembali...adakah kemungkinan untuk saya sembuh dari penyakit tersebut tanpa operasi?? atau bisakah penyakit tersebut disembuhkan dengan merubah pola hidup?? umur saya saat ini 21th. dan kira2 berapa biaya untuk mengecek apakah kita mempunyai penyakit tersebut/tidak?? dan tolong berikan rujukan rumah sakit didaerah jakarta dan sekitarnya yg harganya terjangkau untuk checkup jantung. makasih :)

A. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan pada pembuluh darah itu disebabkan oleh adanya reaksi tubuh untuk melindungi pembuluh darah ketika ada pembuluh yang luka, selain itu juga didukung dengan tingginya kadar gula darah, tinggi kadar lemak(cholesterol) dan tingginya tekanan darah (darah kental) sehingga ketika pembuluh darah luka, tubuh mengeluarkan sel darah putih yang menempel bersama gula darah dan cholesterol membentuk plak pada pembuluh koroner yang disebut aterosklerosis / arteriosklerosis.

Plak pada pembuluh ini dapat muncul sedari kecil akibat pola makan yang salah dan gangguan jantung dari keturunan (genetik). Umur yang rentan adalah pada usia tua (dimana plak sudah tebal/menumpuk)

Plak harus dipasangin cincin, agar aliran pembuluh darah lancar dan tidak menambah beban jantung. Alternatif selain operasi/pencegahan supaya tidak semakin parah : minum obat secara teratur setiap hari, namun tetap akan terjadi serangan tiba2. Sehingga sebaiknya dioperasi by pass jantung untuk pemasangan cincin.

Tanda : nyeri dada, keringat dingin hingga sesak nafas, tekanan darah meningkat drastis.

Trims
Silahkan beri keterangan tambahan bila kurang jelas.
akan saya jawab melalui komentar, terimakasih
^_^

pertanyaan mengenai jantung koroner?
Q.

A. Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal. Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka. Merokok.
Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi. Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil. Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa

Apakah penyakit jantung koroner berbahaya ? bagaimana mengetahui masa kritis dari penyakit tersebut ?
Q.

A. Penyakit jantung koroner = PJK
Sekumpulan gejala penyakit akibat penyumbatan pada pembuluh koroner (koroner adalah nama pembuluh darah yang mensupply jantung).
Sumbatan biasanya dipengaruhi oleh lemak dan platelet .

Gejalanya adalah nyeri dada.
Nyeri dada terjadi karena otot jantung kekurangan oksigen (yang biasanya disupply pembuluh koroner tapi karena tersumbat, aliran darah hanya sedikit sehingga oksigen yang sampai juga sedikit)

Pada sumbatan total, aliran darah ke jantung akan terhenti, sehingga bisa terjadi kematian otot jantung (myocard infarct = MCI).
Gangguan jantung dimulai sejak ada sumbatan sampai sebelum terjadi MCI disebut PJK.

Sebelum terjadi sumbatan total, sebaiknya segera periksa ke dokter dan diobati.
Yang harus diingat, jika ada PJK, sumbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di tempat lain sehingga harus diperhatikan juga kemungkinan Stroke (sumbatan pembuluh darah di otak), atau PAOD = peripheral artery occlusive disease (sumbatan pembuluh darah arteri tungkai seringnya tungkai bawah = kaki)

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?
Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.




Powered by Yahoo! Answers

Monday, June 2, 2014

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?

Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï

komplikasi jantung koroner?
Q.

A. PJK,,, ( Penyakit Jantung Koroner ),,,
-------------------------------------------------------
dapat menyebabkan angina pectoris ( nyeri dada ), baik stabil maupun tdk stabil,,,, yang berkomplikasi kepada :

* aritmia,,

*gagal jantung,,

*pericarditis,,

*rupture miocard,,

*thromboembolisme,,

*aneurisma ventrikel,,,,

Bagaimana sih gejala jantung koroner?
Q. Gejala, penyebab dan pencegahannya?

A. Gejala : - kadang2 nyeri di dada sebelah kiri
Penyebab : adanya penyumbatan di pembuluh jantung
Pencegahan :

- jangan kegemukan
- jaga tekanan darah
- olahraga

Gejala jantung koroner pada tahap awal tidak terasa, jadi tidak ada salahnya konsultasi ke dokter jantung hanya untuk cek up.

