Showing posts with label Anemia. Show all posts
Showing posts with label Anemia. Show all posts

Saturday, June 7, 2014

anemia terjadi pada siapa saja dan kapan?

Q.

A. Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh

Penyebab anemia:
Penyebab umum dari anemia:


Perdarahan hebat
Akut (mendadak)
Kecelakaan
Pembedahan
Persalinan
Pecah pembuluh darah
Kronik (menahun)
Perdarahan hidung
Wasir (hemoroid)
Ulkus peptikum
Kanker atau polip di saluran pencernaan
Tumor ginjal atau kandung kemih
Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
Berkurangnya pembentukan sel darah merah
Kekurangan zat besi
Kekurangan vitamin B12
Kekurangan asam folat
Kekurangan vitamin C
Penyakit kronik

Meningkatnya penghancuran sel darah merah
Pembesaran limpa
Kerusakan mekanik pada sel darah merah
Reaksi autoimun terhadap sel darah merah:

Gejala:
Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Diagnosa
Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. Persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC).

Apakah saya mengalami anemia?
Q. Tadi pas disekolah saya minum air dingin, tiba2 saya merasa sangat menggigil, lalu tidak lama kemudian kepala saya agak 'geliyengan' trus pulang2 jadi pusing+kepala berat. bukan cuma itu aja, gejala saya juga disertai demam, sedikit sesak nafas, lesu, lemes, kuku jadi pucat, lalu panas dalam. apa iya ini gejala anemia? ohiya saya juga lagi menstruasi, sejak 2 hari yang lalu. sekarang juga masih haid. makanya saya yakin banget ini anemia. tapi kira2 apakah betul ini anemia? tolong jawab ya nanti dikasih 5 bintang heheh. thanks

A. Iya, benar. Itu adalah anemia.
Anemia memiliki ciri-ciri :
1.) Kelopak Mata Pucat
Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata, akan terlihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.

2.) Sering Kelelahan
Jika sering merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi karena jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.

3.) Sering Mual
Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.

4.) Sakit kepala
Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.

5.) Ujung Jari Pucat
Ketika menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika mengalami anemia, ujung jari akan menjadi putih atau pucat.

6.) Sesak napas
Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.

7.) Denyut Jantung Tidak Teratur
Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.

8.) Wajah Pucat
Jika mengalami anemia, wajah akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.

9.) Rambut rontok
Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.

10.) Menurunnya Kekebalan Tubuh
Ketika tubuh memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Tubuh akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.

Untuk penyebab anemia itu sendiri adalah :
1) Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.

2) Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.

3) Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.

4) Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.

5) Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.

6) Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.

7) Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

8) Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung :
1.) Zat besi
Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.

2.) Folat
Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.

3.) Vitamin B-12
Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.

4.) Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.

anemia bisa jadi leukemia? emang bisa?
Q.

A. Gag bisa tapi sebaliknya. Leukimia bisa jadi anemia.

Anemia adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah.

Sedangkan,

Leukimia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).
Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Jadi leukimia atau penyakit kanker darah, sebenarnya kaitan dengan anemia adalah bahwa leukimia dapat menyebabkan terjadinya anemia. Leukimia adalah kanker pada jaringan yang memproduksi sel-sel darah yaitu jaringan sumsum tulang yang ditandai dengan peningkatan produksi dari sel darah putih yang sangat banyak (Produk sel darah putih yang dihasilkan dapat berfungsi baik atau tidak karena memang terjadi gangguan pada pengaturan produksinya) dan juga turunya produksi sel darah merah yang sehat. Dengan sendirinya leukimia akan menimbulkan kondisi anemia. Dalam permasalahan leukimia ini, mau tidak mau orang terkait memerlukan penanganan serius karena memang lekimia memiliki efek penyakit yang masif.

mengapa pada anemia aplastik bisa menyebabakan perdarahan?
Q.

A. Sebab terjadinya pendarahan
Anemia aplastik adalah kelainan hematologik yang ditandai dengan PENURUNAN KOMPONEN SELULAR PADA DARAH TEPI (yg menyebabkan pendarahan) karena diakibatkan oleh kegagalan produksi di sumsum tulang.

Anemia aplastik dapat muncul dengan mendadak atau memiliki onset yang berkembang dengan cepat. PENDARAHAN MERUPAKAN GEJALA AWAL YANG PALING SERING TERJADI; keluhan mudah terjadi memar selama beberapa hari hingga minggu, gusi yang berdarah, mimisan, dan kadang-kadang peteki. Adanya thrombositopenia, perdarahan massif jarang terjadi, namun perdarahan kecil pada sistem saraf pusat dapat berbahaya pada intracranial dan menyebabkan perdarahan retina. Gejala anemia juga sering terjadi termasuk mudah lelah, sesak napas, dan tinnitus pada telinga. Infeksi merupakan gejala awal yang jarang terjadi pada anemia aplastik (tidak seperti pada agranulositosis, dimana faringitis, infeksi anorektal, atau sepsis sering terjadi pada permulaan penyakit).
Gejala yang khas dari anemia aplastik adalah keterbatasan gejala pada sistem hematologist dan pasien sering merasa dan sepertinya terlihat sehat walaupun terjadi penurunan drastis pada hitung darah. Keluhan sistemik dan penurunan berat badan sebaiknya mengarahkan penyebab pasitopenia lainnya. Adanya pemakaian obat sebelumnya, paparan zat kimia, dan penyakit infeksi virus sebelumnya mesti diketahui. Riwayat kelainan hematologis pada keluarga dapat mengindikasikan penyebab konstitusional pada kegagalan sum-sum.

Apa bisa mengetahui gejala anemia ?
Q. apakah bisa mengetahui gejala yg spesifik dri orang. apakah orang itu terkena anemia atau tidak tnpa melakkan cek Hb ??thx

A. Anemia atau kurang darah adalah kekurangan hemoglobin dalam darah, tentu saja harus dengan mengukur hemoglobin darah. Bila ternyata hasilnya kurang dari normal itu yang disebut dengan anemia.
Anemia tersebut dapat dikenali dengan badan yang merasa lemas, cepat lelah, muka pucat tergantung seberapa kekurangan hemoglobunnya. Namun demikian tubuh yang lemas, lelah dan pucat tidak selalu anemia lho. Untuk memastikan ya hrus dengan pemeriksaan Hb darahnya




Powered by Yahoo! Answers

Monday, May 26, 2014

anemia aplastik pada anak selengkapnya ?

Q.

A. Aplastic anemia adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel darah. Kondisi, per namanya, melibatkan kedua aplasia dan anemia. Biasanya, anemia merujuk pada rendah jumlah sel darah merah, tapi pasien anemia aplastic menghitung lebih rendah dari ketiga jenis sel darah: sel darah merah, sel darah putih, dan platelet, disebut pancytopenia.

Diagnosis

Kondisi harus dibedakan dari sel darah merah murni aplasia. Dalam aplastic anemia pasien pancytopenia (yaitu, anemia, neutropenia dan trombositopenia) mengakibatkan penurunan semua elemen terbentuk. Sebaliknya, sel darah merah murni aplasia ditandai oleh penurunan dalam sel darah merah saja. Diagnosis hanya dapat dikonfirmasi pada pemeriksaan sumsum tulang. Sebelum dilakukan prosedur ini, pasien biasanya akan memiliki tes darah lain untuk menemukan petunjuk diagnostik, termasuk hitung darah lengkap (CBC), fungsi ginjal dan elektrolit, enzim hati, tes fungsi tiroid, vitamin B12 dan kadar asam folat.

Tes berikut bantuan dalam menentukan diagnosis diferensial untuk aplastic anemia:

1. Aspirasi sumsum tulang dan biopsi: untuk menyingkirkan penyebab lain pancytopenia (yaitu infiltrasi neoplastik atau myelofibrosis signifikan).
2. Sejarah paparan iatrogenik sitotoksik kemoterapi: dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang transien
3. X-ray, computed tomography (CT) scan, atau tes pencitraan USG: pembesaran kelenjar getah bening (tanda limfoma), ginjal dan tulang di lengan dan tangan (abnormal dalam Fanconi anemia)
4. Chest X-ray: infeksi
5. Tes hati: penyakit hati
6. Viral studi: infeksi virus
7. Vitamin B12 dan folat tingkat: kekurangan vitamin
8. Tes darah untuk paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
9. Test untuk antibodi: imun kompetensi

Perawatan

Kekebalan mengobati anemia yang diperantarai aplastic melibatkan penindasan sistem kekebalan tubuh, efek obat dicapai dengan asupan sehari-hari, atau, dalam kasus-kasus yang lebih parah, transplantasi sumsum tulang, penyembuhan potensial. sumsum tulang ditransplantasikan menggantikan sel-sel sumsum tulang gagal dengan yang baru dari donor yang cocok. Yang multipotent sel induk di sumsum tulang menyusun kembali semua tiga baris sel darah, memberikan pasien baru sistem kekebalan, sel-sel darah merah, dan platelet. Namun, selain risiko kegagalan graft, ada juga risiko bahwa yang baru dibuat sel-sel darah putih dapat menyerang seluruh tubuh ( "graft-versus-host penyakit").

Terapi medis anemia aplastic sering kali berisi kursus singkat anti-thymocyte globulin (ATG) atau anti-limfosit globulin (ALG) dan beberapa bulan pengobatan dengan ciclosporin untuk memodulasi sistem kekebalan. Ringan kemoterapi dengan agen seperti cyclophosphamide dan vincristine mungkin juga efektif. Antibodi terapi, seperti ATG, sasaran T-sel, yang diyakini untuk menyerang sumsum tulang. Steroid pada umumnya tidak efektif, meskipun sering digunakan untuk memerangi penyakit serum yang disebabkan oleh penggunaan ATG.

Salah satu penelitian prospektif yang melibatkan siklofosfamid dihentikan lebih awal karena insiden tinggi kematian, karena infeksi berat sebagai akibat dari neutropenia berkepanjangan.

Di masa lalu, sebelum perawatan di atas menjadi tersedia, pasien dengan menghitung Leukocyte rendah sering kali terbatas pada ruangan yang steril atau busa (untuk mengurangi risiko infeksi), seperti dalam kasus terkenal Ted Devita.

bagaimana cara mengurangi penyakit anemia?
Q. gejala anemia itu seperti apa dan akibat dari penyakit itu apa aja sih ?

A. Anemia sudah bukan penyakit "ibu-ibu". Remaja pun potensial kena. Biasanya, cewek lebih mudah menderita anemia dibanding cowok.

Anemia atau kurang darah karena kekurangan zat besi merupakan penyebab umum yang banyak ditemukan. Menurut data yang ada, anemia atau kurang darah merupakan masalah di Indonesia. Artinya, orang Indonesia masih banyak yang menderita anemia.


Mengapa kita perlu zat besi? Zat besi adalah mineral yang ada di dalam tubuh. Lebih kurang 70 persen zat besi dalam tubuh berada di dalam sel darah merah (hemoglobin) dan sebanyak 30 persen berada di dalam hati. Zat besi sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah yang sehat, yang diperlukan untuk mengangkut (transpor) oksigen ke seluruh bagian tubuh dan zat besi juga dapat mencegah terjadinya infeksi dalam tubuh.

Anemia adalah keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari batas normal. Batas Hb normal untuk remaja 120 gr per liter (WHO, 1995).

Mengapa cewek banyak menderita anemia?

Umumnya karena kandungan zat besi dalam menu makanan kita sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Zat besi yang banyak berasal dari makanan sumber hewani sangat jarang ada dalam menu sehari-hari, padahal zat besi dari sumber hewani lebih mudah diserap tubuh dan dapat membantu penyerapan zat besi yang berasal dari sumber nabati. Sedangkan makanan sumber nabati, walaupun kaya akan zat besi, tidak dapat diserap dengan baik dalam usus sehingga hanya sedikit sekali yang dapat digunakan dalam tubuh. Kebutuhan zat besi bagi remaja adalah 15 mg per hari.

Di samping itu, cewek mengeluarkan darah haid setiap bulan sehingga ikut pula terbuang sejumlah zat besi.

Kalau begitu, apa saja sih makanan yang menjadi sumber zat besi?

· Sumber hewani: daging, unggas (ayam, bebek, burung), ikan, hati, dan organ-organ bagian dalam (jeroan). Makanan sumber hewani ini sangat mudah diserap tubuh.

