Showing posts with label Alzheimer. Show all posts
Showing posts with label Alzheimer. Show all posts

Tuesday, May 27, 2014

apa mungkin remaja terkena alzheimer?

Q. dan apa tanda2 pastinya

makasih

A. Iya, remaja memang memiliki kemungkinan terkena Alzheimer.

Alzheimer lazimnya terjadi pada orang tua berusia 65 tahun ke atas.
Namun pada wanita, dampaknya terasa pada rataan umur 50 tahun.

Alzheimer bisa terjadi karena minimnya aktifitas syaraf mbak. Seperti olah raga,tingkat kolesterol dan kadar lemak yang terlalu tinggi, dan kebiasaan hidup tidak sehat.

Tapi bisa juga menjadi penyakit keturunan, dengan catatan, mbak memiliki gen penyakit DIABETES atau ALZHEIMER dari orang tua mbak.

Untuk diabetes, biasanya ini bersifat silang.
Jika ayah menderita diabetes, biasanya menurun ke anak perempuan.
Jika ibu diabetes, menurun ke anak laki laki.
Meskipun tidak menutup kemungkinan diabetes menurun secara lurus, tidak menyilang.
Atau mbak terkena diabetes non-genetik.

----------------------------------------------------------------

Gejala umumnya:
Mbak sering lupa dengan sesuatu. Misalnya mbak lupa meletakkan handphone dimana, padahal mbak baru saja melakukannya.
Atau mbak sering lupa nama orang orang yang sering bertemu dengan mbak.
Lupa siapa anggota keluarga, lupa siapa teman teman, namun beberapa saat kemudian, mbak teringat kepada mereka.

Mbak lupa apa yang akan mbak lakukan.
Misalnya mbak pergi kedapur, mbak berniat mau masak, tapi sesampainya di dapur, mbak gatau harus ngepain. Awalnya mau masak, tapi mbak kebingunga, akhirnya mbak memilih untuk meminum air.

Mbak mengalami dekadensi perilaku. Dalam arti, mbak tidak bisa merawat diri mbak.
Mbak pergi ke sekolah tanpa mandi, tanpa sarapan, tanpa sisiran, bukan karena mbak tidak mau melakukannya, tapi mbak memang tidak terpikir untuk melakukannya.

Ilusi dan Delusi.
Dimana mbak bakal merasa ada sosok yang hadir selain mbak, pada saat mbak sendirian atau sedang bersama orang lain. Ilusi dan delusi ini biasanya bersifat SUARA dan BAYANGANG.
Mbak merasa mendengar suara aneh, atau melihat bayangan sesuatu, dimana orang lain tidak merasakan kehadiran suara dan bayangan itu.

Menjadi bipolar.
Artinya mbak bisa mengalami perubahan perasaan (mood) dalam maktu yang sangat cepat.
Misalnya mbak sedang menikmati pembicaraan dengan teman mbak, tertawa, dan bahagia.
Tapi tiba tiba mbak merasa sangat jengkel dengan dia tanpa alasan yang jelas. Mbak marah, dan benci kepada teman mbak. Tapi beberapa saat kemudian, mbak merasa tidak ada yang terjadi.
Dan kembali menikmati pembicaraan.

Kesulitan berbicara.
Kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin kita katakan.
Dan mengalami kesulitan untuk berpikir dan menentukan pilihan.

Semoga berkenan mbak.
Semoga mbak dalam keadaan sehat selalu, amin :)

Gimana ya cara mengobati Alzheimer?
Q. Halo, Saya punya nenek umurnya 83 tahun. Nenek heimer saya sudah terkena penyakit Alzheimer sejak akhir tahun 2008. Saya Mulai Pusing karena nenek saya kadang2 pikirannya ngaco. Misalnya Nenek Saya Panggil Saya, tapi panggilnya nama sepupu saya. Gimanaya cara mengobati penyakit Alzheimer kaya gini?

A. Berikut obat pikun yang ada : 1. Donepezil Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan. Dokter anda akan memberikan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu. Efek samping yang sering terjadi sewaktu minum Donepezil adalah sakit kepala, nyeri seluruh badan, lesu, mengantuk, mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram, nyeri sendi, insomnia, dan meningkatkan frekwensi buang air kecil. 2. Rivastigmine Rivastigmine adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Setelah enam bulan pengobatan dengan Rivastigmine, 25-30% penderita dinilai membaik pada tes memori, pengertian dan aktivitas harian dibandingkan pada pasien yang diberikan plasebo hanya 10-20%. Rivastigmine biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada saluran cerna pada awal pengobatan, pengobatan dengan Rivastigmine umumnya dimulai dengan dosis rendah, biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap ditingkatkan tidak lebih dari 2 minggu. Dosis maksimum biasanya hingga 6 mg dua kali sehari. Jika pasien mengalami gangguan pencernaan yang bertambah parah karena efek samping obat seperti mual dan muntah, sebaiknya minum obat dihentikan untuk beberapa dosis lalu dilanjutkan dengan dosis yang sama atau lebih rendah. Sekitar setengah pasien yang minum Rivastigmine menjadi mual dan sepertiganya mengalami muntah minimal sekali, seringkali terjadi pada pengobatan di beberapa minggu pertama pengobatan sewaktu dosis ditingkatkan. Antar seperlima hingga seperempat pasien mengalami penurunan berat badan sewaktu pengobatan dengan Rivastigmine (sekitar 7 hingga 10 poun). Seperenam pasien mengalami penurunan nafsu makan. Satu dari lima puluh pasien mengalami pusing. Secara keseluruhan, 15 % pasien (antara sepertujuh atau seperenam) tidak melanjutkan pengobatan karena efek sampingnya. 3. Galantamine HBr Galantamine biasanya diberikan dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam. Seringkali Galantamine diberikan dengan dosis rendah pada awalnya yaitu 4 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu dan dilanjutkan dengan 8 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu pengobatan selanjutnya. Meskipun demikian, beberapa pasien membutuhkan dosis yang lebih besar. Untuk kapsul lepas lambat diminum satu kali sehari. Obat dari golongan antikolinergik yang langsung masuk ke dalam otak, seperti Atropin, Benztropin dan Ttriheksiphenil memberikan efek yang berseberangan dengan Galantamine dan harus dihindari minum obat tersebut jika dalam pengobatan dengan Galantamine. Efek samping yang sering terjadi dari Galantamine adalah mual (seperenam pasien mengalaminya) , muntah ( lebih dari 10 %), diare (lebih dari seperdelapan pasien), anoreksia, kehilangan berat badan. Efeks samping ini umumnya terjadi pada awal pengobatan atau ketika dosis ditingkatkan. Efek samping yang terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara. Minum Galantamine sesudah makan dan minum dengan air yang cukup akan mengurangi akibat efek sampingnya. Kurang dari 10 % pasien harus menghentikan pengobatan karena efek samping. Untuk pemilihan obat pikun atau obat Alzheimer yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat pikun atau obat Alzheimer secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat pikun atau obat Alzheimer sesuai kebutuhan anda.

sobat... tolongin donk. aku kehabisan bahan untuk bercerita tentang Alzheimer.?
Q.