Ada beberapa metoda untuk identifikasi jantung koroner
- EKG (rekam jantung) akurasi deteksi jantung koroner 30%
- Treadmill (jogging sambil rekam jantung) akurasi deteksi 70%
-MSCT-Scan 64 Slice akurasi lebih dari 90%

ini informasi saya dapat dari dokter jantung yang merawat saya. Jika bisa dideteksi lebih awal bisa mempermudah pengobatan.
Kalau anda berada di Jakarta, setahu saya MSCT Scan 64 Slice itu terdapat di RS Gading Pluit- Kelapa Gading.




Powered by Yahoo! Answers

apa sih kaitan merokok dan jantung koroner?

Q.

A. Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Stroke diketahui sbg penyebab tingginya angka kematian didunia beberapa tahun yg terakhir.
Dari berbagai penelitihan ditemukan,faktor penyebab PJK dan Stroke adalah kolesterol tinggi,
Disebabkan akibat pola hidup tdk sehat. Misal: kecenderungan makan makanan berlemak,
terpolusi bahan pengawet,kebiasaan merokok, serta tingkat polusi yg tinggi ( RADIKAL BEBAS )

Tubuh kt memerlukan kolesterol..tapi, bila berlebih, kolesterol akan dioksidasi dan dimodifikasi.
Sebagian kolesterol lalu dimakan oleh makrofag ini kemudian menjadi busa sehingga tidak dikenali oleh reseptornya.
Akibatnya. Makrofag tdk diangkat dan mengendap di lapisan dinding pembuluh darah.
Pengendapan yg terjadi dlm waktu lama aakn menyebabkan kerasnya dinding pembuluh darah dan akhirnya terjadi penyempitan pembuluh darah ( arteroklerosis )

MENGAPA PEROKOK RENTAN TERKENA JANTUNG KORONER DAN STROKE?
Karna rokok mengandung bermacam zat kimia jg tergolon radikal bebas.
Misal: tar,nikotin, indol dan karbozol. Smua zat tsb bersifat karsinogen (penyebab kanker) serta tergolong toksis.
Rokok jg mengandung gas karbon monoksida,yg dpt mempengaruhi sistem transportasi oksigen ke seluruh jaringan.
Maka dng kurangnya oksigen di pembuluh darah akan menyebabkan kerja jantung menjadi berat dan fungsi jantung terganggu.

Oleh sebab itu jelaslah: rokok, kolesterol tinggi,polusi asap bnyak mengandung zat radikal bebas yg dpt menimbulkan penyakit jantung koroner dan stroke.

Apa yg harus dilakukan oleh penderita Jantung Koroner?
Q. Saya mw nanya apa yg harus dilakukan oleh pengidap penyakit Jantung koroner agar penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah?? bisakah disembuhkan tanpa operasi?? penyakit jantung koroner biasanya disebabkan oleh apa?? apa tanda2 orang tersebut menderita penyakit Jantung Koroner?? pada usia umur berapa seseorang rentan terhadap penyakit tersebut?? mohon penjelasannya secara medis :)
@eka si apoteker: terima kasih sebelumnya...tanda2nya memang seperti gejala yg saya alami semenjak kecil hingga sekarang...yg saya ingin tanyai kembali...adakah kemungkinan untuk saya sembuh dari penyakit tersebut tanpa operasi?? atau bisakah penyakit tersebut disembuhkan dengan merubah pola hidup?? umur saya saat ini 21th. dan kira2 berapa biaya untuk mengecek apakah kita mempunyai penyakit tersebut/tidak?? dan tolong berikan rujukan rumah sakit didaerah jakarta dan sekitarnya yg harganya terjangkau untuk checkup jantung. makasih :)

A. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan pada pembuluh darah itu disebabkan oleh adanya reaksi tubuh untuk melindungi pembuluh darah ketika ada pembuluh yang luka, selain itu juga didukung dengan tingginya kadar gula darah, tinggi kadar lemak(cholesterol) dan tingginya tekanan darah (darah kental) sehingga ketika pembuluh darah luka, tubuh mengeluarkan sel darah putih yang menempel bersama gula darah dan cholesterol membentuk plak pada pembuluh koroner yang disebut aterosklerosis / arteriosklerosis.