· Sumber nabati: sayur-sayuran hijau seperti kangkung, bayam, mengkudu, dan pecai; buah-buahan dan kacang-kacangan, serealia (beras, jagung, gandum). Sumber nabati ini sangat sedikit dapat diserap oleh tubuh. Untuk memperlancar penyerapan zat besi makanan sumber nabati ini, makanlah makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jambu biji, jeruk, apel, nanas, dan mangga.

Apa tanda-tanda dan gejala anemia?

Tanda-tanda fisik kalau seseorang kena anemia, antara lain, pucatnya kulit, bibir, lidah, kelopak mata bagian bawah, telapak tangan, dan kuku-kuku jari. Sedangkan gejala anemia antara lain mudah lelah, sulit tidur, lemah lesu, nafsu makan hilang atau berkurang, konsentrasi menurun, sakit kepala, dan mata berkunang-kunang kalau bangkit dari duduk.

Bagaimana cara mencegah dan mengobati anemia?

⢠Makanlah makanan yang kaya akan sumber zat besi secara teratur. Cara ini dapat memberikan efek positif jangka panjang bagi status zat besi dalam tubuh.

⢠Makanlah makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan zat besi.

⢠Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi seperti cacing

⢠Hindari minum teh, kopi, susu cokelat, setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

⢠Untuk pengobatan jangka pendek, minumlah pil penambah darah satu tablet seminggu sekali.

Yg tau tentang anemia,,help me?
Q. Saya wanita 21 tahun,,, saya terkena anemia,, saya slalu mengkonsumsi makanan yg mengandung zat besi & suplemen zat besi agar HB sy normal,tapi yg sy rasakan hmpr tiap hari saya sakit kepala,knp sebabnya ya?

A. Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh .
Penyebab Anemia

Penyebab umum dari anemia:

Perdarahan hebat
Akut (mendadak)
Kecelakaan
Pembedahan
Persalinan
Pecah pembuluh darah
Kronik (menahun)
Perdarahan hidung
Wasir (hemoroid)
Ulkus peptikum
Kanker atau polip di saluran pencernaan
Tumor ginjal atau kandung kemih
Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

Berkurangnya pembentukan sel darah merah
Kekurangan zat besi
Kekurangan vitamin B12
Kekurangan asam folat
Kekurangan vitamin C
Penyakit kronik

Meningkatnya penghancuran sel darah merah
Pembesaran limpa
Kerusakan mekanik pada sel darah merah
Reaksi autoimun terhadap sel darah merah:
Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
Sferositosis herediter
Elliptositosis herediter
Kekurangan G6PD
Penyakit sel sabit
Penyakit hemoglobin C
Penyakit hemoglobin S-C
Penyakit hemoglobin E
Thalasemia

Gejala

Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.
Diagnosa

Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. Persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC).

Anemia sebenarnya punya beberapa jenis,ada yang normal dan ada yang akut.Jika makanan dan suplemen tetap tidak bisa,tunggu apalagi?segera periksakan ke dokter karena jika dibiarkan bisa berbahaya.

anemia terjadi pada siapa saja dan kapan?
Q.

A. Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal.

Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh

Penyebab anemia:
Penyebab umum dari anemia:


Perdarahan hebat
Akut (mendadak)
Kecelakaan
Pembedahan
Persalinan
Pecah pembuluh darah
Kronik (menahun)
Perdarahan hidung
Wasir (hemoroid)
Ulkus peptikum
Kanker atau polip di saluran pencernaan
Tumor ginjal atau kandung kemih
Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
Berkurangnya pembentukan sel darah merah
Kekurangan zat besi
Kekurangan vitamin B12
Kekurangan asam folat
Kekurangan vitamin C
Penyakit kronik

Meningkatnya penghancuran sel darah merah
Pembesaran limpa
Kerusakan mekanik pada sel darah merah
Reaksi autoimun terhadap sel darah merah:

Gejala:
Gejala-gejala yang disebabkan oleh pasokan oksigen yang tidak mencukupi kebutuhan ini, bervariasi. Anemia bisa menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga dan kepala terasa melayang. Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Diagnosa
Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya anemia. Persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplit (CBC).

Apakah saya mengalami anemia?
Q. Tadi pas disekolah saya minum air dingin, tiba2 saya merasa sangat menggigil, lalu tidak lama kemudian kepala saya agak 'geliyengan' trus pulang2 jadi pusing+kepala berat. bukan cuma itu aja, gejala saya juga disertai demam, sedikit sesak nafas, lesu, lemes, kuku jadi pucat, lalu panas dalam. apa iya ini gejala anemia? ohiya saya juga lagi menstruasi, sejak 2 hari yang lalu. sekarang juga masih haid. makanya saya yakin banget ini anemia. tapi kira2 apakah betul ini anemia? tolong jawab ya nanti dikasih 5 bintang heheh. thanks

A. Iya, benar. Itu adalah anemia.
Anemia memiliki ciri-ciri :
1.) Kelopak Mata Pucat
Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata, akan terlihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.

2.) Sering Kelelahan
Jika sering merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi karena jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.

3.) Sering Mual
Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.

4.) Sakit kepala
Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.

5.) Ujung Jari Pucat
Ketika menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika mengalami anemia, ujung jari akan menjadi putih atau pucat.

6.) Sesak napas
Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.

7.) Denyut Jantung Tidak Teratur
Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.

8.) Wajah Pucat
Jika mengalami anemia, wajah akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.

9.) Rambut rontok
Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.

10.) Menurunnya Kekebalan Tubuh
Ketika tubuh memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Tubuh akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.

Untuk penyebab anemia itu sendiri adalah :
1) Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.

2) Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.

3) Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.

4) Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.

5) Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.

6) Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.

7) Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

8) Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung :
1.) Zat besi
Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.

2.) Folat
Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.

3.) Vitamin B-12
Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.

4.) Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.




Powered by Yahoo! Answers

Saturday, May 24, 2014

Apakah saya mengalami anemia?

Q. Tadi pas disekolah saya minum air dingin, tiba2 saya merasa sangat menggigil, lalu tidak lama kemudian kepala saya agak 'geliyengan' trus pulang2 jadi pusing+kepala berat. bukan cuma itu aja, gejala saya juga disertai demam, sedikit sesak nafas, lesu, lemes, kuku jadi pucat, lalu panas dalam. apa iya ini gejala anemia? ohiya saya juga lagi menstruasi, sejak 2 hari yang lalu. sekarang juga masih haid. makanya saya yakin banget ini anemia. tapi kira2 apakah betul ini anemia? tolong jawab ya nanti dikasih 5 bintang heheh. thanks

A. Iya, benar. Itu adalah anemia.
Anemia memiliki ciri-ciri :
1.) Kelopak Mata Pucat
Sangat mudah untuk mendeteksi anemia dengan melihat mata. Ketika meregangkan kelopak mata dan memperhatikan bagian bawah mata, akan terlihat bahwa bagian dalam kelopak mata berwarna pucat.

2.) Sering Kelelahan
Jika sering merasa lelah sepanjang waktu selama satu bulan atau lebih, bisa jadi karena jumlah sel darah merah yang rendah. Pasokan energi tubuh sangat bergantung pada oksidasi dan sel darah merah Semakin rendah sel darah merah, tingkat oksidasi dalam tubuh ikut berkurang.

3.) Sering Mual
Mereka yang menderita anemia seringkali mengalami gejala morning sickness atau mual segera setelah mereka bangun dari tempat tidur.

4.) Sakit kepala
Orang yang mengalami anemia sering mengeluh sakit kepala secara terus-menerus. Kekurangan darah merah membuat otak kekurangan oksigen. Hal ini sering menyebabkan sakit kepala.

5.) Ujung Jari Pucat
Ketika menekan ujung jari, daerah itu akan berubah jadi merah. Tetapi, jika mengalami anemia, ujung jari akan menjadi putih atau pucat.

6.) Sesak napas
Jumlah darah yang rendah menurunkan tingkat oksigen dalam tubuh. Hal ini membuat penderita anemia sering merasa sesak napas atau sering terengah-engah ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan.

7.) Denyut Jantung Tidak Teratur
Palpitasi adalah istilah medis untuk denyut jantung tidak teratur, terlalu kuat atau memiliki kecepatan abnormal. Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.

8.) Wajah Pucat
Jika mengalami anemia, wajah akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.

9.) Rambut rontok
Rambut rontok bisa menjadi gejala anemia. Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.

10.) Menurunnya Kekebalan Tubuh
Ketika tubuh memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. Tubuh akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.

Untuk penyebab anemia itu sendiri adalah :
1) Iron deficiency anemia
Penyebab anemia jenis ini adalah kekurangan zat besi di tubuh. Sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah.

2) Vitamin deficiency anemia
Sebagai tambahan dari zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan cukup sel darah merah. Asupan makanan yang rendah zat tersebut dan nutrisi penting lain dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Sebagai tambahan, beberapa orang tidak dapat dengan efektif menyerap vitamin B-12.

3) Anemia of chronic disease
Penyakit kronis tertentu, contohnya kanker dan HIV/AIDS. Dapat mempengaruhi produksi sel darah merah, menghasilkan anemia kronis. Gagal ginjal juga dapat menyebabkan anemia.

4) Aplastic anemia
Jenis ini sangat jarang terjadi dan merupakan kondisi yang mengancam jiwa. Ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan ketiga jenis sel darah. Penyebabnya tidak diketahui.

5) Anemias associated with bone marrow disease
Kondisi seperti leukemia dan myelodysplasia dapat menyebabkan anemia yang menyebabkan produksi darah di sumsum tulang belakang berkurang.

6) Hemolytic anemias
Ini terjadi ketika sel darah merah hancur lebih cepat dan sumsum tulang belakang tidak mampu mengimbanginya dengan menghasilkan sel darah merah pengganti. Penyakit tertentu seperti gangguan pada darah dapat menjadi penyebab. Serta gangguan autoimun tubuh dapat menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi terhadap sel darah merah sehingga menghancurkan sel darah merah.

7) Sickle cell anemia
Jenis anemia ini disebabkan oleh kecacatan bentuk hemoglobin yang membuat sel darah merah terbentuk seperti sabit. Sel darah merah ini mati secara prematur dan menyebabkan kondisi kronis kurangnya sel darah merah.

8) Anemia lain
Anemia jenis ini berbeda dari yang lain, antara lain thalassemia dan anemia yang disebabkan oleh kecacatan hemoglobin.

Anemia dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung :
1.) Zat besi
Dapat ditemukan pada daging. Jenis lain adalah kacang, sayuran berwana hijau gelap, buah yang dikeringkan, dan lain-lain.

2.) Folat
Dapat ditemukan pada jeruk, pisang, sayuran berwarna hijau gelap, kacang-kavangan, sereal dan pasta.

3.) Vitamin B-12
Vitamin ini banyak terdapat pada daging dan susu.

4.) Vitamin C
Vitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain jeruk, melon dan buah beri.

anemia bisa jadi leukemia? emang bisa?
Q.

A. Gag bisa tapi sebaliknya. Leukimia bisa jadi anemia.

Anemia adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah.

Sedangkan,

Leukimia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).
Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.

Jadi leukimia atau penyakit kanker darah, sebenarnya kaitan dengan anemia adalah bahwa leukimia dapat menyebabkan terjadinya anemia. Leukimia adalah kanker pada jaringan yang memproduksi sel-sel darah yaitu jaringan sumsum tulang yang ditandai dengan peningkatan produksi dari sel darah putih yang sangat banyak (Produk sel darah putih yang dihasilkan dapat berfungsi baik atau tidak karena memang terjadi gangguan pada pengaturan produksinya) dan juga turunya produksi sel darah merah yang sehat. Dengan sendirinya leukimia akan menimbulkan kondisi anemia. Dalam permasalahan leukimia ini, mau tidak mau orang terkait memerlukan penanganan serius karena memang lekimia memiliki efek penyakit yang masif.

mengapa pada anemia aplastik bisa menyebabakan perdarahan?
Q.

A. Sebab terjadinya pendarahan
Anemia aplastik adalah kelainan hematologik yang ditandai dengan PENURUNAN KOMPONEN SELULAR PADA DARAH TEPI (yg menyebabkan pendarahan) karena diakibatkan oleh kegagalan produksi di sumsum tulang.