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan
merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan
mengecil. Alzheimer juga
dikatakan sebagai penyakit
yang sinonim dengan orang tua. Risiko untuk mengidap
Alzheimer, meningkat seiring
dengan pertambahan usia.
Bermula pada usia 65 tahun,
seseorang mempunyai risiko
lima persen mengidap penyakit ini dan akan
meningkat dua kali lipat
setiap lima tahun, kata
seorang dokter. Menurutnya,
sekalipun penyakit ini
dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan
bahawa pesakit pertama
yang dikenal pasti menghidap
penyakit ini ialah wanita
dalam usia awal 50-an. Penyakit Alzheimer paling
sering ditemukan pada orang
tua berusia sekitar 65 tahun
ke atas. Di negara maju
seperti Amerika Serikat saat
ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita
penyakit Alzheimer. Angka ini
diperkirakan akan
meningkat sampai hampir 4
kali pada tahun 2050. Hal
tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup
pada masyarakat di negara
maju, sehingga populasi
penduduk lanjut usia juga
bertambah. Pada tahap awal
perkembangan Alzheimer,
penurunan faktor-faktor
risiko vaskular dapat
menyulitkan diagnosis
sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia .

cara kerja penyakit alzheimer?
Q.

A. * Gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air,
* Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti; tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
* Kesulitan bicara dan berbahasa
* Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti; keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
* Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
* Kesulitan berpikir abstrak, seperti; orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
* Salah meletakkan barang
* Perubahan mood dan perilaku, seperti; menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya.
* Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
* Hilangnya minat dan inisiatif

Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.

Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Pada otak penderita Alzheimer, ditemukan:

* penumpukan peptida dengan panjang 42-43 AA yang disebut amiloid-beta,[9] dikelilingi neurita distrofis. Amioid beta merupakan protein iris dari APP (bahasa Inggris: amyloid precursor protein)
* filamen PH yang menumpuk di dalam soma,
* suatu lesi yang disebut badan Lewyan prekursor hormon NGF yang sering juga ditemukan memiliki rasio tinggi pada manusia berusia lanjut
* rasio protein S100-beta yang tinggi, sebuah protein yang selalu dijumpai pada fasa perkembangan neurita. Interaksi antara protein S100-beta dan tau dianggap merupakan simulator perkembangan neurita
* tingginya rasio kemokina CCL2 yang merupakan kemotaksis utama dari monosit.[14]
* gangguan metabolisme glukosa serebral pada area hipokampal, dan hilangnya neurotransmiter kolinergic kortikal,[15] dan rendahnya laju O-GlkNAsilasi pada otak kecil.[16] O-GlkNAsilasi adalah salah satu proses glikosilasi modifikasi paska-translasi dari protein nukleositoplasma dengan beta-N-asetil-glukosamina yang bergantung pada metabolisme glukosa.
* defisiensi CD36 atau EAAT.
Simtoma Alzheimer ditandai dengan perubahan-perubahan yang bersifat degeneratif pada sejumlah sistem neurotransmiter, termasuk perubahan fungsi pada sistem neural monoaminergik yang melepaskan asam glutamat, noradrenalin, serotonin dan serangkaian sistem yang dikendalikan oleh neurotransmiter. Perubahan degeneratif juga terjadi pada beberapa area otak seperti lobus temporal dan lobus parietal, dan beberapa bagian di dalam korteks frontal dan girus singulat,menyusul dengan hilangnya sel saraf dan sinapsis.

alzheimer karena terlalu mumet?
Q. bener ga sih orang yang kebanyakan isi otaknya bisa kena penyakit al zheimer? apa sih penyebab utamanya>?

A. Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, alzheimer bukanlah disebabkan penuaan. Ilmuwan berpendapat, alzheimer dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.




Powered by Yahoo! Answers

Monday, May 19, 2014

apakah alzheimer itu sama dengan pikun?

Q.

A. Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak[1]. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.

Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.

Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. "Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun," kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.

Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Sejarah Alzheimer

Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.

Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).

Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.

Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
[sunting] Pengungkapan terhadap Alzheimer

Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.

Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
[sunting] Tingkat Alzheimer

Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.

Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.

Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.

Pengobatan alami

Ginkgo biloba adalah obat yang paling banyak dipakai untuk gangguan syaraf. Ini mempunyai zat antioksidan dan anti radang yang bisa melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Phosphatidylserine, Huperzine A dan Vinpocetine adalah beberapa pengobatan herbal lain.

Makanan

Pengidap alzheimer seharusnya menghindari makanan berlemak dan berkalori tinggi. Mereka seharusnya juga menghindari garam, alkohol, rokok, makanan olahan, karbohidrat refinasi dan polusi. Pengidap alzheimer harus makan makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, teh hijau dst.

Pencegahan

Lakukan beberapa olah raga otak seperti teka teki silang.

apa sih penyebab alzheimer?
Q. Apa penyakit tersebut hanya di derita oleh orang yang sudah lansia saja?

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan,[1] sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

Teman ane kena penyakit alzheimer(apa tuh)?
Q. penyakit apa tuh gan?

A. Penyakit Alzheimer adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan penilaian secara bertahap, yang biasanya disertai dengan perubahan kepribadian dan kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jadi, kondisi kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi menurun secara drastis, sehingga mempengaruhi aktivitas harian.

Hal ini terjadi akibat akumulasi dari gumpalan protein dan kekusutan serabut sel saraf di dalam otak seseorang yang mengakibatkan terjadinya kematian sel saraf di dalam otak, sehingga mengganggu fungsi normal dari otak. Hal ini lebih sering terjadi pada mereka dengan riwayat hipertensi atau riwayat keluarga menderita Alzheimer, dan juga pada orang tua. Sayangnya, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini, dengan sebagian besar perawatan dan intervensi ditujukan untuk mengurangi gejala saja. Akan tetapi, keadaan individu yang terkena penyakit Alzheiner berdegenerasi secara berbeda-beda; mereka dengan penyakit onset dini umumnya memiliki prognosis yang buruk. Komplikasinya antara lain infeksi, ulkus dekubitus, dan kegagalan organ. Bagi mereka yang menderita kondisi seperti ini harus segera berkonsultasi dengan seorang dokter.

Alzheimer memang bukan merupakan penyakit menular, namun adalah sejenis sindrom dengan apoptosis sel â sel otak pada saat bersamaan. Meski lebih banyak ditemukan pada orang tua berusia 65 tahun ke atas, namun saat ini beberapa gejala penyakit Alzheimer juga banyak ditemukan pada usia muda dan jumlahnya terus meningkat.

Alzheimer adalah Penyakit yang termasuk dalam sub tipe penyakit demensia, suatu penyakit degeneratif yang banyak diderita oleh anda yang telah berumur di atas 50 tahun. bahkan Beberapa kasus penyakit demensia Alzheimer juga diderita oleh orang yang berusia 40 tahun. Dan apabila gejala itu muncul di atara anda yang berumur dibawah 30 tahun, lebih disebabkan karena faktor kecemasan atau sulitnya dalam beradaptasi dengan lingkungan dan sulit konsentrasi. Sehingga yang perlu dilakukan adalah anda harus menemukan pemicu kecemasan anda dan berusaha untuk mengatasinya.

Gejala Awal Penyakit Alzheimer

Selama ini pasien alzheimer tidak menunjukkan adanya gangguan dengan daya ingat, sampai akhirnya mereka mengalami kondisi yang memburuk dengan beberapa bagian otak sudah hancur dan penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan. Gangguan tidur pada orang yang berusia di atas 60 tahun diduga kuat, merupakan gejala awal penyakit Alzheimer. Pencarian gejala awal alzheimer penting dilakukan untuk mencari cara pengobatan, yang tentu harus melibatkan anggota keluarganya sendiri.