Plak pada pembuluh ini dapat muncul sedari kecil akibat pola makan yang salah dan gangguan jantung dari keturunan (genetik). Umur yang rentan adalah pada usia tua (dimana plak sudah tebal/menumpuk)

Plak harus dipasangin cincin, agar aliran pembuluh darah lancar dan tidak menambah beban jantung. Alternatif selain operasi/pencegahan supaya tidak semakin parah : minum obat secara teratur setiap hari, namun tetap akan terjadi serangan tiba2. Sehingga sebaiknya dioperasi by pass jantung untuk pemasangan cincin.

Tanda : nyeri dada, keringat dingin hingga sesak nafas, tekanan darah meningkat drastis.

Trims
Silahkan beri keterangan tambahan bila kurang jelas.
akan saya jawab melalui komentar, terimakasih
^_^

pertanyaan mengenai jantung koroner?
Q.

A. Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal. Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka. Merokok.
Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi. Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil. Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa

Apakah penyakit jantung koroner berbahaya ? bagaimana mengetahui masa kritis dari penyakit tersebut ?
Q.

A. Penyakit jantung koroner = PJK
Sekumpulan gejala penyakit akibat penyumbatan pada pembuluh koroner (koroner adalah nama pembuluh darah yang mensupply jantung).
Sumbatan biasanya dipengaruhi oleh lemak dan platelet .

Gejalanya adalah nyeri dada.
Nyeri dada terjadi karena otot jantung kekurangan oksigen (yang biasanya disupply pembuluh koroner tapi karena tersumbat, aliran darah hanya sedikit sehingga oksigen yang sampai juga sedikit)

Pada sumbatan total, aliran darah ke jantung akan terhenti, sehingga bisa terjadi kematian otot jantung (myocard infarct = MCI).
Gangguan jantung dimulai sejak ada sumbatan sampai sebelum terjadi MCI disebut PJK.

Sebelum terjadi sumbatan total, sebaiknya segera periksa ke dokter dan diobati.
Yang harus diingat, jika ada PJK, sumbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di tempat lain sehingga harus diperhatikan juga kemungkinan Stroke (sumbatan pembuluh darah di otak), atau PAOD = peripheral artery occlusive disease (sumbatan pembuluh darah arteri tungkai seringnya tungkai bawah = kaki)

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?
Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.




Powered by Yahoo! Answers

pertanyaan mengenai jantung koroner?

Q.

A. Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal. Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka. Merokok.
Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya. Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi. Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil. Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa

Apakah penyakit jantung koroner berbahaya ? bagaimana mengetahui masa kritis dari penyakit tersebut ?
Q.

A. Penyakit jantung koroner = PJK
Sekumpulan gejala penyakit akibat penyumbatan pada pembuluh koroner (koroner adalah nama pembuluh darah yang mensupply jantung).
Sumbatan biasanya dipengaruhi oleh lemak dan platelet .

Gejalanya adalah nyeri dada.
Nyeri dada terjadi karena otot jantung kekurangan oksigen (yang biasanya disupply pembuluh koroner tapi karena tersumbat, aliran darah hanya sedikit sehingga oksigen yang sampai juga sedikit)

Pada sumbatan total, aliran darah ke jantung akan terhenti, sehingga bisa terjadi kematian otot jantung (myocard infarct = MCI).
Gangguan jantung dimulai sejak ada sumbatan sampai sebelum terjadi MCI disebut PJK.

Sebelum terjadi sumbatan total, sebaiknya segera periksa ke dokter dan diobati.
Yang harus diingat, jika ada PJK, sumbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di tempat lain sehingga harus diperhatikan juga kemungkinan Stroke (sumbatan pembuluh darah di otak), atau PAOD = peripheral artery occlusive disease (sumbatan pembuluh darah arteri tungkai seringnya tungkai bawah = kaki)

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?
Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?
Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)




Powered by Yahoo! Answers

Sunday, June 1, 2014

jantung koroner bukan?

Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï

komplikasi jantung koroner?
Q.

A. PJK,,, ( Penyakit Jantung Koroner ),,,
-------------------------------------------------------
dapat menyebabkan angina pectoris ( nyeri dada ), baik stabil maupun tdk stabil,,,, yang berkomplikasi kepada :

* aritmia,,

*gagal jantung,,

*pericarditis,,

*rupture miocard,,

*thromboembolisme,,

*aneurisma ventrikel,,,,

Bagaimana sih gejala jantung koroner?
Q. Gejala, penyebab dan pencegahannya?