Anemia aplastik dapat muncul dengan mendadak atau memiliki onset yang berkembang dengan cepat. PENDARAHAN MERUPAKAN GEJALA AWAL YANG PALING SERING TERJADI; keluhan mudah terjadi memar selama beberapa hari hingga minggu, gusi yang berdarah, mimisan, dan kadang-kadang peteki. Adanya thrombositopenia, perdarahan massif jarang terjadi, namun perdarahan kecil pada sistem saraf pusat dapat berbahaya pada intracranial dan menyebabkan perdarahan retina. Gejala anemia juga sering terjadi termasuk mudah lelah, sesak napas, dan tinnitus pada telinga. Infeksi merupakan gejala awal yang jarang terjadi pada anemia aplastik (tidak seperti pada agranulositosis, dimana faringitis, infeksi anorektal, atau sepsis sering terjadi pada permulaan penyakit).
Gejala yang khas dari anemia aplastik adalah keterbatasan gejala pada sistem hematologist dan pasien sering merasa dan sepertinya terlihat sehat walaupun terjadi penurunan drastis pada hitung darah. Keluhan sistemik dan penurunan berat badan sebaiknya mengarahkan penyebab pasitopenia lainnya. Adanya pemakaian obat sebelumnya, paparan zat kimia, dan penyakit infeksi virus sebelumnya mesti diketahui. Riwayat kelainan hematologis pada keluarga dapat mengindikasikan penyebab konstitusional pada kegagalan sum-sum.

Apa bisa mengetahui gejala anemia ?
Q. apakah bisa mengetahui gejala yg spesifik dri orang. apakah orang itu terkena anemia atau tidak tnpa melakkan cek Hb ??thx

A. Anemia atau kurang darah adalah kekurangan hemoglobin dalam darah, tentu saja harus dengan mengukur hemoglobin darah. Bila ternyata hasilnya kurang dari normal itu yang disebut dengan anemia.
Anemia tersebut dapat dikenali dengan badan yang merasa lemas, cepat lelah, muka pucat tergantung seberapa kekurangan hemoglobunnya. Namun demikian tubuh yang lemas, lelah dan pucat tidak selalu anemia lho. Untuk memastikan ya hrus dengan pemeriksaan Hb darahnya

Dampak Anemia?
Q. Apakah anemia bisa mempengaruhi konsentrasi....???

A. Apakah Itu Anemia?

Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.

Anemia menyebabkan kelelahan, sesak napas dan pusing. Orang dengan anemia merasa badannya kurang enak dibandingkan orang dengan tingkat Hb yang wajar. Mereka merasa lebih sulit untuk bekerja. Ini berarti mutu hidupnya lebih rendah.

Tingkat Hb diukur sebagai bagian dari tes darah lengkap (complete blood count/CBC). Lihat Lembaran Informasi 121 untuk informasi lebih lanjut tentang tes laboratorium ini.

Anemia didefinisikan oleh tingkat Hb. Sebagian besar dokter sepakat bahwa tingkat Hb di bawah 6,5 menunjukkan anemia yang gawat. Tingkat Hb yang wajar adalah sedikitnya 12 untuk perempuan dan 14 untuk laki-laki.

Secara keseluruhan, perempuan mempunyai tingkat Hb yang lebih rendah dibandingkan laki-laki. Begitu juga dengan orang yang sangat tua atau sangat muda.

Apa Penyebab Anemia?

Sumsum tulang membuat sel darah merah. Proses ini membutuhkan zat besi, dan vitamin B12 dan asam folat. Eritropoietin (EPO) merangsang pembuatan sel darah merah. EPO adalah hormon yang dibuat oleh ginjal.

Anemia dapat terjadi bila tubuh kita tidak membuat sel darah merah secukupnya. Anemia juga disebabkan kehilangan atau kerusakan pada sel tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan anemia:

* Kekurangan zat besi, vitamin B12 atau asam folat. Kekurangan asam folat dapat menyebabkan jenis anemia yang disebut megaloblastik, dengan sel darah merah yang besar dengan warna muda (lihat Lembaran Informasi 121).
* Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal
* Kehilangan darah akibat pendarahan dalam atau siklus haid perempuan
* Penghancuran sel darah merah (anemia hemolitik)

Infeksi HIV dapat menyebabkan anemia. Begitu juga banyak infeksi oportunistik (lihat Lembaran Informasi 500) terkait dengan penyakit HIV. Banyak obat yang umumnya dipakai untuk mengobati HIV dan infeksi terkait dapat menyebabkan anemia.

Anemia dan HIV

Dahulu, anemia parah jauh lebih umum. Lebih dari 80% yang didiagnosis AIDS mengalami anemia dengan tingkat tertentu. Orang dengan penyakit HIV lebih lanjut, atau dengan kadar CD4 lebih rendah, mengalami angka anemia lebih tinggi.

Angka anemia menurun setelah Odha mulai memakai terapi antiretroviral (ART). Anemia parah jarang terjadi di negara maju. Namun ART belum memberantas anemia. Satu penelitian besar menemukan bahwa kurang-lebih 46% pasien mempunyai anemia ringan atau sedang, walaupun sudah memakai ART selama satu tahun.

Beberapa faktor yang berhubungan dengan angka anemia semakin tinggi pada Odha:

* Kadar CD4 yang lebih rendah (lihat Lembaran Informasi 124)
* Viral load yang lebih tinggi (lihat Lembaran Informasi 125)
* Memakai AZT (lihat Lembaran Informasi 420)
* Pada perempuan

Kelanjutan penyakit HIV kurang-lebih lima kali lebih umum pada orang dengan anemia. Anemia juga dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Mengobati anemia tampaknya dapat menghapuskan risiko ini.

Bagaimana Anemia Diobati?

Mengobati anemia tergantung pada penyebabnya.

* Pertama, mengobati pendarahan kronis. Ini mungkin pendarahan dalam, wasir, atau bahkan sering mimisan
* Berikut, memperbaiki kelangkaan zat besi, vitamin B12 atau asam folat, jika ada
* Berhenti memakai, atau mengurangi dosis obat-obatan yang menyebabkan anemia

Pendekatan ini mungkin tidak berhasil. Mungkin mustahil berhenti memakai semua obat yang menyebabkan anemia. Dua pengobatan lain adalah transfusi darah dan suntikan EPO.

Transfusi darah dahulu satu-satunya pengobatan untuk anemia parah. Namun, transfusi darah dapat menyebabkan infeksi dan menekan sistem kekebalan tubuh. Transfusi darah tampaknya mengakibatkan kelanjutan penyakit HIV yang lebih cepat dan meningkatkan risiko kematian pada Odha.

EPO (eritropoietin) merangsang pembuatan sel darah merah. Pada 1985, ilmuwan berhasil membuat EPO sintetis (buatan manusia). EPO ini disuntik di bawah kulit, biasanya sekali seminggu.

Sebuah penelitian besar terhadap Odha menemukan bahwa suntikan EPO mengurangi risiko kematian. Transfusi darah tampaknya meningkatkan risiko kematian. Karena risiko dari transfusi darah, sebaiknya kita hindari transfusi untuk mengobati anemia.

Garis Dasar

Anemia menyebabkan kelelahan dan rasa kurang enak. Anemia juga meningkatkan risiko kelanjutan penyakit dan kematian. Anemia dapat diakibatkan infeksi HIV atau penyakit lain. Banyak obat yang dipakai untuk mengobati HIV dan infeksi terkait juga dapat menyebabkan anemia.

Anemia sejak awal adalah masalah untuk Odha. Angka anemia parah menurun secara bermakna di negara maju sejak orang mulai memakai ART. Namun hampir separuh Odha masih mengalami anemia ringan atau sedang.

Mengobati anemia meningkatkan kesehatan dan daya tahan hidup Odha. Memperbaiki pendarahan, atau kekurangan zat besi atau vitamin adalah langkah pertama. Jika memungkinkan, sebaiknya berhenti memakai obat-obatan yang menyebabkan anemia. Jika perlu, pasien sebaiknya diobati dengan eritropoietin (EPO), atau jika tidak ada pilihan lain, dengan transfusi darah.




Powered by Yahoo! Answers

Friday, May 23, 2014

Apa penyebab utama terjadinya kekurangan darah (anemia) ?

Q. termasuk gejala2 yg timbul akibat anemia juga pencegahannya ? Monggo di jawab ^_^

A. Penyakit Anemia adalah

ciri-ciri anemia

Penyakit anemia adalah kondisi dimana kadar sel darah merah atau Haemoglobin (Hb) dalam darah kurang atau tidak mencapai batas normal. Kadar Haemoglobin normal berbeda antara pria dan wanita. Namun menurut standar medis, seseorang dikatakan menderita anemia jika kadar haemoglobinnya dibawah 13.5 gr/100ml darah pada pria dan kurang dari 12.0gr/100ml darah pada wanita.

Penyebab Penyakit Anemia

Penyebab anemia sebenarnya secara umum bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sel darah merah sehingga berpengaruh pada siklus masa hidup normalnya. Siklus hidup sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 120 hari.

Penyebab anemia bisa dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

Karena berkurangnya produksi sel darah merah;
Karena proses kehilangan atau penghancuran sel darah merah yanng berlebihan.

Pembentukan sel darah merah terjadi di sum-sum tulang belakang, sehingga adanya pengurangan produksi sel darah merah bisa mengindikasikan adanya gangguan pada sum-sum tulang belakang atau bisa juga disebabkan oleh kurangnya asupan zat Besi (FE+) yang merupakan bahan dasar pembentuk sel darah merah.

Berikut adalah beberapa penyebab penyakit anemia yang lainnya

Tidak mengkonsumsi daging. Bagi kaum vegetarian tentu menghindari konsumsi daging. Hal ini menyebabkan mereka kekurangan vitamin B12 yang merupakan salah satu komponen pembentuk sel darah merah yang hanya ditemui dalam bahan makanan hewani seperti daging, ayam dan ikan. Pada orang non vegetarian, hampir tidak ditemui seseorang yang kekurangan vitamin B12 karena biasanya di dalam tubuh mereka terdapat cukup cadangan vitamin B12 untuk 5 tahun mendatang.
Menstruasi yang berlebihan juga merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia pada kaum wanita. Pada saat mentruasi, wanita dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kadar gizi tinggi seperti bayam dan susu agar asupan gisinya terpenuhi.
Kehamilan juga bisa menjadi penyebab anemia pada ibu karena janin ikut menyerap zat gizi dari makanan yang dikonsumsi ibu.
Obat-obatan tertensu seperti aspirin, pil KB, Anti Inflamasi dapat menghambat penyerapan zat besi dalam lambung sehingga menyebabkan timbulnya penyakit anemia.

Gejala Anemia

Seseorang yang mengidap penyakit anemia, biasanya memiliki gejala-gejala anemia sebagai berikut :

Muka atau wajah terlihat pucat merupakan gejala umum yang tampak pada penderita anemia;
Badan terasa lesu dan kurang semangat dalam beraktifitas terutama aktifitas fisik;
Tubuh mudah terasa lelah;
Mudah tersinggung karena hal-hal kecil;
Sering sakit kepala dan kehilangan nafsu makan bisa juga menjadi gejala anemia;
Sulit berkonsentrasi juga merupakan gejala yang timbul pada penderita anemia, dan hal ini dirasa sangat mengganggu karena berpengaruh pada produktifitas kerja;
Jika Anda sering mengalami sesak nafas, ini mungkin gejala anemia yang tergolong sedang atau bahkan berat.

untuk pencegahannya -->
Pencegahan yg terbaik adalah sebelum terjadi anemia,yaitu dengan menjaga agar dalam tubuh tersedia cukup zat besi untuk pembentukan sel darah.

Zat besi banyak dikandung dalam makanan,baik hewan,sayuran dan buah-buahan,seperti: hati,daging,telur,ikan,kentang,beras merah,kacang-kacangan,apel,jambu,pepaya,dan lain lain. Keseimbangan asupan gizi sangat diperlukan untuk menjaga agar tidak terkena anemia.