Beragam Penyebab Penyakit Alzheimer Saat Usia Muda

Pengobatan sejak dini dilakukan untuk mencegah rusaknya ingatan dan kemampuan berpikir pasien yang menderita Alzheimer. Bahkan dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa tanda-tanda penyakit Alzheimer sudah dapat dideteksi 20 tahun lebih awal sebelum gejala pertama Penyakit Alzheimer biasanya terlihat. penelitian yang dilakukan oleh lembaga alzheimer banner di arizona mengkaji sekelompok pasien di kolombia yang menderita alzheimer secara turunan. dan didapatkan hasil bahwa berlangsungnya mutasi genetika membuat para pasien tersebut sudah menderita alzheimer pada usia 40 dan kondisinya akan semakin parah, berdasarkan pengaruh usianya. Selain diakibatkan oleh factor keturunan atau genetic, penyebab Penyakit Alzheimer adalah; Penderita hipertensi yang mencapai diatas 40 tahun, Penderita kencing manis atau diabetes mellitus, Kurang aktifitas atau olah raga dan mempunyai Tingkat kolesterol yang tinggi.

Alzheimer Pada Pasien Wanita

Berdasarkan penelitian tersebut, memperkuat kenyakinan bahwa Alzheimer berkembang jauh sebelum penderita menyadari bahwa dirinya menderita penyakit yang berbahaya. Dan perlu diketahui bahwa, penyakit ini akan semakin parah dirasakan pada pasien wanita. para peneliti beranggapan bahwa Setelah memasuki masa menopause, kaum wanita akan kehilangan hormon estrogen, sedangkan pada pria memiliki cadangan kognitif yang melindungi diri dari Alzheimer.

Sampai saat ini, penyakit Alzheimer belum ditemukan obatnya, namun perawatan yang tepat, dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien yang menderita Penyakit Alzheimer.

Ringkasan :

1. Alzheimer adalah penyakit yang menyerang sel otak, sehingga mempengaruhi kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi,
2. Pola hidup tidak sehat, factor usia dan keturunan merupakan penyebab Penyakit Alzheimer,
3. Penyakit Alzheimer belum ditemukan obatnya.

Semoga menjelaskan ^^

apa mungkin remaja terkena alzheimer?
Q. dan apa tanda2 pastinya

makasih

A. Iya, remaja memang memiliki kemungkinan terkena Alzheimer.

Alzheimer lazimnya terjadi pada orang tua berusia 65 tahun ke atas.
Namun pada wanita, dampaknya terasa pada rataan umur 50 tahun.

Alzheimer bisa terjadi karena minimnya aktifitas syaraf mbak. Seperti olah raga,tingkat kolesterol dan kadar lemak yang terlalu tinggi, dan kebiasaan hidup tidak sehat.

Tapi bisa juga menjadi penyakit keturunan, dengan catatan, mbak memiliki gen penyakit DIABETES atau ALZHEIMER dari orang tua mbak.

Untuk diabetes, biasanya ini bersifat silang.
Jika ayah menderita diabetes, biasanya menurun ke anak perempuan.
Jika ibu diabetes, menurun ke anak laki laki.
Meskipun tidak menutup kemungkinan diabetes menurun secara lurus, tidak menyilang.
Atau mbak terkena diabetes non-genetik.

----------------------------------------------------------------

Gejala umumnya:
Mbak sering lupa dengan sesuatu. Misalnya mbak lupa meletakkan handphone dimana, padahal mbak baru saja melakukannya.
Atau mbak sering lupa nama orang orang yang sering bertemu dengan mbak.
Lupa siapa anggota keluarga, lupa siapa teman teman, namun beberapa saat kemudian, mbak teringat kepada mereka.

Mbak lupa apa yang akan mbak lakukan.
Misalnya mbak pergi kedapur, mbak berniat mau masak, tapi sesampainya di dapur, mbak gatau harus ngepain. Awalnya mau masak, tapi mbak kebingunga, akhirnya mbak memilih untuk meminum air.

Mbak mengalami dekadensi perilaku. Dalam arti, mbak tidak bisa merawat diri mbak.
Mbak pergi ke sekolah tanpa mandi, tanpa sarapan, tanpa sisiran, bukan karena mbak tidak mau melakukannya, tapi mbak memang tidak terpikir untuk melakukannya.

Ilusi dan Delusi.
Dimana mbak bakal merasa ada sosok yang hadir selain mbak, pada saat mbak sendirian atau sedang bersama orang lain. Ilusi dan delusi ini biasanya bersifat SUARA dan BAYANGANG.
Mbak merasa mendengar suara aneh, atau melihat bayangan sesuatu, dimana orang lain tidak merasakan kehadiran suara dan bayangan itu.

Menjadi bipolar.
Artinya mbak bisa mengalami perubahan perasaan (mood) dalam maktu yang sangat cepat.
Misalnya mbak sedang menikmati pembicaraan dengan teman mbak, tertawa, dan bahagia.
Tapi tiba tiba mbak merasa sangat jengkel dengan dia tanpa alasan yang jelas. Mbak marah, dan benci kepada teman mbak. Tapi beberapa saat kemudian, mbak merasa tidak ada yang terjadi.
Dan kembali menikmati pembicaraan.

Kesulitan berbicara.
Kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin kita katakan.
Dan mengalami kesulitan untuk berpikir dan menentukan pilihan.

Semoga berkenan mbak.
Semoga mbak dalam keadaan sehat selalu, amin :)

Gimana ya cara mengobati Alzheimer?
Q. Halo, Saya punya nenek umurnya 83 tahun. Nenek heimer saya sudah terkena penyakit Alzheimer sejak akhir tahun 2008. Saya Mulai Pusing karena nenek saya kadang2 pikirannya ngaco. Misalnya Nenek Saya Panggil Saya, tapi panggilnya nama sepupu saya. Gimanaya cara mengobati penyakit Alzheimer kaya gini?

A. Berikut obat pikun yang ada : 1. Donepezil Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan. Dokter anda akan memberikan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu. Efek samping yang sering terjadi sewaktu minum Donepezil adalah sakit kepala, nyeri seluruh badan, lesu, mengantuk, mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram, nyeri sendi, insomnia, dan meningkatkan frekwensi buang air kecil. 2. Rivastigmine Rivastigmine adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Setelah enam bulan pengobatan dengan Rivastigmine, 25-30% penderita dinilai membaik pada tes memori, pengertian dan aktivitas harian dibandingkan pada pasien yang diberikan plasebo hanya 10-20%. Rivastigmine biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada saluran cerna pada awal pengobatan, pengobatan dengan Rivastigmine umumnya dimulai dengan dosis rendah, biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap ditingkatkan tidak lebih dari 2 minggu. Dosis maksimum biasanya hingga 6 mg dua kali sehari. Jika pasien mengalami gangguan pencernaan yang bertambah parah karena efek samping obat seperti mual dan muntah, sebaiknya minum obat dihentikan untuk beberapa dosis lalu dilanjutkan dengan dosis yang sama atau lebih rendah. Sekitar setengah pasien yang minum Rivastigmine menjadi mual dan sepertiganya mengalami muntah minimal sekali, seringkali terjadi pada pengobatan di beberapa minggu pertama pengobatan sewaktu dosis ditingkatkan. Antar seperlima hingga seperempat pasien mengalami penurunan berat badan sewaktu pengobatan dengan Rivastigmine (sekitar 7 hingga 10 poun). Seperenam pasien mengalami penurunan nafsu makan. Satu dari lima puluh pasien mengalami pusing. Secara keseluruhan, 15 % pasien (antara sepertujuh atau seperenam) tidak melanjutkan pengobatan karena efek sampingnya. 3. Galantamine HBr Galantamine biasanya diberikan dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam. Seringkali Galantamine diberikan dengan dosis rendah pada awalnya yaitu 4 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu dan dilanjutkan dengan 8 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu pengobatan selanjutnya. Meskipun demikian, beberapa pasien membutuhkan dosis yang lebih besar. Untuk kapsul lepas lambat diminum satu kali sehari. Obat dari golongan antikolinergik yang langsung masuk ke dalam otak, seperti Atropin, Benztropin dan Ttriheksiphenil memberikan efek yang berseberangan dengan Galantamine dan harus dihindari minum obat tersebut jika dalam pengobatan dengan Galantamine. Efek samping yang sering terjadi dari Galantamine adalah mual (seperenam pasien mengalaminya) , muntah ( lebih dari 10 %), diare (lebih dari seperdelapan pasien), anoreksia, kehilangan berat badan. Efeks samping ini umumnya terjadi pada awal pengobatan atau ketika dosis ditingkatkan. Efek samping yang terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara. Minum Galantamine sesudah makan dan minum dengan air yang cukup akan mengurangi akibat efek sampingnya. Kurang dari 10 % pasien harus menghentikan pengobatan karena efek samping. Untuk pemilihan obat pikun atau obat Alzheimer yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat pikun atau obat Alzheimer secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat pikun atau obat Alzheimer sesuai kebutuhan anda.