A. Gejala : - kadang2 nyeri di dada sebelah kiri
Penyebab : adanya penyumbatan di pembuluh jantung
Pencegahan :

- jangan kegemukan
- jaga tekanan darah
- olahraga

Gejala jantung koroner pada tahap awal tidak terasa, jadi tidak ada salahnya konsultasi ke dokter jantung hanya untuk cek up.

Ada beberapa metoda untuk identifikasi jantung koroner
- EKG (rekam jantung) akurasi deteksi jantung koroner 30%
- Treadmill (jogging sambil rekam jantung) akurasi deteksi 70%
-MSCT-Scan 64 Slice akurasi lebih dari 90%

ini informasi saya dapat dari dokter jantung yang merawat saya. Jika bisa dideteksi lebih awal bisa mempermudah pengobatan.
Kalau anda berada di Jakarta, setahu saya MSCT Scan 64 Slice itu terdapat di RS Gading Pluit- Kelapa Gading.

Masalah Ginjal dan Jantung Koroner?
Q. 1. bagaimana cara menurunkan kadar kreatin?? karena saya rawan disini...kadar kreatinin saya hampir diatas normal yaitu 1.0 mg/dL. dana apa itu eosinofil dan neotrofil?? karna hasil dari pemeriksaan saya keduanya bernilai 0, yg seharusnya bernila 2-4 dan 3-5.

2.. Apa tanda-tanda seseorang menderita penyakit Jantung Koroner. dan hasil Rekam Jantung yang saya lakukan hasilnya Dalam Batas Normal, tapi kenapa saya sering mengalami tiba-tiba rasa sakit di dada sebelah kiri seperti ditusuk2 jarum dan menjadi sesak nafas???

A. 1.Kreatinin terbentuk akibat penguraian otot. Tingkat kreatinin dalam darah mengukur fungsi ginjal. Tingkat yang tinggi biasanya karena masalah dalam ginjal. Tingkat kreatinin biasa dipakai oleh dokter untuk mengetahui baik-buruknya fungsi ginjal.
dengan angka normal Kreatin : 0.5 â 1.2 mg/dl (klo 1.0 mg/dl brarti NORMAL DODOOOOOL!!!) :|

cek: http://en.wikipedia.org/wiki/Reference_ranges_for_blood_tests#Interpretation

eosinofil dan neutrofil itu adalah jenis sel darah putih yang fungsiny untuk melawan kuman penyakit.
dari hasil lab menunjukkan bahwa kondisi tubuh anda tidak fit alias mudah sekali kena PENYAKIT. kena angin dikit aj sakit -________-

cara untuk meningkatkan ketahanan tubuh:
1. Istirahat Cukup
Tidur yang nyenyak secara wajar secukupnya agar tubuh kembali segar dan siap untuk beraktivitas keesokan harinya. Tidur terlalu banyak / lama pun juga tidak baik bagi kesehatan. Tubuh yang lelah harus diistirahatkan agar lelah dan capek yang menurunkan ketahanan tubuh bisa dihilangkan.

2. Hindari Kebiasaan Buruk
Merokok, minum minuman keras, memakai narkoba, begadang, makan makanan tidak bergizi, bekerja terlalu diporsir, main game seharian, stres, dan lain sebagainya mungkin bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh kita.

3. Makan Makanan Yang Bergizi Dan Cukup
Sistem kekebalan akan membutuhkan asupan energi dari makanan yang kita makan dan minuman yang kita minum. Dengan makan dan minum yang cukup jumlah dan gizinya mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Rajin makan atau minum sesuatu yang mengandung anti oksidan untuk melawan radikal bebas juga baik untuk kesehatan tubuh kita.

4. Rajin Membersihkan Diri
Kotoran yang melekat dan menempel pada tubuh kita biasanya mengandung kuman yang dapat menyebabkan penyakit ringan maupun berat. Dengan secara rutin merawat kebersihan diri sendiri dapat menghindarkan kita dari banyak serangan penyakit. Mandi sabunan, gosok gigi, sampoan, cuci tangan dengan sabun, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh kegiatan bersih-bersih tubuh.