So,
CEGAH ANEMIA DENGAN:

> Makan
makanan yang
bergizi
> Lakukan
pemeriksaan
kehamilan
secara teratur
> Terapkan
perilaku hidup
bersih dan
sehat.

semoga membantu yah niah :)

anemia megaloblastik nich?
Q. tolong berikan sy penjelasan mengenai anemia megaloblastik donk,,,

A. Anemia adalah berkurangnya jumlah SDM (sel darah merah), kuantitas hemoglobin, dan volume packed red blood cells (hematokrit) hingga dibawah nilai normal per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu diagnosis melainkan suatu cerminan perubahan patofisiologik yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang seksama, pemeriksaan fisik, dan korfirmasi laboratorium
Karena semua sistem organ dapat terkena, maka pada anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis yang luas, bergantung pada kecepatan timbulnya anemia, usia individu, mekanisme kompensasi, tingkat aktivitas, keadaan penyakit yang mendasari, dan beratnya anemia
Anemia megaloblastik merupakan kelainan yang disebabkan oleh gangguan sintesis DNA dan ditandai oleh sel megaloblastik. Kriteria anemia dan defisisensi gizi menurut WHO 1972 sebagai berikut:
Dinyatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai pada golongan umur yang ada, yaitu:
Anak umur 6 bulan - 6 tahun : 11g/100ml
6 tahun- 14 tahun : 12g/100ml
Pria dewasa : 13gr/100ml
Perempuan dewasa tak hamil : 12 gr/100ml
Perempuan dewasa hamil : 11 gr/100ml
Anemia megaloblastik (Sel darah merah besar) diklasifikasikan secara morfologis sebagai anemia makrositik normokromik. Anemia megaloblastik sering disebabkan oleh defisiensi a yang mengakibatkan gangguan sintesis DNA, disertai kegagalan maturasi dan pembelahan int

anemia mikrositik hipokrom?
Q. hasil lab gambaran darah tepi anak saya usia 5 th 10 bulan,
* Eritrosit /GDT : Mikrosotik Hipokrom
Ovalosit(+), Fragmentosit(+),Sel target(++)
*Lekosit : kesan jumlah normal,morfologi normal
*Trombosit : kesan jumlah meningkat,morfologi normal
*Kesan : Anemia Mikrosotik Hipokrom dgn fragmentasi eritrosit
Trombositosis
*Saran Elektroforesis Hemoglobin
G6PD

kalau baca hasil diatas kira kira anak saya itu sakit anemia yang seperti apa?
terima kasih

A. anemia mikrositik hipokrom diagnosis bandingnya yaitu:
1. anemia karena kekurangan zat besi
2.thalasemia
3. sideroblastik anemia

namun dari pemeriksaan apus darah tepi ditemukan adanya sel fragment dan sel target,, diagnosis lebih kearah adanya hemolitik anemia,,, yaitu thalasemia. atau kekurangan enzim G6PD.
untuk memastikan diagnosa dilakukan elektrophoresis Hb,, karena umur anak ibu sudah 5 tahun maka seharusnya jenis Hb yang dominan adalah HB A,,,bila terjadi thalasemia maka yg akan mningkat adalah Hb F,,, yang mnunjukkan thalasemia Beta.

lalu lihat apakah kadar G6PD norml atau tidak,untukmenentukan apakah ada kekurangan enzim tersebut.
jadi masih ada dua kemungkinan penyakitnya

biasanya anemia hemolitic ini disertai dengan warna kuning pada tubuh bayi terutama terlihat pada sclera mata akibat pemecahan sel darah merah yang berlebihan sehingga terbentuk billirubin.

anemia aplastik pada anak selengkapnya ?
Q.

A. Aplastic anemia adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel darah. Kondisi, per namanya, melibatkan kedua aplasia dan anemia. Biasanya, anemia merujuk pada rendah jumlah sel darah merah, tapi pasien anemia aplastic menghitung lebih rendah dari ketiga jenis sel darah: sel darah merah, sel darah putih, dan platelet, disebut pancytopenia.

Diagnosis

Kondisi harus dibedakan dari sel darah merah murni aplasia. Dalam aplastic anemia pasien pancytopenia (yaitu, anemia, neutropenia dan trombositopenia) mengakibatkan penurunan semua elemen terbentuk. Sebaliknya, sel darah merah murni aplasia ditandai oleh penurunan dalam sel darah merah saja. Diagnosis hanya dapat dikonfirmasi pada pemeriksaan sumsum tulang. Sebelum dilakukan prosedur ini, pasien biasanya akan memiliki tes darah lain untuk menemukan petunjuk diagnostik, termasuk hitung darah lengkap (CBC), fungsi ginjal dan elektrolit, enzim hati, tes fungsi tiroid, vitamin B12 dan kadar asam folat.

Tes berikut bantuan dalam menentukan diagnosis diferensial untuk aplastic anemia:

1. Aspirasi sumsum tulang dan biopsi: untuk menyingkirkan penyebab lain pancytopenia (yaitu infiltrasi neoplastik atau myelofibrosis signifikan).
2. Sejarah paparan iatrogenik sitotoksik kemoterapi: dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang transien
3. X-ray, computed tomography (CT) scan, atau tes pencitraan USG: pembesaran kelenjar getah bening (tanda limfoma), ginjal dan tulang di lengan dan tangan (abnormal dalam Fanconi anemia)
4. Chest X-ray: infeksi
5. Tes hati: penyakit hati
6. Viral studi: infeksi virus
7. Vitamin B12 dan folat tingkat: kekurangan vitamin
8. Tes darah untuk paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
9. Test untuk antibodi: imun kompetensi

Perawatan

Kekebalan mengobati anemia yang diperantarai aplastic melibatkan penindasan sistem kekebalan tubuh, efek obat dicapai dengan asupan sehari-hari, atau, dalam kasus-kasus yang lebih parah, transplantasi sumsum tulang, penyembuhan potensial. sumsum tulang ditransplantasikan menggantikan sel-sel sumsum tulang gagal dengan yang baru dari donor yang cocok. Yang multipotent sel induk di sumsum tulang menyusun kembali semua tiga baris sel darah, memberikan pasien baru sistem kekebalan, sel-sel darah merah, dan platelet. Namun, selain risiko kegagalan graft, ada juga risiko bahwa yang baru dibuat sel-sel darah putih dapat menyerang seluruh tubuh ( "graft-versus-host penyakit").

Terapi medis anemia aplastic sering kali berisi kursus singkat anti-thymocyte globulin (ATG) atau anti-limfosit globulin (ALG) dan beberapa bulan pengobatan dengan ciclosporin untuk memodulasi sistem kekebalan. Ringan kemoterapi dengan agen seperti cyclophosphamide dan vincristine mungkin juga efektif. Antibodi terapi, seperti ATG, sasaran T-sel, yang diyakini untuk menyerang sumsum tulang. Steroid pada umumnya tidak efektif, meskipun sering digunakan untuk memerangi penyakit serum yang disebabkan oleh penggunaan ATG.

Salah satu penelitian prospektif yang melibatkan siklofosfamid dihentikan lebih awal karena insiden tinggi kematian, karena infeksi berat sebagai akibat dari neutropenia berkepanjangan.

Di masa lalu, sebelum perawatan di atas menjadi tersedia, pasien dengan menghitung Leukocyte rendah sering kali terbatas pada ruangan yang steril atau busa (untuk mengurangi risiko infeksi), seperti dalam kasus terkenal Ted Devita.

bagaimana cara mengurangi penyakit anemia?
Q. gejala anemia itu seperti apa dan akibat dari penyakit itu apa aja sih ?

A. Anemia sudah bukan penyakit "ibu-ibu". Remaja pun potensial kena. Biasanya, cewek lebih mudah menderita anemia dibanding cowok.

Anemia atau kurang darah karena kekurangan zat besi merupakan penyebab umum yang banyak ditemukan. Menurut data yang ada, anemia atau kurang darah merupakan masalah di Indonesia. Artinya, orang Indonesia masih banyak yang menderita anemia.


Mengapa kita perlu zat besi? Zat besi adalah mineral yang ada di dalam tubuh. Lebih kurang 70 persen zat besi dalam tubuh berada di dalam sel darah merah (hemoglobin) dan sebanyak 30 persen berada di dalam hati. Zat besi sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah yang sehat, yang diperlukan untuk mengangkut (transpor) oksigen ke seluruh bagian tubuh dan zat besi juga dapat mencegah terjadinya infeksi dalam tubuh.

Anemia adalah keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari batas normal. Batas Hb normal untuk remaja 120 gr per liter (WHO, 1995).

Mengapa cewek banyak menderita anemia?

Umumnya karena kandungan zat besi dalam menu makanan kita sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Zat besi yang banyak berasal dari makanan sumber hewani sangat jarang ada dalam menu sehari-hari, padahal zat besi dari sumber hewani lebih mudah diserap tubuh dan dapat membantu penyerapan zat besi yang berasal dari sumber nabati. Sedangkan makanan sumber nabati, walaupun kaya akan zat besi, tidak dapat diserap dengan baik dalam usus sehingga hanya sedikit sekali yang dapat digunakan dalam tubuh. Kebutuhan zat besi bagi remaja adalah 15 mg per hari.

Di samping itu, cewek mengeluarkan darah haid setiap bulan sehingga ikut pula terbuang sejumlah zat besi.

Kalau begitu, apa saja sih makanan yang menjadi sumber zat besi?

· Sumber hewani: daging, unggas (ayam, bebek, burung), ikan, hati, dan organ-organ bagian dalam (jeroan). Makanan sumber hewani ini sangat mudah diserap tubuh.

· Sumber nabati: sayur-sayuran hijau seperti kangkung, bayam, mengkudu, dan pecai; buah-buahan dan kacang-kacangan, serealia (beras, jagung, gandum). Sumber nabati ini sangat sedikit dapat diserap oleh tubuh. Untuk memperlancar penyerapan zat besi makanan sumber nabati ini, makanlah makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jambu biji, jeruk, apel, nanas, dan mangga.

Apa tanda-tanda dan gejala anemia?

Tanda-tanda fisik kalau seseorang kena anemia, antara lain, pucatnya kulit, bibir, lidah, kelopak mata bagian bawah, telapak tangan, dan kuku-kuku jari. Sedangkan gejala anemia antara lain mudah lelah, sulit tidur, lemah lesu, nafsu makan hilang atau berkurang, konsentrasi menurun, sakit kepala, dan mata berkunang-kunang kalau bangkit dari duduk.

Bagaimana cara mencegah dan mengobati anemia?

⢠Makanlah makanan yang kaya akan sumber zat besi secara teratur. Cara ini dapat memberikan efek positif jangka panjang bagi status zat besi dalam tubuh.

⢠Makanlah makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan zat besi.

⢠Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi seperti cacing

⢠Hindari minum teh, kopi, susu cokelat, setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

⢠Untuk pengobatan jangka pendek, minumlah pil penambah darah satu tablet seminggu sekali.




Powered by Yahoo! Answers

Friday, May 16, 2014

Apa penyebab utama terjadinya kekurangan darah (anemia) ?

Q. termasuk gejala2 yg timbul akibat anemia juga pencegahannya ? Monggo di jawab ^_^

A. Penyakit Anemia adalah

ciri-ciri anemia

Penyakit anemia adalah kondisi dimana kadar sel darah merah atau Haemoglobin (Hb) dalam darah kurang atau tidak mencapai batas normal. Kadar Haemoglobin normal berbeda antara pria dan wanita. Namun menurut standar medis, seseorang dikatakan menderita anemia jika kadar haemoglobinnya dibawah 13.5 gr/100ml darah pada pria dan kurang dari 12.0gr/100ml darah pada wanita.

Penyebab Penyakit Anemia

Penyebab anemia sebenarnya secara umum bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sel darah merah sehingga berpengaruh pada siklus masa hidup normalnya. Siklus hidup sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 120 hari.

Penyebab anemia bisa dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

Karena berkurangnya produksi sel darah merah;
Karena proses kehilangan atau penghancuran sel darah merah yanng berlebihan.

Pembentukan sel darah merah terjadi di sum-sum tulang belakang, sehingga adanya pengurangan produksi sel darah merah bisa mengindikasikan adanya gangguan pada sum-sum tulang belakang atau bisa juga disebabkan oleh kurangnya asupan zat Besi (FE+) yang merupakan bahan dasar pembentuk sel darah merah.