Powered by Yahoo! Answers

Sunday, May 18, 2014

apa sih penyebab alzheimer?

Q. Apa penyakit tersebut hanya di derita oleh orang yang sudah lansia saja?

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan,[1] sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

Teman ane kena penyakit alzheimer(apa tuh)?
Q. penyakit apa tuh gan?

A. Penyakit Alzheimer adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan penilaian secara bertahap, yang biasanya disertai dengan perubahan kepribadian dan kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jadi, kondisi kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi menurun secara drastis, sehingga mempengaruhi aktivitas harian.

Hal ini terjadi akibat akumulasi dari gumpalan protein dan kekusutan serabut sel saraf di dalam otak seseorang yang mengakibatkan terjadinya kematian sel saraf di dalam otak, sehingga mengganggu fungsi normal dari otak. Hal ini lebih sering terjadi pada mereka dengan riwayat hipertensi atau riwayat keluarga menderita Alzheimer, dan juga pada orang tua. Sayangnya, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini, dengan sebagian besar perawatan dan intervensi ditujukan untuk mengurangi gejala saja. Akan tetapi, keadaan individu yang terkena penyakit Alzheiner berdegenerasi secara berbeda-beda; mereka dengan penyakit onset dini umumnya memiliki prognosis yang buruk. Komplikasinya antara lain infeksi, ulkus dekubitus, dan kegagalan organ. Bagi mereka yang menderita kondisi seperti ini harus segera berkonsultasi dengan seorang dokter.

Alzheimer memang bukan merupakan penyakit menular, namun adalah sejenis sindrom dengan apoptosis sel â sel otak pada saat bersamaan. Meski lebih banyak ditemukan pada orang tua berusia 65 tahun ke atas, namun saat ini beberapa gejala penyakit Alzheimer juga banyak ditemukan pada usia muda dan jumlahnya terus meningkat.

Alzheimer adalah Penyakit yang termasuk dalam sub tipe penyakit demensia, suatu penyakit degeneratif yang banyak diderita oleh anda yang telah berumur di atas 50 tahun. bahkan Beberapa kasus penyakit demensia Alzheimer juga diderita oleh orang yang berusia 40 tahun. Dan apabila gejala itu muncul di atara anda yang berumur dibawah 30 tahun, lebih disebabkan karena faktor kecemasan atau sulitnya dalam beradaptasi dengan lingkungan dan sulit konsentrasi. Sehingga yang perlu dilakukan adalah anda harus menemukan pemicu kecemasan anda dan berusaha untuk mengatasinya.

Gejala Awal Penyakit Alzheimer

Selama ini pasien alzheimer tidak menunjukkan adanya gangguan dengan daya ingat, sampai akhirnya mereka mengalami kondisi yang memburuk dengan beberapa bagian otak sudah hancur dan penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan. Gangguan tidur pada orang yang berusia di atas 60 tahun diduga kuat, merupakan gejala awal penyakit Alzheimer. Pencarian gejala awal alzheimer penting dilakukan untuk mencari cara pengobatan, yang tentu harus melibatkan anggota keluarganya sendiri.

Beragam Penyebab Penyakit Alzheimer Saat Usia Muda

Pengobatan sejak dini dilakukan untuk mencegah rusaknya ingatan dan kemampuan berpikir pasien yang menderita Alzheimer. Bahkan dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa tanda-tanda penyakit Alzheimer sudah dapat dideteksi 20 tahun lebih awal sebelum gejala pertama Penyakit Alzheimer biasanya terlihat. penelitian yang dilakukan oleh lembaga alzheimer banner di arizona mengkaji sekelompok pasien di kolombia yang menderita alzheimer secara turunan. dan didapatkan hasil bahwa berlangsungnya mutasi genetika membuat para pasien tersebut sudah menderita alzheimer pada usia 40 dan kondisinya akan semakin parah, berdasarkan pengaruh usianya. Selain diakibatkan oleh factor keturunan atau genetic, penyebab Penyakit Alzheimer adalah; Penderita hipertensi yang mencapai diatas 40 tahun, Penderita kencing manis atau diabetes mellitus, Kurang aktifitas atau olah raga dan mempunyai Tingkat kolesterol yang tinggi.

Alzheimer Pada Pasien Wanita

Berdasarkan penelitian tersebut, memperkuat kenyakinan bahwa Alzheimer berkembang jauh sebelum penderita menyadari bahwa dirinya menderita penyakit yang berbahaya. Dan perlu diketahui bahwa, penyakit ini akan semakin parah dirasakan pada pasien wanita. para peneliti beranggapan bahwa Setelah memasuki masa menopause, kaum wanita akan kehilangan hormon estrogen, sedangkan pada pria memiliki cadangan kognitif yang melindungi diri dari Alzheimer.

Sampai saat ini, penyakit Alzheimer belum ditemukan obatnya, namun perawatan yang tepat, dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien yang menderita Penyakit Alzheimer.

Ringkasan :

1. Alzheimer adalah penyakit yang menyerang sel otak, sehingga mempengaruhi kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi,
2. Pola hidup tidak sehat, factor usia dan keturunan merupakan penyebab Penyakit Alzheimer,
3. Penyakit Alzheimer belum ditemukan obatnya.

Semoga menjelaskan ^^

apa mungkin remaja terkena alzheimer?
Q. dan apa tanda2 pastinya

makasih

A. Iya, remaja memang memiliki kemungkinan terkena Alzheimer.

Alzheimer lazimnya terjadi pada orang tua berusia 65 tahun ke atas.
Namun pada wanita, dampaknya terasa pada rataan umur 50 tahun.

Alzheimer bisa terjadi karena minimnya aktifitas syaraf mbak. Seperti olah raga,tingkat kolesterol dan kadar lemak yang terlalu tinggi, dan kebiasaan hidup tidak sehat.

Tapi bisa juga menjadi penyakit keturunan, dengan catatan, mbak memiliki gen penyakit DIABETES atau ALZHEIMER dari orang tua mbak.

Untuk diabetes, biasanya ini bersifat silang.
Jika ayah menderita diabetes, biasanya menurun ke anak perempuan.
Jika ibu diabetes, menurun ke anak laki laki.
Meskipun tidak menutup kemungkinan diabetes menurun secara lurus, tidak menyilang.
Atau mbak terkena diabetes non-genetik.