5. Hindari Penggunaan Obat-Obatan Yang Salah
Obat seperti antibiotik sangat berbahaya jika dikonsumsi / digunakan dengan cara yang salah. Anti biotik sebaiknya dipakai dengan didasari atas resep dokter dan bukan atas inisiatif sendiri. Dosis yang salah serta penghentian konsumsi obat antibiotik sebelum penyakit mati dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan penyakit pada obat, sehingga dibutuhkan dosis yang lebih tinggi lagi untuk menyembuhkan penyakit yang sedang diderita.

sumber: http://organisasi.org/tips-cara-meningkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-ketahanan-manusia-terhadap-serangan-penyakit

2. Masalah jantung koroner
klo dinyatakan normal y brarti normal
Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut.
lihat gimana kadar kolestrol darah (HDL dan LDL)
masa baru 20 taun jantung koroner -_______-a
makanya OLAHRAGA!!!




Powered by Yahoo! Answers

Saturday, May 10, 2014

Apakah penyakit jantung koroner berbahaya ? bagaimana mengetahui masa kritis dari penyakit tersebut ?

Q.

A. Penyakit jantung koroner = PJK
Sekumpulan gejala penyakit akibat penyumbatan pada pembuluh koroner (koroner adalah nama pembuluh darah yang mensupply jantung).
Sumbatan biasanya dipengaruhi oleh lemak dan platelet .

Gejalanya adalah nyeri dada.
Nyeri dada terjadi karena otot jantung kekurangan oksigen (yang biasanya disupply pembuluh koroner tapi karena tersumbat, aliran darah hanya sedikit sehingga oksigen yang sampai juga sedikit)

Pada sumbatan total, aliran darah ke jantung akan terhenti, sehingga bisa terjadi kematian otot jantung (myocard infarct = MCI).
Gangguan jantung dimulai sejak ada sumbatan sampai sebelum terjadi MCI disebut PJK.

Sebelum terjadi sumbatan total, sebaiknya segera periksa ke dokter dan diobati.
Yang harus diingat, jika ada PJK, sumbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di tempat lain sehingga harus diperhatikan juga kemungkinan Stroke (sumbatan pembuluh darah di otak), atau PAOD = peripheral artery occlusive disease (sumbatan pembuluh darah arteri tungkai seringnya tungkai bawah = kaki)

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?
Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?
Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï




Powered by Yahoo! Answers

Thursday, May 8, 2014

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?

Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?
Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï

komplikasi jantung koroner?
Q.

A. PJK,,, ( Penyakit Jantung Koroner ),,,
-------------------------------------------------------
dapat menyebabkan angina pectoris ( nyeri dada ), baik stabil maupun tdk stabil,,,, yang berkomplikasi kepada :

* aritmia,,

*gagal jantung,,

*pericarditis,,

*rupture miocard,,

*thromboembolisme,,

*aneurisma ventrikel,,,,




Powered by Yahoo! Answers

Wednesday, May 7, 2014

jantung koroner bukan?

Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï

komplikasi jantung koroner?
Q.

A. PJK,,, ( Penyakit Jantung Koroner ),,,
-------------------------------------------------------
dapat menyebabkan angina pectoris ( nyeri dada ), baik stabil maupun tdk stabil,,,, yang berkomplikasi kepada :

* aritmia,,

*gagal jantung,,

*pericarditis,,

*rupture miocard,,

*thromboembolisme,,

*aneurisma ventrikel,,,,

Bagaimana sih gejala jantung koroner?
Q. Gejala, penyebab dan pencegahannya?

A. Gejala : - kadang2 nyeri di dada sebelah kiri
Penyebab : adanya penyumbatan di pembuluh jantung
Pencegahan :

- jangan kegemukan
- jaga tekanan darah
- olahraga

Gejala jantung koroner pada tahap awal tidak terasa, jadi tidak ada salahnya konsultasi ke dokter jantung hanya untuk cek up.

Ada beberapa metoda untuk identifikasi jantung koroner
- EKG (rekam jantung) akurasi deteksi jantung koroner 30%
- Treadmill (jogging sambil rekam jantung) akurasi deteksi 70%
-MSCT-Scan 64 Slice akurasi lebih dari 90%

ini informasi saya dapat dari dokter jantung yang merawat saya. Jika bisa dideteksi lebih awal bisa mempermudah pengobatan.
Kalau anda berada di Jakarta, setahu saya MSCT Scan 64 Slice itu terdapat di RS Gading Pluit- Kelapa Gading.