Berikut adalah beberapa penyebab penyakit anemia yang lainnya

Tidak mengkonsumsi daging. Bagi kaum vegetarian tentu menghindari konsumsi daging. Hal ini menyebabkan mereka kekurangan vitamin B12 yang merupakan salah satu komponen pembentuk sel darah merah yang hanya ditemui dalam bahan makanan hewani seperti daging, ayam dan ikan. Pada orang non vegetarian, hampir tidak ditemui seseorang yang kekurangan vitamin B12 karena biasanya di dalam tubuh mereka terdapat cukup cadangan vitamin B12 untuk 5 tahun mendatang.
Menstruasi yang berlebihan juga merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia pada kaum wanita. Pada saat mentruasi, wanita dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kadar gizi tinggi seperti bayam dan susu agar asupan gisinya terpenuhi.
Kehamilan juga bisa menjadi penyebab anemia pada ibu karena janin ikut menyerap zat gizi dari makanan yang dikonsumsi ibu.
Obat-obatan tertensu seperti aspirin, pil KB, Anti Inflamasi dapat menghambat penyerapan zat besi dalam lambung sehingga menyebabkan timbulnya penyakit anemia.

Gejala Anemia

Seseorang yang mengidap penyakit anemia, biasanya memiliki gejala-gejala anemia sebagai berikut :

Muka atau wajah terlihat pucat merupakan gejala umum yang tampak pada penderita anemia;
Badan terasa lesu dan kurang semangat dalam beraktifitas terutama aktifitas fisik;
Tubuh mudah terasa lelah;
Mudah tersinggung karena hal-hal kecil;
Sering sakit kepala dan kehilangan nafsu makan bisa juga menjadi gejala anemia;
Sulit berkonsentrasi juga merupakan gejala yang timbul pada penderita anemia, dan hal ini dirasa sangat mengganggu karena berpengaruh pada produktifitas kerja;
Jika Anda sering mengalami sesak nafas, ini mungkin gejala anemia yang tergolong sedang atau bahkan berat.

untuk pencegahannya -->
Pencegahan yg terbaik adalah sebelum terjadi anemia,yaitu dengan menjaga agar dalam tubuh tersedia cukup zat besi untuk pembentukan sel darah.

Zat besi banyak dikandung dalam makanan,baik hewan,sayuran dan buah-buahan,seperti: hati,daging,telur,ikan,kentang,beras merah,kacang-kacangan,apel,jambu,pepaya,dan lain lain. Keseimbangan asupan gizi sangat diperlukan untuk menjaga agar tidak terkena anemia.

So,
CEGAH ANEMIA DENGAN:

> Makan
makanan yang
bergizi
> Lakukan
pemeriksaan
kehamilan
secara teratur
> Terapkan
perilaku hidup
bersih dan
sehat.

semoga membantu yah niah :)

anemia mikrositik hipokrom?
Q. hasil lab gambaran darah tepi anak saya usia 5 th 10 bulan,
* Eritrosit /GDT : Mikrosotik Hipokrom
Ovalosit(+), Fragmentosit(+),Sel target(++)
*Lekosit : kesan jumlah normal,morfologi normal
*Trombosit : kesan jumlah meningkat,morfologi normal
*Kesan : Anemia Mikrosotik Hipokrom dgn fragmentasi eritrosit
Trombositosis
*Saran Elektroforesis Hemoglobin
G6PD

kalau baca hasil diatas kira kira anak saya itu sakit anemia yang seperti apa?
terima kasih

A. anemia mikrositik hipokrom diagnosis bandingnya yaitu:
1. anemia karena kekurangan zat besi
2.thalasemia
3. sideroblastik anemia

namun dari pemeriksaan apus darah tepi ditemukan adanya sel fragment dan sel target,, diagnosis lebih kearah adanya hemolitik anemia,,, yaitu thalasemia. atau kekurangan enzim G6PD.
untuk memastikan diagnosa dilakukan elektrophoresis Hb,, karena umur anak ibu sudah 5 tahun maka seharusnya jenis Hb yang dominan adalah HB A,,,bila terjadi thalasemia maka yg akan mningkat adalah Hb F,,, yang mnunjukkan thalasemia Beta.

lalu lihat apakah kadar G6PD norml atau tidak,untukmenentukan apakah ada kekurangan enzim tersebut.
jadi masih ada dua kemungkinan penyakitnya

biasanya anemia hemolitic ini disertai dengan warna kuning pada tubuh bayi terutama terlihat pada sclera mata akibat pemecahan sel darah merah yang berlebihan sehingga terbentuk billirubin.

anemia megaloblastik nich?
Q. tolong berikan sy penjelasan mengenai anemia megaloblastik donk,,,

A. Anemia adalah berkurangnya jumlah SDM (sel darah merah), kuantitas hemoglobin, dan volume packed red blood cells (hematokrit) hingga dibawah nilai normal per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu diagnosis melainkan suatu cerminan perubahan patofisiologik yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang seksama, pemeriksaan fisik, dan korfirmasi laboratorium
Karena semua sistem organ dapat terkena, maka pada anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis yang luas, bergantung pada kecepatan timbulnya anemia, usia individu, mekanisme kompensasi, tingkat aktivitas, keadaan penyakit yang mendasari, dan beratnya anemia
Anemia megaloblastik merupakan kelainan yang disebabkan oleh gangguan sintesis DNA dan ditandai oleh sel megaloblastik. Kriteria anemia dan defisisensi gizi menurut WHO 1972 sebagai berikut:
Dinyatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai pada golongan umur yang ada, yaitu:
Anak umur 6 bulan - 6 tahun : 11g/100ml
6 tahun- 14 tahun : 12g/100ml
Pria dewasa : 13gr/100ml
Perempuan dewasa tak hamil : 12 gr/100ml
Perempuan dewasa hamil : 11 gr/100ml
Anemia megaloblastik (Sel darah merah besar) diklasifikasikan secara morfologis sebagai anemia makrositik normokromik. Anemia megaloblastik sering disebabkan oleh defisiensi a yang mengakibatkan gangguan sintesis DNA, disertai kegagalan maturasi dan pembelahan int

anemia aplastik pada anak selengkapnya ?
Q.

A. Aplastic anemia adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel darah. Kondisi, per namanya, melibatkan kedua aplasia dan anemia. Biasanya, anemia merujuk pada rendah jumlah sel darah merah, tapi pasien anemia aplastic menghitung lebih rendah dari ketiga jenis sel darah: sel darah merah, sel darah putih, dan platelet, disebut pancytopenia.

Diagnosis

Kondisi harus dibedakan dari sel darah merah murni aplasia. Dalam aplastic anemia pasien pancytopenia (yaitu, anemia, neutropenia dan trombositopenia) mengakibatkan penurunan semua elemen terbentuk. Sebaliknya, sel darah merah murni aplasia ditandai oleh penurunan dalam sel darah merah saja. Diagnosis hanya dapat dikonfirmasi pada pemeriksaan sumsum tulang. Sebelum dilakukan prosedur ini, pasien biasanya akan memiliki tes darah lain untuk menemukan petunjuk diagnostik, termasuk hitung darah lengkap (CBC), fungsi ginjal dan elektrolit, enzim hati, tes fungsi tiroid, vitamin B12 dan kadar asam folat.

Tes berikut bantuan dalam menentukan diagnosis diferensial untuk aplastic anemia:

1. Aspirasi sumsum tulang dan biopsi: untuk menyingkirkan penyebab lain pancytopenia (yaitu infiltrasi neoplastik atau myelofibrosis signifikan).
2. Sejarah paparan iatrogenik sitotoksik kemoterapi: dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang transien
3. X-ray, computed tomography (CT) scan, atau tes pencitraan USG: pembesaran kelenjar getah bening (tanda limfoma), ginjal dan tulang di lengan dan tangan (abnormal dalam Fanconi anemia)
4. Chest X-ray: infeksi
5. Tes hati: penyakit hati
6. Viral studi: infeksi virus
7. Vitamin B12 dan folat tingkat: kekurangan vitamin
8. Tes darah untuk paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
9. Test untuk antibodi: imun kompetensi

Perawatan

Kekebalan mengobati anemia yang diperantarai aplastic melibatkan penindasan sistem kekebalan tubuh, efek obat dicapai dengan asupan sehari-hari, atau, dalam kasus-kasus yang lebih parah, transplantasi sumsum tulang, penyembuhan potensial. sumsum tulang ditransplantasikan menggantikan sel-sel sumsum tulang gagal dengan yang baru dari donor yang cocok. Yang multipotent sel induk di sumsum tulang menyusun kembali semua tiga baris sel darah, memberikan pasien baru sistem kekebalan, sel-sel darah merah, dan platelet. Namun, selain risiko kegagalan graft, ada juga risiko bahwa yang baru dibuat sel-sel darah putih dapat menyerang seluruh tubuh ( "graft-versus-host penyakit").

Terapi medis anemia aplastic sering kali berisi kursus singkat anti-thymocyte globulin (ATG) atau anti-limfosit globulin (ALG) dan beberapa bulan pengobatan dengan ciclosporin untuk memodulasi sistem kekebalan. Ringan kemoterapi dengan agen seperti cyclophosphamide dan vincristine mungkin juga efektif. Antibodi terapi, seperti ATG, sasaran T-sel, yang diyakini untuk menyerang sumsum tulang. Steroid pada umumnya tidak efektif, meskipun sering digunakan untuk memerangi penyakit serum yang disebabkan oleh penggunaan ATG.

Salah satu penelitian prospektif yang melibatkan siklofosfamid dihentikan lebih awal karena insiden tinggi kematian, karena infeksi berat sebagai akibat dari neutropenia berkepanjangan.

Di masa lalu, sebelum perawatan di atas menjadi tersedia, pasien dengan menghitung Leukocyte rendah sering kali terbatas pada ruangan yang steril atau busa (untuk mengurangi risiko infeksi), seperti dalam kasus terkenal Ted Devita.

bagaimana cara mengurangi penyakit anemia?
Q. gejala anemia itu seperti apa dan akibat dari penyakit itu apa aja sih ?

A. Anemia sudah bukan penyakit "ibu-ibu". Remaja pun potensial kena. Biasanya, cewek lebih mudah menderita anemia dibanding cowok.

Anemia atau kurang darah karena kekurangan zat besi merupakan penyebab umum yang banyak ditemukan. Menurut data yang ada, anemia atau kurang darah merupakan masalah di Indonesia. Artinya, orang Indonesia masih banyak yang menderita anemia.


Mengapa kita perlu zat besi? Zat besi adalah mineral yang ada di dalam tubuh. Lebih kurang 70 persen zat besi dalam tubuh berada di dalam sel darah merah (hemoglobin) dan sebanyak 30 persen berada di dalam hati. Zat besi sangat dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah yang sehat, yang diperlukan untuk mengangkut (transpor) oksigen ke seluruh bagian tubuh dan zat besi juga dapat mencegah terjadinya infeksi dalam tubuh.

Anemia adalah keadaan di mana kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari batas normal. Batas Hb normal untuk remaja 120 gr per liter (WHO, 1995).

Mengapa cewek banyak menderita anemia?

Umumnya karena kandungan zat besi dalam menu makanan kita sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Zat besi yang banyak berasal dari makanan sumber hewani sangat jarang ada dalam menu sehari-hari, padahal zat besi dari sumber hewani lebih mudah diserap tubuh dan dapat membantu penyerapan zat besi yang berasal dari sumber nabati. Sedangkan makanan sumber nabati, walaupun kaya akan zat besi, tidak dapat diserap dengan baik dalam usus sehingga hanya sedikit sekali yang dapat digunakan dalam tubuh. Kebutuhan zat besi bagi remaja adalah 15 mg per hari.

Di samping itu, cewek mengeluarkan darah haid setiap bulan sehingga ikut pula terbuang sejumlah zat besi.

Kalau begitu, apa saja sih makanan yang menjadi sumber zat besi?

· Sumber hewani: daging, unggas (ayam, bebek, burung), ikan, hati, dan organ-organ bagian dalam (jeroan). Makanan sumber hewani ini sangat mudah diserap tubuh.