----------------------------------------------------------------

Gejala umumnya:
Mbak sering lupa dengan sesuatu. Misalnya mbak lupa meletakkan handphone dimana, padahal mbak baru saja melakukannya.
Atau mbak sering lupa nama orang orang yang sering bertemu dengan mbak.
Lupa siapa anggota keluarga, lupa siapa teman teman, namun beberapa saat kemudian, mbak teringat kepada mereka.

Mbak lupa apa yang akan mbak lakukan.
Misalnya mbak pergi kedapur, mbak berniat mau masak, tapi sesampainya di dapur, mbak gatau harus ngepain. Awalnya mau masak, tapi mbak kebingunga, akhirnya mbak memilih untuk meminum air.

Mbak mengalami dekadensi perilaku. Dalam arti, mbak tidak bisa merawat diri mbak.
Mbak pergi ke sekolah tanpa mandi, tanpa sarapan, tanpa sisiran, bukan karena mbak tidak mau melakukannya, tapi mbak memang tidak terpikir untuk melakukannya.

Ilusi dan Delusi.
Dimana mbak bakal merasa ada sosok yang hadir selain mbak, pada saat mbak sendirian atau sedang bersama orang lain. Ilusi dan delusi ini biasanya bersifat SUARA dan BAYANGANG.
Mbak merasa mendengar suara aneh, atau melihat bayangan sesuatu, dimana orang lain tidak merasakan kehadiran suara dan bayangan itu.

Menjadi bipolar.
Artinya mbak bisa mengalami perubahan perasaan (mood) dalam maktu yang sangat cepat.
Misalnya mbak sedang menikmati pembicaraan dengan teman mbak, tertawa, dan bahagia.
Tapi tiba tiba mbak merasa sangat jengkel dengan dia tanpa alasan yang jelas. Mbak marah, dan benci kepada teman mbak. Tapi beberapa saat kemudian, mbak merasa tidak ada yang terjadi.
Dan kembali menikmati pembicaraan.

Kesulitan berbicara.
Kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin kita katakan.
Dan mengalami kesulitan untuk berpikir dan menentukan pilihan.

Semoga berkenan mbak.
Semoga mbak dalam keadaan sehat selalu, amin :)

Gimana ya cara mengobati Alzheimer?
Q. Halo, Saya punya nenek umurnya 83 tahun. Nenek heimer saya sudah terkena penyakit Alzheimer sejak akhir tahun 2008. Saya Mulai Pusing karena nenek saya kadang2 pikirannya ngaco. Misalnya Nenek Saya Panggil Saya, tapi panggilnya nama sepupu saya. Gimanaya cara mengobati penyakit Alzheimer kaya gini?

A. Berikut obat pikun yang ada : 1. Donepezil Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan. Dokter anda akan memberikan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu. Efek samping yang sering terjadi sewaktu minum Donepezil adalah sakit kepala, nyeri seluruh badan, lesu, mengantuk, mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram, nyeri sendi, insomnia, dan meningkatkan frekwensi buang air kecil. 2. Rivastigmine Rivastigmine adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Setelah enam bulan pengobatan dengan Rivastigmine, 25-30% penderita dinilai membaik pada tes memori, pengertian dan aktivitas harian dibandingkan pada pasien yang diberikan plasebo hanya 10-20%. Rivastigmine biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada saluran cerna pada awal pengobatan, pengobatan dengan Rivastigmine umumnya dimulai dengan dosis rendah, biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap ditingkatkan tidak lebih dari 2 minggu. Dosis maksimum biasanya hingga 6 mg dua kali sehari. Jika pasien mengalami gangguan pencernaan yang bertambah parah karena efek samping obat seperti mual dan muntah, sebaiknya minum obat dihentikan untuk beberapa dosis lalu dilanjutkan dengan dosis yang sama atau lebih rendah. Sekitar setengah pasien yang minum Rivastigmine menjadi mual dan sepertiganya mengalami muntah minimal sekali, seringkali terjadi pada pengobatan di beberapa minggu pertama pengobatan sewaktu dosis ditingkatkan. Antar seperlima hingga seperempat pasien mengalami penurunan berat badan sewaktu pengobatan dengan Rivastigmine (sekitar 7 hingga 10 poun). Seperenam pasien mengalami penurunan nafsu makan. Satu dari lima puluh pasien mengalami pusing. Secara keseluruhan, 15 % pasien (antara sepertujuh atau seperenam) tidak melanjutkan pengobatan karena efek sampingnya. 3. Galantamine HBr Galantamine biasanya diberikan dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam. Seringkali Galantamine diberikan dengan dosis rendah pada awalnya yaitu 4 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu dan dilanjutkan dengan 8 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu pengobatan selanjutnya. Meskipun demikian, beberapa pasien membutuhkan dosis yang lebih besar. Untuk kapsul lepas lambat diminum satu kali sehari. Obat dari golongan antikolinergik yang langsung masuk ke dalam otak, seperti Atropin, Benztropin dan Ttriheksiphenil memberikan efek yang berseberangan dengan Galantamine dan harus dihindari minum obat tersebut jika dalam pengobatan dengan Galantamine. Efek samping yang sering terjadi dari Galantamine adalah mual (seperenam pasien mengalaminya) , muntah ( lebih dari 10 %), diare (lebih dari seperdelapan pasien), anoreksia, kehilangan berat badan. Efeks samping ini umumnya terjadi pada awal pengobatan atau ketika dosis ditingkatkan. Efek samping yang terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara. Minum Galantamine sesudah makan dan minum dengan air yang cukup akan mengurangi akibat efek sampingnya. Kurang dari 10 % pasien harus menghentikan pengobatan karena efek samping. Untuk pemilihan obat pikun atau obat Alzheimer yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat pikun atau obat Alzheimer secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat pikun atau obat Alzheimer sesuai kebutuhan anda.

sobat... tolongin donk. aku kehabisan bahan untuk bercerita tentang Alzheimer.?
Q.

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan
merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan
mengecil. Alzheimer juga
dikatakan sebagai penyakit
yang sinonim dengan orang tua. Risiko untuk mengidap
Alzheimer, meningkat seiring
dengan pertambahan usia.
Bermula pada usia 65 tahun,
seseorang mempunyai risiko
lima persen mengidap penyakit ini dan akan
meningkat dua kali lipat
setiap lima tahun, kata
seorang dokter. Menurutnya,
sekalipun penyakit ini
dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan
bahawa pesakit pertama
yang dikenal pasti menghidap
penyakit ini ialah wanita
dalam usia awal 50-an. Penyakit Alzheimer paling
sering ditemukan pada orang
tua berusia sekitar 65 tahun
ke atas. Di negara maju
seperti Amerika Serikat saat
ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita
penyakit Alzheimer. Angka ini
diperkirakan akan
meningkat sampai hampir 4
kali pada tahun 2050. Hal
tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup
pada masyarakat di negara
maju, sehingga populasi
penduduk lanjut usia juga
bertambah. Pada tahap awal
perkembangan Alzheimer,
penurunan faktor-faktor
risiko vaskular dapat
menyulitkan diagnosis
sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia .




Powered by Yahoo! Answers

Gimana ya cara mengobati Alzheimer?

Q. Halo, Saya punya nenek umurnya 83 tahun. Nenek heimer saya sudah terkena penyakit Alzheimer sejak akhir tahun 2008. Saya Mulai Pusing karena nenek saya kadang2 pikirannya ngaco. Misalnya Nenek Saya Panggil Saya, tapi panggilnya nama sepupu saya. Gimanaya cara mengobati penyakit Alzheimer kaya gini?