Masalah Ginjal dan Jantung Koroner?
Q. 1. bagaimana cara menurunkan kadar kreatin?? karena saya rawan disini...kadar kreatinin saya hampir diatas normal yaitu 1.0 mg/dL. dana apa itu eosinofil dan neotrofil?? karna hasil dari pemeriksaan saya keduanya bernilai 0, yg seharusnya bernila 2-4 dan 3-5.

2.. Apa tanda-tanda seseorang menderita penyakit Jantung Koroner. dan hasil Rekam Jantung yang saya lakukan hasilnya Dalam Batas Normal, tapi kenapa saya sering mengalami tiba-tiba rasa sakit di dada sebelah kiri seperti ditusuk2 jarum dan menjadi sesak nafas???

A. 1.Kreatinin terbentuk akibat penguraian otot. Tingkat kreatinin dalam darah mengukur fungsi ginjal. Tingkat yang tinggi biasanya karena masalah dalam ginjal. Tingkat kreatinin biasa dipakai oleh dokter untuk mengetahui baik-buruknya fungsi ginjal.
dengan angka normal Kreatin : 0.5 â 1.2 mg/dl (klo 1.0 mg/dl brarti NORMAL DODOOOOOL!!!) :|

cek: http://en.wikipedia.org/wiki/Reference_ranges_for_blood_tests#Interpretation

eosinofil dan neutrofil itu adalah jenis sel darah putih yang fungsiny untuk melawan kuman penyakit.
dari hasil lab menunjukkan bahwa kondisi tubuh anda tidak fit alias mudah sekali kena PENYAKIT. kena angin dikit aj sakit -________-

cara untuk meningkatkan ketahanan tubuh:
1. Istirahat Cukup
Tidur yang nyenyak secara wajar secukupnya agar tubuh kembali segar dan siap untuk beraktivitas keesokan harinya. Tidur terlalu banyak / lama pun juga tidak baik bagi kesehatan. Tubuh yang lelah harus diistirahatkan agar lelah dan capek yang menurunkan ketahanan tubuh bisa dihilangkan.

2. Hindari Kebiasaan Buruk
Merokok, minum minuman keras, memakai narkoba, begadang, makan makanan tidak bergizi, bekerja terlalu diporsir, main game seharian, stres, dan lain sebagainya mungkin bisa berdampak buruk pada sistem kekebalan tubuh kita.

3. Makan Makanan Yang Bergizi Dan Cukup
Sistem kekebalan akan membutuhkan asupan energi dari makanan yang kita makan dan minuman yang kita minum. Dengan makan dan minum yang cukup jumlah dan gizinya mampu meningkatkan kekebalan tubuh kita. Rajin makan atau minum sesuatu yang mengandung anti oksidan untuk melawan radikal bebas juga baik untuk kesehatan tubuh kita.

4. Rajin Membersihkan Diri
Kotoran yang melekat dan menempel pada tubuh kita biasanya mengandung kuman yang dapat menyebabkan penyakit ringan maupun berat. Dengan secara rutin merawat kebersihan diri sendiri dapat menghindarkan kita dari banyak serangan penyakit. Mandi sabunan, gosok gigi, sampoan, cuci tangan dengan sabun, dan lain sebagainya adalah beberapa contoh kegiatan bersih-bersih tubuh.

5. Hindari Penggunaan Obat-Obatan Yang Salah
Obat seperti antibiotik sangat berbahaya jika dikonsumsi / digunakan dengan cara yang salah. Anti biotik sebaiknya dipakai dengan didasari atas resep dokter dan bukan atas inisiatif sendiri. Dosis yang salah serta penghentian konsumsi obat antibiotik sebelum penyakit mati dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan penyakit pada obat, sehingga dibutuhkan dosis yang lebih tinggi lagi untuk menyembuhkan penyakit yang sedang diderita.

sumber: http://organisasi.org/tips-cara-meningkatkan-sistem-kekebalan-tubuh-ketahanan-manusia-terhadap-serangan-penyakit

2. Masalah jantung koroner
klo dinyatakan normal y brarti normal
Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh koroner), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut.
lihat gimana kadar kolestrol darah (HDL dan LDL)
masa baru 20 taun jantung koroner -_______-a
makanya OLAHRAGA!!!




Powered by Yahoo! Answers

Monday, May 5, 2014

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?

Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?
Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï

komplikasi jantung koroner?
Q.