· Sumber nabati: sayur-sayuran hijau seperti kangkung, bayam, mengkudu, dan pecai; buah-buahan dan kacang-kacangan, serealia (beras, jagung, gandum). Sumber nabati ini sangat sedikit dapat diserap oleh tubuh. Untuk memperlancar penyerapan zat besi makanan sumber nabati ini, makanlah makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jambu biji, jeruk, apel, nanas, dan mangga.

Apa tanda-tanda dan gejala anemia?

Tanda-tanda fisik kalau seseorang kena anemia, antara lain, pucatnya kulit, bibir, lidah, kelopak mata bagian bawah, telapak tangan, dan kuku-kuku jari. Sedangkan gejala anemia antara lain mudah lelah, sulit tidur, lemah lesu, nafsu makan hilang atau berkurang, konsentrasi menurun, sakit kepala, dan mata berkunang-kunang kalau bangkit dari duduk.

Bagaimana cara mencegah dan mengobati anemia?

⢠Makanlah makanan yang kaya akan sumber zat besi secara teratur. Cara ini dapat memberikan efek positif jangka panjang bagi status zat besi dalam tubuh.

⢠Makanlah makanan yang kaya sumber vitamin C untuk memperlancar penyerapan zat besi.

⢠Jagalah lingkungan sekitar agar tetap bersih untuk mencegah penyakit infeksi seperti cacing

⢠Hindari minum teh, kopi, susu cokelat, setelah makan karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

⢠Untuk pengobatan jangka pendek, minumlah pil penambah darah satu tablet seminggu sekali.




Powered by Yahoo! Answers

Tuesday, May 13, 2014

apa itu anemia sel sabit?

Q. mo nanya nihh apa itu anemia sel sabit . .
truss apa ciri-cirinya..
tmen sayah ada yg kena penyakit seperti itu..
truss gmana cara mengobatinya n dimana tempatnya
thanks a lot...

A. Anemia Sel Sabit #

Di Pusat Anemia Sel Sabit di Benin City, Nigeria, ibu Tope
mengetahui bahwa anemia sel sabit merupakan kelainan dalam
darah. Anak-anak mewarisi anemia sel sabit dari kedua orangtuanya
Itu tidak menular. Tidak mungkin Anda akan tertular kelainan ini
dari orang lain. Anda menderita kelainan itu karena faktor
keturunan bukan karena faktor-faktor lain.

Anemia sel sabit sebagian besar terdapat pada orang-orang
keturunan Afrika. Dr. I. U. Omoike, direktur dari Pusat Anemia
Sel Sabit, memberitahu, " Nigeria memiliki jumlah penduduk orang
kulit hitam terbesar dibandingkan dengan negara mana pun dan
oleh karena itu mempunyai jumlah terbesar dari pengidap kelainan
anemia sel sabit dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya.
Hal itu membuat negara ini menjadi ibu kota sel sabit sedunia.

# Problem di Dalam Darah #

Untuk memahami kelainan itu, kita perlu tahu apa yang dilakukan
darah dan bagaimana darah mengalir di dalam tubuh.
Sel-sel darah merah di dalam darah bergerak ke paru-paru, tempat
sel-sel itu mengambil persediaan oksigen makanan untuk tubuh.
Kemudian mereka meninggalkan paru-paru dan pergi dengan cepat
melalui pembuluh nadi ke semua bagian tubuh. Akhirnya, "jalanan"
menjadi begitu sempit sehingga sel-sel darah merah hanya dapat
bergerak dalam jalur tunggal melalui pembuluh darah yang kecil.
Disitulah mereka menyimpan muatan oksigen mereka, yang
memberi makanan bagi sel-sel tubuh.

Sel darah merah yang normal bentuknya bundar seperti uang
logam dan bergerak melalui pembuluh darah yang terkecil dengan
cukup mudah. Tetapi dalam tubuh orang-orang yang mengidap
anemia sel sabit, sel-sel darah menjadi rusak. Mereka kehilangan
bentuknya yang bundar dan berubah bentuk menyerupai pisang
atau sabit. Sel-sel darah yang berbentuk sabit ini macet di
pembuluh-pembuluh kecil di dalam tubuh, menghalangi laju sel-
sel darah merah yang lain. Sewaktu aliran darah ke bagian-bagian
tubuh berkurang, persediaan oksigen terpututs dan akibatnya
terjadilah rasa nyeri.
Krisis sel sabit pada umumnya menimbulkan rasa nyeri yang
menyiksa pada tulang dan persendian. Timbulnya krisis itu tidak
dapat diprediksi; hal itu bisa jarang terjadi atau setiap bulan.

# Simtomnya #

Simtomnya sering kali Muncul Setelah sang anak mencapai usia
enam bulan. Salah satu simtom pertamanya adalah bengkak yang
menimbulkan nyeri pada tangan atau kaki atau keduanya.
Warna putih pada mata bisa jadi tampak kuning. Lidah, bibir, dan
telapak tangan menjadi lebih pucat dibandingkan dengan biasanya.

Sewaktu sel berbetuk sabit menyumbat pembuluh darah, rasa
nyeri umumnya terjadi pada persendiaan. Rasa nyeri yang parah
dapat juga menggangu bekerjanya otak, paru-paru, jantung, ginjal,
dan limpa, kadang-kadang di sertai akibat yang fatal. Anak-anak
dapat terserang kejang-kejang atau pingsan. Mereka yang
mengidap anemia sel sabit khususnya mudah tertular penyakit,
karena kelainan ini melemahkan daya tahan alamiah tubuh.
Infeksi merupakan penyebab umum dari kematian.
Tentu saja, tidak semua pengidap anemia sel sabit mempunyai
simtom-simtom ini.

# Pengobatan #

Tetapi sekarang ini, belum ada penyembuhannya untuk
anemia sel sabit; ini adalah kelainan seumur hidup. Akan tetapi,
ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk
memperkecil seringnya krisis, dan ada cara-cara untuk
mengatasinya bila itu terjadi.

Bila terjadi krisis, orang tua hendaknya memberi anak mereka
minum banyak air. Mereka juga dapat memberikan obat ringan
penghilang rasa nyeri. Bahkan obat keras kadang-kadang tidak
banyak mengurangi rasa nyeri. Akan tetapi, tidak perlu panik.
Dalam hampir semua kasus, setelah beberapa jam atau beberapa
hari, rasa nyeri itu berkurang dan sang penderita kembali pulih.

# Pencegahan Krisis #

Air memudahkan darah untuk mengalir di dalam pembuluh darah
di dalam tubuh. Orang dewasa yang mengidap anemia sel sabit
hendaknya minum tiga hingga empat liter air setiap hari. Anak-anak,
tentu saja, minum lebih sedikit.

Karena penyakit dapat menimbulkan krisis yang berbahaya,
mereka yang mengidap anemia sel sabit perlu bekerja keras untuk
mempertahankan kesehatan yang baik. Mereka dapat melakukan
hal ini dengan menjaga kebersihan pribadi, dengan menghindari
aktivitas berat yang berkepanjangan, dan dengan menyantap
menu yang seimbang dari makanan yang baik. para dokter juga
menyarankan bahwa diet harus diperkuat dengan multivitamin
dan asam folik.

Mereka yang mengidap anemia sel sabit dianjurkan untuk
menghindari gigitan nyamuk dan minum obat untuk melindungi
diri terhadap penyakit itu. Karena malaria menghancurkan sel-sel
darah merah, hal itu khususnya dapat berbahaya bagi seseorang
yang mengidap anemia sel sabit.

Para Pengidap anemia sel sabit hendaknya juga melakukan
pemeriksaan medis yang teratur. Infeksi, penyakit, atau luka apa
pun hendaknya segera mendapat perhatian medis. Jika pedoman
ini di ikuti dengan saksama, maka ini memungkinkan banyak

Apa penyebab utama terjadinya kekurangan darah (anemia) ?
Q. termasuk gejala2 yg timbul akibat anemia juga pencegahannya ? Monggo di jawab ^_^

A. Penyakit Anemia adalah

ciri-ciri anemia

Penyakit anemia adalah kondisi dimana kadar sel darah merah atau Haemoglobin (Hb) dalam darah kurang atau tidak mencapai batas normal. Kadar Haemoglobin normal berbeda antara pria dan wanita. Namun menurut standar medis, seseorang dikatakan menderita anemia jika kadar haemoglobinnya dibawah 13.5 gr/100ml darah pada pria dan kurang dari 12.0gr/100ml darah pada wanita.

Penyebab Penyakit Anemia

Penyebab anemia sebenarnya secara umum bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sel darah merah sehingga berpengaruh pada siklus masa hidup normalnya. Siklus hidup sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 120 hari.

Penyebab anemia bisa dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

Karena berkurangnya produksi sel darah merah;
Karena proses kehilangan atau penghancuran sel darah merah yanng berlebihan.

Pembentukan sel darah merah terjadi di sum-sum tulang belakang, sehingga adanya pengurangan produksi sel darah merah bisa mengindikasikan adanya gangguan pada sum-sum tulang belakang atau bisa juga disebabkan oleh kurangnya asupan zat Besi (FE+) yang merupakan bahan dasar pembentuk sel darah merah.

Berikut adalah beberapa penyebab penyakit anemia yang lainnya

Tidak mengkonsumsi daging. Bagi kaum vegetarian tentu menghindari konsumsi daging. Hal ini menyebabkan mereka kekurangan vitamin B12 yang merupakan salah satu komponen pembentuk sel darah merah yang hanya ditemui dalam bahan makanan hewani seperti daging, ayam dan ikan. Pada orang non vegetarian, hampir tidak ditemui seseorang yang kekurangan vitamin B12 karena biasanya di dalam tubuh mereka terdapat cukup cadangan vitamin B12 untuk 5 tahun mendatang.
Menstruasi yang berlebihan juga merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia pada kaum wanita. Pada saat mentruasi, wanita dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kadar gizi tinggi seperti bayam dan susu agar asupan gisinya terpenuhi.
Kehamilan juga bisa menjadi penyebab anemia pada ibu karena janin ikut menyerap zat gizi dari makanan yang dikonsumsi ibu.
Obat-obatan tertensu seperti aspirin, pil KB, Anti Inflamasi dapat menghambat penyerapan zat besi dalam lambung sehingga menyebabkan timbulnya penyakit anemia.

Gejala Anemia

Seseorang yang mengidap penyakit anemia, biasanya memiliki gejala-gejala anemia sebagai berikut :

Muka atau wajah terlihat pucat merupakan gejala umum yang tampak pada penderita anemia;
Badan terasa lesu dan kurang semangat dalam beraktifitas terutama aktifitas fisik;
Tubuh mudah terasa lelah;
Mudah tersinggung karena hal-hal kecil;
Sering sakit kepala dan kehilangan nafsu makan bisa juga menjadi gejala anemia;
Sulit berkonsentrasi juga merupakan gejala yang timbul pada penderita anemia, dan hal ini dirasa sangat mengganggu karena berpengaruh pada produktifitas kerja;
Jika Anda sering mengalami sesak nafas, ini mungkin gejala anemia yang tergolong sedang atau bahkan berat.

untuk pencegahannya -->
Pencegahan yg terbaik adalah sebelum terjadi anemia,yaitu dengan menjaga agar dalam tubuh tersedia cukup zat besi untuk pembentukan sel darah.

Zat besi banyak dikandung dalam makanan,baik hewan,sayuran dan buah-buahan,seperti: hati,daging,telur,ikan,kentang,beras merah,kacang-kacangan,apel,jambu,pepaya,dan lain lain. Keseimbangan asupan gizi sangat diperlukan untuk menjaga agar tidak terkena anemia.