A. Berikut obat pikun yang ada : 1. Donepezil Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan. Dokter anda akan memberikan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu. Efek samping yang sering terjadi sewaktu minum Donepezil adalah sakit kepala, nyeri seluruh badan, lesu, mengantuk, mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram, nyeri sendi, insomnia, dan meningkatkan frekwensi buang air kecil. 2. Rivastigmine Rivastigmine adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Setelah enam bulan pengobatan dengan Rivastigmine, 25-30% penderita dinilai membaik pada tes memori, pengertian dan aktivitas harian dibandingkan pada pasien yang diberikan plasebo hanya 10-20%. Rivastigmine biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada saluran cerna pada awal pengobatan, pengobatan dengan Rivastigmine umumnya dimulai dengan dosis rendah, biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap ditingkatkan tidak lebih dari 2 minggu. Dosis maksimum biasanya hingga 6 mg dua kali sehari. Jika pasien mengalami gangguan pencernaan yang bertambah parah karena efek samping obat seperti mual dan muntah, sebaiknya minum obat dihentikan untuk beberapa dosis lalu dilanjutkan dengan dosis yang sama atau lebih rendah. Sekitar setengah pasien yang minum Rivastigmine menjadi mual dan sepertiganya mengalami muntah minimal sekali, seringkali terjadi pada pengobatan di beberapa minggu pertama pengobatan sewaktu dosis ditingkatkan. Antar seperlima hingga seperempat pasien mengalami penurunan berat badan sewaktu pengobatan dengan Rivastigmine (sekitar 7 hingga 10 poun). Seperenam pasien mengalami penurunan nafsu makan. Satu dari lima puluh pasien mengalami pusing. Secara keseluruhan, 15 % pasien (antara sepertujuh atau seperenam) tidak melanjutkan pengobatan karena efek sampingnya. 3. Galantamine HBr Galantamine biasanya diberikan dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam. Seringkali Galantamine diberikan dengan dosis rendah pada awalnya yaitu 4 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu dan dilanjutkan dengan 8 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu pengobatan selanjutnya. Meskipun demikian, beberapa pasien membutuhkan dosis yang lebih besar. Untuk kapsul lepas lambat diminum satu kali sehari. Obat dari golongan antikolinergik yang langsung masuk ke dalam otak, seperti Atropin, Benztropin dan Ttriheksiphenil memberikan efek yang berseberangan dengan Galantamine dan harus dihindari minum obat tersebut jika dalam pengobatan dengan Galantamine. Efek samping yang sering terjadi dari Galantamine adalah mual (seperenam pasien mengalaminya) , muntah ( lebih dari 10 %), diare (lebih dari seperdelapan pasien), anoreksia, kehilangan berat badan. Efeks samping ini umumnya terjadi pada awal pengobatan atau ketika dosis ditingkatkan. Efek samping yang terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara. Minum Galantamine sesudah makan dan minum dengan air yang cukup akan mengurangi akibat efek sampingnya. Kurang dari 10 % pasien harus menghentikan pengobatan karena efek samping. Untuk pemilihan obat pikun atau obat Alzheimer yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat pikun atau obat Alzheimer secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat pikun atau obat Alzheimer sesuai kebutuhan anda.

sobat... tolongin donk. aku kehabisan bahan untuk bercerita tentang Alzheimer.?
Q.

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan
merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan
mengecil. Alzheimer juga
dikatakan sebagai penyakit
yang sinonim dengan orang tua. Risiko untuk mengidap
Alzheimer, meningkat seiring
dengan pertambahan usia.
Bermula pada usia 65 tahun,
seseorang mempunyai risiko
lima persen mengidap penyakit ini dan akan
meningkat dua kali lipat
setiap lima tahun, kata
seorang dokter. Menurutnya,
sekalipun penyakit ini
dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan
bahawa pesakit pertama
yang dikenal pasti menghidap
penyakit ini ialah wanita
dalam usia awal 50-an. Penyakit Alzheimer paling
sering ditemukan pada orang
tua berusia sekitar 65 tahun
ke atas. Di negara maju
seperti Amerika Serikat saat
ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita
penyakit Alzheimer. Angka ini
diperkirakan akan
meningkat sampai hampir 4
kali pada tahun 2050. Hal
tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup
pada masyarakat di negara
maju, sehingga populasi
penduduk lanjut usia juga
bertambah. Pada tahap awal
perkembangan Alzheimer,
penurunan faktor-faktor
risiko vaskular dapat
menyulitkan diagnosis
sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia .

cara kerja penyakit alzheimer?
Q.

A. * Gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air,
* Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti; tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
* Kesulitan bicara dan berbahasa
* Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti; keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
* Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
* Kesulitan berpikir abstrak, seperti; orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
* Salah meletakkan barang
* Perubahan mood dan perilaku, seperti; menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya.
* Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
* Hilangnya minat dan inisiatif

Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.

Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Pada otak penderita Alzheimer, ditemukan:

* penumpukan peptida dengan panjang 42-43 AA yang disebut amiloid-beta,[9] dikelilingi neurita distrofis. Amioid beta merupakan protein iris dari APP (bahasa Inggris: amyloid precursor protein)
* filamen PH yang menumpuk di dalam soma,
* suatu lesi yang disebut badan Lewyan prekursor hormon NGF yang sering juga ditemukan memiliki rasio tinggi pada manusia berusia lanjut
* rasio protein S100-beta yang tinggi, sebuah protein yang selalu dijumpai pada fasa perkembangan neurita. Interaksi antara protein S100-beta dan tau dianggap merupakan simulator perkembangan neurita
* tingginya rasio kemokina CCL2 yang merupakan kemotaksis utama dari monosit.[14]
* gangguan metabolisme glukosa serebral pada area hipokampal, dan hilangnya neurotransmiter kolinergic kortikal,[15] dan rendahnya laju O-GlkNAsilasi pada otak kecil.[16] O-GlkNAsilasi adalah salah satu proses glikosilasi modifikasi paska-translasi dari protein nukleositoplasma dengan beta-N-asetil-glukosamina yang bergantung pada metabolisme glukosa.
* defisiensi CD36 atau EAAT.
Simtoma Alzheimer ditandai dengan perubahan-perubahan yang bersifat degeneratif pada sejumlah sistem neurotransmiter, termasuk perubahan fungsi pada sistem neural monoaminergik yang melepaskan asam glutamat, noradrenalin, serotonin dan serangkaian sistem yang dikendalikan oleh neurotransmiter. Perubahan degeneratif juga terjadi pada beberapa area otak seperti lobus temporal dan lobus parietal, dan beberapa bagian di dalam korteks frontal dan girus singulat,menyusul dengan hilangnya sel saraf dan sinapsis.

alzheimer karena terlalu mumet?
Q. bener ga sih orang yang kebanyakan isi otaknya bisa kena penyakit al zheimer? apa sih penyebab utamanya>?

A. Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, alzheimer bukanlah disebabkan penuaan. Ilmuwan berpendapat, alzheimer dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

hubungannya penyakit alzheimer dengan saraf autonom itu apa ya?
Q. saat ini saya sedang ,mengerjakan makalah bertema saraf autonom. apa hubungannya dengan alzheimer yaa? apa obatnya atau apa???