A. PJK,,, ( Penyakit Jantung Koroner ),,,
-------------------------------------------------------
dapat menyebabkan angina pectoris ( nyeri dada ), baik stabil maupun tdk stabil,,,, yang berkomplikasi kepada :

* aritmia,,

*gagal jantung,,

*pericarditis,,

*rupture miocard,,

*thromboembolisme,,

*aneurisma ventrikel,,,,




Powered by Yahoo! Answers

Apakah penyakit jantung koroner berbahaya ? bagaimana mengetahui masa kritis dari penyakit tersebut ?

Q.

A. Penyakit jantung koroner = PJK
Sekumpulan gejala penyakit akibat penyumbatan pada pembuluh koroner (koroner adalah nama pembuluh darah yang mensupply jantung).
Sumbatan biasanya dipengaruhi oleh lemak dan platelet .

Gejalanya adalah nyeri dada.
Nyeri dada terjadi karena otot jantung kekurangan oksigen (yang biasanya disupply pembuluh koroner tapi karena tersumbat, aliran darah hanya sedikit sehingga oksigen yang sampai juga sedikit)

Pada sumbatan total, aliran darah ke jantung akan terhenti, sehingga bisa terjadi kematian otot jantung (myocard infarct = MCI).
Gangguan jantung dimulai sejak ada sumbatan sampai sebelum terjadi MCI disebut PJK.

Sebelum terjadi sumbatan total, sebaiknya segera periksa ke dokter dan diobati.
Yang harus diingat, jika ada PJK, sumbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di tempat lain sehingga harus diperhatikan juga kemungkinan Stroke (sumbatan pembuluh darah di otak), atau PAOD = peripheral artery occlusive disease (sumbatan pembuluh darah arteri tungkai seringnya tungkai bawah = kaki)

obat yang ampu untuk penyakit JANTUNG KORONER ? MINTA TOLONG BANGET?
Q.

A. Penyakit Jantung Koroner adalah tersumbatnya pembuluh darah arteri koronaria, yg tugasnya memberi makan pada organ jantung. Bila tersumbat sebentar itu namanya ANGINA PECTORIS (sakitnya tidak sampai 5 menit), kalo uda lebih dari 5 menit itu namanya Infark Myocard.

Obat yang bisa membantu dan meringankan penyakit Jantung Koroner adalah Obat dari Golongan Isosorbid Dinitrat.(Isoket, Isorbid)

Tindakan Radikal yang bisa menyelesaikan masalah ini dengan jalan memasang Ring pada pembuluh darah yang tersumbat (PTCA)
Atau mengganti pembuluh darah jantung yang tersumbat dengan mengambil dari pembuluh darah di organ tubuh yang lain pada tubuh kita.

Jadi untuk Obat2an harus dilakukan oleh dokter yang ahli ato dokter yang berpengalaman.

Mudah2an bermanfaat.

apa perbedaan pembesaran jantung dan jantung koroner? bagaimana mengobati pembesaran jantung?
Q. ada yang bisa bantu???? tolong..... :)