So,
CEGAH ANEMIA DENGAN:

> Makan
makanan yang
bergizi
> Lakukan
pemeriksaan
kehamilan
secara teratur
> Terapkan
perilaku hidup
bersih dan
sehat.

semoga membantu yah niah :)

anemia megaloblastik nich?
Q. tolong berikan sy penjelasan mengenai anemia megaloblastik donk,,,

A. Anemia adalah berkurangnya jumlah SDM (sel darah merah), kuantitas hemoglobin, dan volume packed red blood cells (hematokrit) hingga dibawah nilai normal per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu diagnosis melainkan suatu cerminan perubahan patofisiologik yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang seksama, pemeriksaan fisik, dan korfirmasi laboratorium
Karena semua sistem organ dapat terkena, maka pada anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis yang luas, bergantung pada kecepatan timbulnya anemia, usia individu, mekanisme kompensasi, tingkat aktivitas, keadaan penyakit yang mendasari, dan beratnya anemia
Anemia megaloblastik merupakan kelainan yang disebabkan oleh gangguan sintesis DNA dan ditandai oleh sel megaloblastik. Kriteria anemia dan defisisensi gizi menurut WHO 1972 sebagai berikut:
Dinyatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai pada golongan umur yang ada, yaitu:
Anak umur 6 bulan - 6 tahun : 11g/100ml
6 tahun- 14 tahun : 12g/100ml
Pria dewasa : 13gr/100ml
Perempuan dewasa tak hamil : 12 gr/100ml
Perempuan dewasa hamil : 11 gr/100ml
Anemia megaloblastik (Sel darah merah besar) diklasifikasikan secara morfologis sebagai anemia makrositik normokromik. Anemia megaloblastik sering disebabkan oleh defisiensi a yang mengakibatkan gangguan sintesis DNA, disertai kegagalan maturasi dan pembelahan int

anemia mikrositik hipokrom?
Q. hasil lab gambaran darah tepi anak saya usia 5 th 10 bulan,
* Eritrosit /GDT : Mikrosotik Hipokrom
Ovalosit(+), Fragmentosit(+),Sel target(++)
*Lekosit : kesan jumlah normal,morfologi normal
*Trombosit : kesan jumlah meningkat,morfologi normal
*Kesan : Anemia Mikrosotik Hipokrom dgn fragmentasi eritrosit
Trombositosis
*Saran Elektroforesis Hemoglobin
G6PD

kalau baca hasil diatas kira kira anak saya itu sakit anemia yang seperti apa?
terima kasih

A. anemia mikrositik hipokrom diagnosis bandingnya yaitu:
1. anemia karena kekurangan zat besi
2.thalasemia
3. sideroblastik anemia

namun dari pemeriksaan apus darah tepi ditemukan adanya sel fragment dan sel target,, diagnosis lebih kearah adanya hemolitik anemia,,, yaitu thalasemia. atau kekurangan enzim G6PD.
untuk memastikan diagnosa dilakukan elektrophoresis Hb,, karena umur anak ibu sudah 5 tahun maka seharusnya jenis Hb yang dominan adalah HB A,,,bila terjadi thalasemia maka yg akan mningkat adalah Hb F,,, yang mnunjukkan thalasemia Beta.

lalu lihat apakah kadar G6PD norml atau tidak,untukmenentukan apakah ada kekurangan enzim tersebut.
jadi masih ada dua kemungkinan penyakitnya

biasanya anemia hemolitic ini disertai dengan warna kuning pada tubuh bayi terutama terlihat pada sclera mata akibat pemecahan sel darah merah yang berlebihan sehingga terbentuk billirubin.

anemia aplastik pada anak selengkapnya ?
Q.

A. Aplastic anemia adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel darah. Kondisi, per namanya, melibatkan kedua aplasia dan anemia. Biasanya, anemia merujuk pada rendah jumlah sel darah merah, tapi pasien anemia aplastic menghitung lebih rendah dari ketiga jenis sel darah: sel darah merah, sel darah putih, dan platelet, disebut pancytopenia.

Diagnosis

Kondisi harus dibedakan dari sel darah merah murni aplasia. Dalam aplastic anemia pasien pancytopenia (yaitu, anemia, neutropenia dan trombositopenia) mengakibatkan penurunan semua elemen terbentuk. Sebaliknya, sel darah merah murni aplasia ditandai oleh penurunan dalam sel darah merah saja. Diagnosis hanya dapat dikonfirmasi pada pemeriksaan sumsum tulang. Sebelum dilakukan prosedur ini, pasien biasanya akan memiliki tes darah lain untuk menemukan petunjuk diagnostik, termasuk hitung darah lengkap (CBC), fungsi ginjal dan elektrolit, enzim hati, tes fungsi tiroid, vitamin B12 dan kadar asam folat.

Tes berikut bantuan dalam menentukan diagnosis diferensial untuk aplastic anemia:

1. Aspirasi sumsum tulang dan biopsi: untuk menyingkirkan penyebab lain pancytopenia (yaitu infiltrasi neoplastik atau myelofibrosis signifikan).
2. Sejarah paparan iatrogenik sitotoksik kemoterapi: dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang transien
3. X-ray, computed tomography (CT) scan, atau tes pencitraan USG: pembesaran kelenjar getah bening (tanda limfoma), ginjal dan tulang di lengan dan tangan (abnormal dalam Fanconi anemia)
4. Chest X-ray: infeksi
5. Tes hati: penyakit hati
6. Viral studi: infeksi virus
7. Vitamin B12 dan folat tingkat: kekurangan vitamin
8. Tes darah untuk paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
9. Test untuk antibodi: imun kompetensi

Perawatan

Kekebalan mengobati anemia yang diperantarai aplastic melibatkan penindasan sistem kekebalan tubuh, efek obat dicapai dengan asupan sehari-hari, atau, dalam kasus-kasus yang lebih parah, transplantasi sumsum tulang, penyembuhan potensial. sumsum tulang ditransplantasikan menggantikan sel-sel sumsum tulang gagal dengan yang baru dari donor yang cocok. Yang multipotent sel induk di sumsum tulang menyusun kembali semua tiga baris sel darah, memberikan pasien baru sistem kekebalan, sel-sel darah merah, dan platelet. Namun, selain risiko kegagalan graft, ada juga risiko bahwa yang baru dibuat sel-sel darah putih dapat menyerang seluruh tubuh ( "graft-versus-host penyakit").

Terapi medis anemia aplastic sering kali berisi kursus singkat anti-thymocyte globulin (ATG) atau anti-limfosit globulin (ALG) dan beberapa bulan pengobatan dengan ciclosporin untuk memodulasi sistem kekebalan. Ringan kemoterapi dengan agen seperti cyclophosphamide dan vincristine mungkin juga efektif. Antibodi terapi, seperti ATG, sasaran T-sel, yang diyakini untuk menyerang sumsum tulang. Steroid pada umumnya tidak efektif, meskipun sering digunakan untuk memerangi penyakit serum yang disebabkan oleh penggunaan ATG.

Salah satu penelitian prospektif yang melibatkan siklofosfamid dihentikan lebih awal karena insiden tinggi kematian, karena infeksi berat sebagai akibat dari neutropenia berkepanjangan.

Di masa lalu, sebelum perawatan di atas menjadi tersedia, pasien dengan menghitung Leukocyte rendah sering kali terbatas pada ruangan yang steril atau busa (untuk mengurangi risiko infeksi), seperti dalam kasus terkenal Ted Devita.




Powered by Yahoo! Answers

Monday, May 12, 2014

apa itu anemia sel sabit?

Q. mo nanya nihh apa itu anemia sel sabit . .
truss apa ciri-cirinya..
tmen sayah ada yg kena penyakit seperti itu..
truss gmana cara mengobatinya n dimana tempatnya
thanks a lot...

A. Anemia Sel Sabit #

Di Pusat Anemia Sel Sabit di Benin City, Nigeria, ibu Tope
mengetahui bahwa anemia sel sabit merupakan kelainan dalam
darah. Anak-anak mewarisi anemia sel sabit dari kedua orangtuanya
Itu tidak menular. Tidak mungkin Anda akan tertular kelainan ini
dari orang lain. Anda menderita kelainan itu karena faktor
keturunan bukan karena faktor-faktor lain.

Anemia sel sabit sebagian besar terdapat pada orang-orang
keturunan Afrika. Dr. I. U. Omoike, direktur dari Pusat Anemia
Sel Sabit, memberitahu, " Nigeria memiliki jumlah penduduk orang
kulit hitam terbesar dibandingkan dengan negara mana pun dan
oleh karena itu mempunyai jumlah terbesar dari pengidap kelainan
anemia sel sabit dibandingkan dengan bangsa-bangsa lainnya.
Hal itu membuat negara ini menjadi ibu kota sel sabit sedunia.

# Problem di Dalam Darah #

Untuk memahami kelainan itu, kita perlu tahu apa yang dilakukan
darah dan bagaimana darah mengalir di dalam tubuh.
Sel-sel darah merah di dalam darah bergerak ke paru-paru, tempat
sel-sel itu mengambil persediaan oksigen makanan untuk tubuh.
Kemudian mereka meninggalkan paru-paru dan pergi dengan cepat
melalui pembuluh nadi ke semua bagian tubuh. Akhirnya, "jalanan"
menjadi begitu sempit sehingga sel-sel darah merah hanya dapat
bergerak dalam jalur tunggal melalui pembuluh darah yang kecil.
Disitulah mereka menyimpan muatan oksigen mereka, yang
memberi makanan bagi sel-sel tubuh.

Sel darah merah yang normal bentuknya bundar seperti uang
logam dan bergerak melalui pembuluh darah yang terkecil dengan
cukup mudah. Tetapi dalam tubuh orang-orang yang mengidap
anemia sel sabit, sel-sel darah menjadi rusak. Mereka kehilangan
bentuknya yang bundar dan berubah bentuk menyerupai pisang
atau sabit. Sel-sel darah yang berbentuk sabit ini macet di
pembuluh-pembuluh kecil di dalam tubuh, menghalangi laju sel-
sel darah merah yang lain. Sewaktu aliran darah ke bagian-bagian
tubuh berkurang, persediaan oksigen terpututs dan akibatnya
terjadilah rasa nyeri.
Krisis sel sabit pada umumnya menimbulkan rasa nyeri yang
menyiksa pada tulang dan persendian. Timbulnya krisis itu tidak
dapat diprediksi; hal itu bisa jarang terjadi atau setiap bulan.

# Simtomnya #

Simtomnya sering kali Muncul Setelah sang anak mencapai usia
enam bulan. Salah satu simtom pertamanya adalah bengkak yang
menimbulkan nyeri pada tangan atau kaki atau keduanya.
Warna putih pada mata bisa jadi tampak kuning. Lidah, bibir, dan
telapak tangan menjadi lebih pucat dibandingkan dengan biasanya.

Sewaktu sel berbetuk sabit menyumbat pembuluh darah, rasa
nyeri umumnya terjadi pada persendiaan. Rasa nyeri yang parah
dapat juga menggangu bekerjanya otak, paru-paru, jantung, ginjal,
dan limpa, kadang-kadang di sertai akibat yang fatal. Anak-anak
dapat terserang kejang-kejang atau pingsan. Mereka yang
mengidap anemia sel sabit khususnya mudah tertular penyakit,
karena kelainan ini melemahkan daya tahan alamiah tubuh.
Infeksi merupakan penyebab umum dari kematian.
Tentu saja, tidak semua pengidap anemia sel sabit mempunyai
simtom-simtom ini.

# Pengobatan #

Tetapi sekarang ini, belum ada penyembuhannya untuk
anemia sel sabit; ini adalah kelainan seumur hidup. Akan tetapi,
ada beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan untuk
memperkecil seringnya krisis, dan ada cara-cara untuk
mengatasinya bila itu terjadi.

Bila terjadi krisis, orang tua hendaknya memberi anak mereka
minum banyak air. Mereka juga dapat memberikan obat ringan
penghilang rasa nyeri. Bahkan obat keras kadang-kadang tidak
banyak mengurangi rasa nyeri. Akan tetapi, tidak perlu panik.
Dalam hampir semua kasus, setelah beberapa jam atau beberapa
hari, rasa nyeri itu berkurang dan sang penderita kembali pulih.

# Pencegahan Krisis #

Air memudahkan darah untuk mengalir di dalam pembuluh darah
di dalam tubuh. Orang dewasa yang mengidap anemia sel sabit
hendaknya minum tiga hingga empat liter air setiap hari. Anak-anak,
tentu saja, minum lebih sedikit.

Karena penyakit dapat menimbulkan krisis yang berbahaya,
mereka yang mengidap anemia sel sabit perlu bekerja keras untuk
mempertahankan kesehatan yang baik. Mereka dapat melakukan
hal ini dengan menjaga kebersihan pribadi, dengan menghindari
aktivitas berat yang berkepanjangan, dan dengan menyantap
menu yang seimbang dari makanan yang baik. para dokter juga
menyarankan bahwa diet harus diperkuat dengan multivitamin
dan asam folik.