A. Pada otak penderita Alzheimer, ditemukan:

* penumpukan peptida dengan panjang 42-43 AA yang disebut amiloid-beta,[9] dikelilingi neurita distrofis. Amioid beta merupakan protein iris dari APP (bahasa Inggris: amyloid precursor protein)
* filamen PH yang menumpuk di dalam soma,
* suatu lesi yang disebut badan Lewy
* rasio proNGF yang tinggi. ProNGF merupakan prekursor hormon NGF yang sering juga ditemukan memiliki rasio tinggi pada manusia berusia lanjut
* rasio protein S100-beta yang tinggi, sebuah protein yang selalu dijumpai pada fasa perkembangan neurita. Interaksi antara protein S100-beta dan tau dianggap merupakan simulator perkembangan neurita.
* tingginya rasio kemokina CCL2 yang merupakan kemotaksis utama dari monosit
* gangguan metabolisme glukosa serebral pada area hipokampal, dan hilangnya neurotransmiter kolinergic kortikal, dan rendahnya laju O-GlkNAsilasi pada otak kecil
O-GlkNAsilasi adalah salah satu proses glikosilasi modifikasi paska-translasi dari protein nukleositoplasma dengan beta-N-asetil-glukosamina yang bergantung pada metabolisme glukosa.
* defisiensi CD36 atau EAAT.
Simtoma Alzheimer ditandai dengan perubahan-perubahan yang bersifat degeneratif pada sejumlah sistem neurotransmiter, termasuk perubahan fungsi pada sistem neural monoaminergik yang melepaskan asam glutamat, noradrenalin, serotonin dan serangkaian sistem yang dikendalikan oleh neurotransmiter. Perubahan degeneratif juga terjadi pada beberapa area otak seperti lobus temporal dan lobus parietal, dan beberapa bagian di dalam korteks frontal dan girus singulat, menyusul dengan hilangnya sel saraf dan sinapsis.

Sekretase-β dan presenilin-1 merupakan enzim yang berfungsi untuk mengiris domain terminus-C pada molekul AAP dan melepaskan enzim kinesin dari gugus tersebu Apoptosis terjadi pada sel saraf yang tertutup plak amiloid yang masih mengandung molekul terminus-C, dan tidak terjadi jika molekul tersebut telah teriris. Hal ini disimpulkan oleh tim dari Howard Hughes Institute yang dipimpin oleh Lawrence S. B. Goldstein, bahwa terminus-C membawa sinyal apoptosis bagi neuron. Sinyal apoptosis juga diekspresikan oleh proNGF yang tidak teriris, saat terikat pada pencerap neurotrofin p75NTR, dan distimulasi hormon sortilin.

Penumpukan plak ditengarai karena induksi apolipoprotein-E yang bertindak sebagai protein kaperon, defiensi vitamin B1 yang mengendalikan metabolisme glukosa serebral seperti O-GlkNAsilasi, dan kurangnya enzim yang terbentuk dari senyawa tiamina seperti kompleks ketoglutarat dehidrogenase-alfa, kompleks piruvat dehidrogenase, transketolase, O-GlcNAc transferase, protein fosfatase 2A, dan beta-N-asetilglukosaminidase. Hal ini berakibat pada peningkatan tekanan zalir serebrospinal, menurunnya rasio hormon CRH, dan terpicunya simtoma hipoglisemia di dalam otak walaupun tubuh mengalami hiperglisemia.

Selain disfungsi enzim presenilin-1 yang memicu simtoma ataksia, masih terdapat enzim Cdk5 dan GSK3beta yang menyebabkan hiperfosforilasi protein tau, hingga terbentuk tumpukan PHF. Hiperfosforilasi juga menjadi penghalang terbentuknya ligasi antara protein S100beta dan tau, dan menyebabkan distrofi neurita, meskipun kelainan metabolisme seng juga dapat menghalangi ligasi ini.

Simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia juga menginduksi hiperfosforilasi protein tau, dan oligomerasi amiloid-beta yang berakibat pada penumpukan plak amiloid.Namun meski insulin menginduksi oligomerasi amiloid-beta, insulin juga menghambat enzim aktivitas enzim kaspase-9 dan kaspase-3 yang juga membawa sinyal apoptosis, dan menstimulasi sekresi Hsp70 oleh sel LAN5 untuk mengaktivasi program pertahanan sel

Terdapat kontroversi minor dengan dugaan bahwa hiperfosforilasi tersebut disebabkan oleh infeksi laten oleh virus campak, atau Borrelia. Tujuh dari 10 kasus Alzheimer yang diteliti oleh McLean Hospital Brain Bank of Harvard University, menunjukkan infeksi semacam ini.




Powered by Yahoo! Answers

Saturday, May 17, 2014

Gimana ya cara mengobati Alzheimer?

Q. Halo, Saya punya nenek umurnya 83 tahun. Nenek heimer saya sudah terkena penyakit Alzheimer sejak akhir tahun 2008. Saya Mulai Pusing karena nenek saya kadang2 pikirannya ngaco. Misalnya Nenek Saya Panggil Saya, tapi panggilnya nama sepupu saya. Gimanaya cara mengobati penyakit Alzheimer kaya gini?

A. Berikut obat pikun yang ada : 1. Donepezil Donepezil adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Donepezil tersedia dalam bentuk tablet oral. Biasanya diminum satu kali sehari sebelum tidur, sebelum atau sesudah makan. Dokter anda akan memberikan dosis rendah pada awalnya lalu ditingkatkan setelah 4 hingga 6 minggu. Efek samping yang sering terjadi sewaktu minum Donepezil adalah sakit kepala, nyeri seluruh badan, lesu, mengantuk, mual, muntah, diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kram, nyeri sendi, insomnia, dan meningkatkan frekwensi buang air kecil. 2. Rivastigmine Rivastigmine adalah obat yang diminum secara oral untuk mengobati penyakit Alzheimer taraf rendah hingga medium. Setelah enam bulan pengobatan dengan Rivastigmine, 25-30% penderita dinilai membaik pada tes memori, pengertian dan aktivitas harian dibandingkan pada pasien yang diberikan plasebo hanya 10-20%. Rivastigmine biasanya diberikan dua kali sehari setelah makan. Karena efek sampingnya pada saluran cerna pada awal pengobatan, pengobatan dengan Rivastigmine umumnya dimulai dengan dosis rendah, biasanya 1,5 mg dua kali sehari, dan secara bertahap ditingkatkan tidak lebih dari 2 minggu. Dosis maksimum biasanya hingga 6 mg dua kali sehari. Jika pasien mengalami gangguan pencernaan yang bertambah parah karena efek samping obat seperti mual dan muntah, sebaiknya minum obat dihentikan untuk beberapa dosis lalu dilanjutkan dengan dosis yang sama atau lebih rendah. Sekitar setengah pasien yang minum Rivastigmine menjadi mual dan sepertiganya mengalami muntah minimal sekali, seringkali terjadi pada pengobatan di beberapa minggu pertama pengobatan sewaktu dosis ditingkatkan. Antar seperlima hingga seperempat pasien mengalami penurunan berat badan sewaktu pengobatan dengan Rivastigmine (sekitar 7 hingga 10 poun). Seperenam pasien mengalami penurunan nafsu makan. Satu dari lima puluh pasien mengalami pusing. Secara keseluruhan, 15 % pasien (antara sepertujuh atau seperenam) tidak melanjutkan pengobatan karena efek sampingnya. 3. Galantamine HBr Galantamine biasanya diberikan dua kali sehari, setelah makan pagi dan malam. Seringkali Galantamine diberikan dengan dosis rendah pada awalnya yaitu 4 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu dan dilanjutkan dengan 8 mg dua kali sehari untuk beberapa minggu pengobatan selanjutnya. Meskipun demikian, beberapa pasien membutuhkan dosis yang lebih besar. Untuk kapsul lepas lambat diminum satu kali sehari. Obat dari golongan antikolinergik yang langsung masuk ke dalam otak, seperti Atropin, Benztropin dan Ttriheksiphenil memberikan efek yang berseberangan dengan Galantamine dan harus dihindari minum obat tersebut jika dalam pengobatan dengan Galantamine. Efek samping yang sering terjadi dari Galantamine adalah mual (seperenam pasien mengalaminya) , muntah ( lebih dari 10 %), diare (lebih dari seperdelapan pasien), anoreksia, kehilangan berat badan. Efeks samping ini umumnya terjadi pada awal pengobatan atau ketika dosis ditingkatkan. Efek samping yang terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara. Minum Galantamine sesudah makan dan minum dengan air yang cukup akan mengurangi akibat efek sampingnya. Kurang dari 10 % pasien harus menghentikan pengobatan karena efek samping. Untuk pemilihan obat pikun atau obat Alzheimer yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter. Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat pikun atau obat Alzheimer secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat pikun atau obat Alzheimer sesuai kebutuhan anda.