A. Jantung kita merupakan salah satu organ tubuh yang luar biasa. Setiap saat berdenyut untuk memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh tanpa berhenti sedetikpun sejak bayi di dalam kandungan sampai kita meninggal dunia.
Dalam keadaan normal, jantung mampu memenuhi kebutuhan tubuh untuk menjalankan metabolisme secara wajar. Akan tetapi pada keadaan dimana metabolisme meningkat seperti: pada waktu kita sedang bekerja keras, berolahraga yang memeras keringat, pada penyakit hipertiroid (gondok), beraktifitas yang melebihi kebiasaan, maka jantung akan melakukan kompensasi dengan meningkatkan frekuensi denyut jantung. Selanjutnya apabila metabolisme tubuh kembali normal, maka jantung pun akan kembali ke keadaan normal.
Namun, kompensasi yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan jantung mengalami dekompensasi jantung (dekompensasi kordis). Gejala dari jantung yang mengalami dekompensasi jantung (sering disebut juga sebagai payah jantung) adalah nafas menggeh-menggeh (sesak nafas), baru beraktifitas yang meningkat sedikit sudah sesak nafas, berdebar-debar, nyeri dada, mual, perut kembung, dan kedua tungkai menjadi bengkak, atau perut membuncit karena ada penumpukan cairan di rongga perut akibat aliran darah yang kembali ke jantung tidak mampu diterima jantung secara sempurna.
Jantung yang mengalami dekompensasi akan membesarkan diri (bilik jantung yang sebelah kiri, yang biasa untuk memompa darah ke seluruh tubuh) akan membesar, sehingga terjadilah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri, atau kardiomegali).
Pada pasien dengan sakit paru kronis (yang berlangsung lama) seperti TBC, PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) pada sebagian pasien akan mengalami pembesaran jantung kanan (hipertrofi ventrikel kanan, pembesaran bilik kanan). Pasien dengan hipertensi yang berlangsung lama, juga akan menyebabkan pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri).
Pasien dengan kegemukan juga mempermudah terjadinya pembesaran jantung, karena jantung harus memompa darah ke seluruh permukaan tubuh yang luas (akibat kegemukan).
Pembesaran jantung dapat dilihat dengan pemberiksaan elektrokardiografi (EKG=rekaman jantung) dan foto rontgen dada.
Jantung yang sudah terlanjur mengalami pembesaran seringkali tidak dapat mengecil kembali mendekati normal, walaupun beban jantung sudah dikurangi.
Oleh sebab itu, langkah yang tepat untuk mengatasi pembesaran jantung yang sudah terjadi adalah:
1. Batasi aktifitas yang melelahkan jantung: jangan bekerja terlalu lelah, jangan menforsir diri, olahraga teratrur dan terukur.
2. Bila kegemukan, harus mengurangi berat badan dengan jalan antara lain: kurangi konsumsi karbohidrat, tingkatkan pembakaran lemak dengan berolahraga.
3. Bila ada hipertensi, sebaiknya selalu mengendalikan peningkatan tekanan darah dengan diit batasi garam, olahraga teratur dan terukur, serta minum obat antihipertensi yang telah dipilihkan oleh dokter.
4. Bila jantung telah mengalami dekompensasi kordis, harus mengkonsumsi obat khusus untuk penguat otot jantung, obat untuk mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh, dan obat untuk menekan frekuensi jantung.
5. Apapbila ada penyakit TBC harus segera diatasi dengan pengobatan teratur minimal 6 bulan pengobatan.
Muchlis au sofro
Konsultan kesehatan Netsains
foto:www.dvo.com/newslette

Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro
Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim âEmerging Infectious ... Selengkapnya »

jantung koroner bukan?
Q. saya sering merasakan skit dbagian dada kiri, yg mnusuk smpai ke punggung dan nyeri dtngn kiri saya. dan itu trjadi jika saya kelelahan atau dtg tiba2. dn kdg2 mnddk hebat skitnya,tp nnti berhnti sndri. itu gjala jntung bukan ya? dn bhaya tdk?

A. kalau dari lokasi nyerinya memang seperti nyeri pada penyakit jantung koroner. gejala ini lebih mengarah ke PJK (penyakit jantung koroner) kalau anda memiliki faktor risiko terkena PJK seperti sudah menopause, memiliki berat badan berlebih, kolesterol tinggi, merokok, memiliki riwayat sakit jantung di keluarga. kalau anda masih muda, belum menopause, tidak merokok, tidak kegemukan, kemungkinan PJK sangat kecil. untuk tahu lebih lanjut tentunya anda harus memeriksakan diri ke dokter. apabila keterangan anda tentang nyeri anda mengarah ke PJK, dokter akan memeriksa jantung anda, merekam aktivitas listrik di jantung (EKG), dan melakukan beberapa tes (termasuk laboratorium) untuk menegakkan PJK.
kalau PJK ya tentu saja bahaya,. kalau ada sumbatan di pembuluh darah yang "memberi makan" jantung anda, tentu saja kerja jantung anda akan terganggu. jika anda memang memiliki faktor risiko terkena PJK lebih baik anda mendeteksi kemungkinan PJK ini lebih dini. semoga membantu :)

jelaskan apa itu jantung koroner?
Q. permisi... saya mau tanya... apa itu jantung koroner, masih asing bagi saya.. mematikan sepertinya, apakah ada pengobatan alternatif?

A. Penyakit Jantung Koroner adalah
penyempitan/penyumbatan (arteriosclerosis)
pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh
penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol,
trigliserida) yang makin lama makin banyak
dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Pengobatan : 1. Dengan obat2an untuk jantung.
2. Kateterisasi (Tiup)
3. Operasi seringkali disebut dengan âtindakan ByPassâ, mungkin untuk memperhalus karena kalo operasi kesannya sereemâ¦ï




Powered by Yahoo! Answers