Mereka yang mengidap anemia sel sabit dianjurkan untuk
menghindari gigitan nyamuk dan minum obat untuk melindungi
diri terhadap penyakit itu. Karena malaria menghancurkan sel-sel
darah merah, hal itu khususnya dapat berbahaya bagi seseorang
yang mengidap anemia sel sabit.

Para Pengidap anemia sel sabit hendaknya juga melakukan
pemeriksaan medis yang teratur. Infeksi, penyakit, atau luka apa
pun hendaknya segera mendapat perhatian medis. Jika pedoman
ini di ikuti dengan saksama, maka ini memungkinkan banyak

Apa penyebab utama terjadinya kekurangan darah (anemia) ?
Q. termasuk gejala2 yg timbul akibat anemia juga pencegahannya ? Monggo di jawab ^_^

A. Penyakit Anemia adalah

ciri-ciri anemia

Penyakit anemia adalah kondisi dimana kadar sel darah merah atau Haemoglobin (Hb) dalam darah kurang atau tidak mencapai batas normal. Kadar Haemoglobin normal berbeda antara pria dan wanita. Namun menurut standar medis, seseorang dikatakan menderita anemia jika kadar haemoglobinnya dibawah 13.5 gr/100ml darah pada pria dan kurang dari 12.0gr/100ml darah pada wanita.

Penyebab Penyakit Anemia

Penyebab anemia sebenarnya secara umum bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sel darah merah sehingga berpengaruh pada siklus masa hidup normalnya. Siklus hidup sel darah merah normal pada manusia adalah sekitar 120 hari.

Penyebab anemia bisa dikelompokkan menjadi 2, yaitu :

Karena berkurangnya produksi sel darah merah;
Karena proses kehilangan atau penghancuran sel darah merah yanng berlebihan.

Pembentukan sel darah merah terjadi di sum-sum tulang belakang, sehingga adanya pengurangan produksi sel darah merah bisa mengindikasikan adanya gangguan pada sum-sum tulang belakang atau bisa juga disebabkan oleh kurangnya asupan zat Besi (FE+) yang merupakan bahan dasar pembentuk sel darah merah.

Berikut adalah beberapa penyebab penyakit anemia yang lainnya

Tidak mengkonsumsi daging. Bagi kaum vegetarian tentu menghindari konsumsi daging. Hal ini menyebabkan mereka kekurangan vitamin B12 yang merupakan salah satu komponen pembentuk sel darah merah yang hanya ditemui dalam bahan makanan hewani seperti daging, ayam dan ikan. Pada orang non vegetarian, hampir tidak ditemui seseorang yang kekurangan vitamin B12 karena biasanya di dalam tubuh mereka terdapat cukup cadangan vitamin B12 untuk 5 tahun mendatang.
Menstruasi yang berlebihan juga merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia pada kaum wanita. Pada saat mentruasi, wanita dianjurkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan kadar gizi tinggi seperti bayam dan susu agar asupan gisinya terpenuhi.
Kehamilan juga bisa menjadi penyebab anemia pada ibu karena janin ikut menyerap zat gizi dari makanan yang dikonsumsi ibu.
Obat-obatan tertensu seperti aspirin, pil KB, Anti Inflamasi dapat menghambat penyerapan zat besi dalam lambung sehingga menyebabkan timbulnya penyakit anemia.

Gejala Anemia

Seseorang yang mengidap penyakit anemia, biasanya memiliki gejala-gejala anemia sebagai berikut :

Muka atau wajah terlihat pucat merupakan gejala umum yang tampak pada penderita anemia;
Badan terasa lesu dan kurang semangat dalam beraktifitas terutama aktifitas fisik;
Tubuh mudah terasa lelah;
Mudah tersinggung karena hal-hal kecil;
Sering sakit kepala dan kehilangan nafsu makan bisa juga menjadi gejala anemia;
Sulit berkonsentrasi juga merupakan gejala yang timbul pada penderita anemia, dan hal ini dirasa sangat mengganggu karena berpengaruh pada produktifitas kerja;
Jika Anda sering mengalami sesak nafas, ini mungkin gejala anemia yang tergolong sedang atau bahkan berat.

untuk pencegahannya -->
Pencegahan yg terbaik adalah sebelum terjadi anemia,yaitu dengan menjaga agar dalam tubuh tersedia cukup zat besi untuk pembentukan sel darah.

Zat besi banyak dikandung dalam makanan,baik hewan,sayuran dan buah-buahan,seperti: hati,daging,telur,ikan,kentang,beras merah,kacang-kacangan,apel,jambu,pepaya,dan lain lain. Keseimbangan asupan gizi sangat diperlukan untuk menjaga agar tidak terkena anemia.

So,
CEGAH ANEMIA DENGAN:

> Makan
makanan yang
bergizi
> Lakukan
pemeriksaan
kehamilan
secara teratur
> Terapkan
perilaku hidup
bersih dan
sehat.

semoga membantu yah niah :)

anemia mikrositik hipokrom?
Q. hasil lab gambaran darah tepi anak saya usia 5 th 10 bulan,
* Eritrosit /GDT : Mikrosotik Hipokrom
Ovalosit(+), Fragmentosit(+),Sel target(++)
*Lekosit : kesan jumlah normal,morfologi normal
*Trombosit : kesan jumlah meningkat,morfologi normal
*Kesan : Anemia Mikrosotik Hipokrom dgn fragmentasi eritrosit
Trombositosis
*Saran Elektroforesis Hemoglobin
G6PD

kalau baca hasil diatas kira kira anak saya itu sakit anemia yang seperti apa?
terima kasih

A. anemia mikrositik hipokrom diagnosis bandingnya yaitu:
1. anemia karena kekurangan zat besi
2.thalasemia
3. sideroblastik anemia

namun dari pemeriksaan apus darah tepi ditemukan adanya sel fragment dan sel target,, diagnosis lebih kearah adanya hemolitik anemia,,, yaitu thalasemia. atau kekurangan enzim G6PD.
untuk memastikan diagnosa dilakukan elektrophoresis Hb,, karena umur anak ibu sudah 5 tahun maka seharusnya jenis Hb yang dominan adalah HB A,,,bila terjadi thalasemia maka yg akan mningkat adalah Hb F,,, yang mnunjukkan thalasemia Beta.

lalu lihat apakah kadar G6PD norml atau tidak,untukmenentukan apakah ada kekurangan enzim tersebut.
jadi masih ada dua kemungkinan penyakitnya

biasanya anemia hemolitic ini disertai dengan warna kuning pada tubuh bayi terutama terlihat pada sclera mata akibat pemecahan sel darah merah yang berlebihan sehingga terbentuk billirubin.

anemia megaloblastik nich?
Q. tolong berikan sy penjelasan mengenai anemia megaloblastik donk,,,

A. Anemia adalah berkurangnya jumlah SDM (sel darah merah), kuantitas hemoglobin, dan volume packed red blood cells (hematokrit) hingga dibawah nilai normal per 100 ml darah. Dengan demikian, anemia bukan suatu diagnosis melainkan suatu cerminan perubahan patofisiologik yang mendasar yang diuraikan melalui anamnesis yang seksama, pemeriksaan fisik, dan korfirmasi laboratorium
Karena semua sistem organ dapat terkena, maka pada anemia dapat menimbulkan manifestasi klinis yang luas, bergantung pada kecepatan timbulnya anemia, usia individu, mekanisme kompensasi, tingkat aktivitas, keadaan penyakit yang mendasari, dan beratnya anemia
Anemia megaloblastik merupakan kelainan yang disebabkan oleh gangguan sintesis DNA dan ditandai oleh sel megaloblastik. Kriteria anemia dan defisisensi gizi menurut WHO 1972 sebagai berikut:
Dinyatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) lebih rendah dari nilai pada golongan umur yang ada, yaitu:
Anak umur 6 bulan - 6 tahun : 11g/100ml
6 tahun- 14 tahun : 12g/100ml
Pria dewasa : 13gr/100ml
Perempuan dewasa tak hamil : 12 gr/100ml
Perempuan dewasa hamil : 11 gr/100ml
Anemia megaloblastik (Sel darah merah besar) diklasifikasikan secara morfologis sebagai anemia makrositik normokromik. Anemia megaloblastik sering disebabkan oleh defisiensi a yang mengakibatkan gangguan sintesis DNA, disertai kegagalan maturasi dan pembelahan int

anemia aplastik pada anak selengkapnya ?
Q.

A. Aplastic anemia adalah suatu kondisi dimana sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel darah. Kondisi, per namanya, melibatkan kedua aplasia dan anemia. Biasanya, anemia merujuk pada rendah jumlah sel darah merah, tapi pasien anemia aplastic menghitung lebih rendah dari ketiga jenis sel darah: sel darah merah, sel darah putih, dan platelet, disebut pancytopenia.

Diagnosis

Kondisi harus dibedakan dari sel darah merah murni aplasia. Dalam aplastic anemia pasien pancytopenia (yaitu, anemia, neutropenia dan trombositopenia) mengakibatkan penurunan semua elemen terbentuk. Sebaliknya, sel darah merah murni aplasia ditandai oleh penurunan dalam sel darah merah saja. Diagnosis hanya dapat dikonfirmasi pada pemeriksaan sumsum tulang. Sebelum dilakukan prosedur ini, pasien biasanya akan memiliki tes darah lain untuk menemukan petunjuk diagnostik, termasuk hitung darah lengkap (CBC), fungsi ginjal dan elektrolit, enzim hati, tes fungsi tiroid, vitamin B12 dan kadar asam folat.

Tes berikut bantuan dalam menentukan diagnosis diferensial untuk aplastic anemia:

1. Aspirasi sumsum tulang dan biopsi: untuk menyingkirkan penyebab lain pancytopenia (yaitu infiltrasi neoplastik atau myelofibrosis signifikan).
2. Sejarah paparan iatrogenik sitotoksik kemoterapi: dapat menyebabkan penekanan sumsum tulang transien
3. X-ray, computed tomography (CT) scan, atau tes pencitraan USG: pembesaran kelenjar getah bening (tanda limfoma), ginjal dan tulang di lengan dan tangan (abnormal dalam Fanconi anemia)
4. Chest X-ray: infeksi
5. Tes hati: penyakit hati
6. Viral studi: infeksi virus
7. Vitamin B12 dan folat tingkat: kekurangan vitamin
8. Tes darah untuk paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
9. Test untuk antibodi: imun kompetensi

Perawatan

Kekebalan mengobati anemia yang diperantarai aplastic melibatkan penindasan sistem kekebalan tubuh, efek obat dicapai dengan asupan sehari-hari, atau, dalam kasus-kasus yang lebih parah, transplantasi sumsum tulang, penyembuhan potensial. sumsum tulang ditransplantasikan menggantikan sel-sel sumsum tulang gagal dengan yang baru dari donor yang cocok. Yang multipotent sel induk di sumsum tulang menyusun kembali semua tiga baris sel darah, memberikan pasien baru sistem kekebalan, sel-sel darah merah, dan platelet. Namun, selain risiko kegagalan graft, ada juga risiko bahwa yang baru dibuat sel-sel darah putih dapat menyerang seluruh tubuh ( "graft-versus-host penyakit").

Terapi medis anemia aplastic sering kali berisi kursus singkat anti-thymocyte globulin (ATG) atau anti-limfosit globulin (ALG) dan beberapa bulan pengobatan dengan ciclosporin untuk memodulasi sistem kekebalan. Ringan kemoterapi dengan agen seperti cyclophosphamide dan vincristine mungkin juga efektif. Antibodi terapi, seperti ATG, sasaran T-sel, yang diyakini untuk menyerang sumsum tulang. Steroid pada umumnya tidak efektif, meskipun sering digunakan untuk memerangi penyakit serum yang disebabkan oleh penggunaan ATG.

Salah satu penelitian prospektif yang melibatkan siklofosfamid dihentikan lebih awal karena insiden tinggi kematian, karena infeksi berat sebagai akibat dari neutropenia berkepanjangan.

Di masa lalu, sebelum perawatan di atas menjadi tersedia, pasien dengan menghitung Leukocyte rendah sering kali terbatas pada ruangan yang steril atau busa (untuk mengurangi risiko infeksi), seperti dalam kasus terkenal Ted Devita.




Powered by Yahoo! Answers