sobat... tolongin donk. aku kehabisan bahan untuk bercerita tentang Alzheimer.?
Q.

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan
merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan
mengecil. Alzheimer juga
dikatakan sebagai penyakit
yang sinonim dengan orang tua. Risiko untuk mengidap
Alzheimer, meningkat seiring
dengan pertambahan usia.
Bermula pada usia 65 tahun,
seseorang mempunyai risiko
lima persen mengidap penyakit ini dan akan
meningkat dua kali lipat
setiap lima tahun, kata
seorang dokter. Menurutnya,
sekalipun penyakit ini
dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan
bahawa pesakit pertama
yang dikenal pasti menghidap
penyakit ini ialah wanita
dalam usia awal 50-an. Penyakit Alzheimer paling
sering ditemukan pada orang
tua berusia sekitar 65 tahun
ke atas. Di negara maju
seperti Amerika Serikat saat
ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita
penyakit Alzheimer. Angka ini
diperkirakan akan
meningkat sampai hampir 4
kali pada tahun 2050. Hal
tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup
pada masyarakat di negara
maju, sehingga populasi
penduduk lanjut usia juga
bertambah. Pada tahap awal
perkembangan Alzheimer,
penurunan faktor-faktor
risiko vaskular dapat
menyulitkan diagnosis
sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia .

cara kerja penyakit alzheimer?
Q.

A. * Gangguan memori yang mempengaruhi keterampilan pekerjaan, seperti; lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air,
* Kesulitan melakukan tugas yang biasa dilakukan, seperti; tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri.
* Kesulitan bicara dan berbahasa
* Disorientasi waktu, tempat dan orang, seperti; keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak tahu membeli barang ke kedai, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.
* Kesulitan mengambil keputusan yang tepat
* Kesulitan berpikir abstrak, seperti; orang yang sakit juga mendengar suara atau bisikan halus dan melihat bayangan menakutkan.
* Salah meletakkan barang
* Perubahan mood dan perilaku, seperti; menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya.
* Perubahan kepribadian, seperti; seperti menjerit, terpekik dan mengikut perawat ke mana saja walaupun ke WC.
* Hilangnya minat dan inisiatif

Orang yang sakit juga kadangkala akan berjalan ke sana sini tanpa sebab dan pola tidur mereka juga berubah. Orang yang sakit akan lebih banyak tidur pada waktu siang dan terbangun pada waktu malam.

Secara umum, orang sakit yang didiagnosis mengidap penyakit ini meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia. Ini disebabkan, pada waktu itu orang yang sakit tidak dapat melakukan sembarang aktivitas lain.
Pada otak penderita Alzheimer, ditemukan:

* penumpukan peptida dengan panjang 42-43 AA yang disebut amiloid-beta,[9] dikelilingi neurita distrofis. Amioid beta merupakan protein iris dari APP (bahasa Inggris: amyloid precursor protein)
* filamen PH yang menumpuk di dalam soma,
* suatu lesi yang disebut badan Lewyan prekursor hormon NGF yang sering juga ditemukan memiliki rasio tinggi pada manusia berusia lanjut
* rasio protein S100-beta yang tinggi, sebuah protein yang selalu dijumpai pada fasa perkembangan neurita. Interaksi antara protein S100-beta dan tau dianggap merupakan simulator perkembangan neurita
* tingginya rasio kemokina CCL2 yang merupakan kemotaksis utama dari monosit.[14]
* gangguan metabolisme glukosa serebral pada area hipokampal, dan hilangnya neurotransmiter kolinergic kortikal,[15] dan rendahnya laju O-GlkNAsilasi pada otak kecil.[16] O-GlkNAsilasi adalah salah satu proses glikosilasi modifikasi paska-translasi dari protein nukleositoplasma dengan beta-N-asetil-glukosamina yang bergantung pada metabolisme glukosa.
* defisiensi CD36 atau EAAT.
Simtoma Alzheimer ditandai dengan perubahan-perubahan yang bersifat degeneratif pada sejumlah sistem neurotransmiter, termasuk perubahan fungsi pada sistem neural monoaminergik yang melepaskan asam glutamat, noradrenalin, serotonin dan serangkaian sistem yang dikendalikan oleh neurotransmiter. Perubahan degeneratif juga terjadi pada beberapa area otak seperti lobus temporal dan lobus parietal, dan beberapa bagian di dalam korteks frontal dan girus singulat,menyusul dengan hilangnya sel saraf dan sinapsis.

alzheimer karena terlalu mumet?
Q. bener ga sih orang yang kebanyakan isi otaknya bisa kena penyakit al zheimer? apa sih penyebab utamanya>?

A. Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, alzheimer bukanlah disebabkan penuaan. Ilmuwan berpendapat, alzheimer dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

hubungannya penyakit alzheimer dengan saraf autonom itu apa ya?
Q. saat ini saya sedang ,mengerjakan makalah bertema saraf autonom. apa hubungannya dengan alzheimer yaa? apa obatnya atau apa???

A. Pada otak penderita Alzheimer, ditemukan:

* penumpukan peptida dengan panjang 42-43 AA yang disebut amiloid-beta,[9] dikelilingi neurita distrofis. Amioid beta merupakan protein iris dari APP (bahasa Inggris: amyloid precursor protein)
* filamen PH yang menumpuk di dalam soma,
* suatu lesi yang disebut badan Lewy
* rasio proNGF yang tinggi. ProNGF merupakan prekursor hormon NGF yang sering juga ditemukan memiliki rasio tinggi pada manusia berusia lanjut
* rasio protein S100-beta yang tinggi, sebuah protein yang selalu dijumpai pada fasa perkembangan neurita. Interaksi antara protein S100-beta dan tau dianggap merupakan simulator perkembangan neurita.
* tingginya rasio kemokina CCL2 yang merupakan kemotaksis utama dari monosit
* gangguan metabolisme glukosa serebral pada area hipokampal, dan hilangnya neurotransmiter kolinergic kortikal, dan rendahnya laju O-GlkNAsilasi pada otak kecil
O-GlkNAsilasi adalah salah satu proses glikosilasi modifikasi paska-translasi dari protein nukleositoplasma dengan beta-N-asetil-glukosamina yang bergantung pada metabolisme glukosa.
* defisiensi CD36 atau EAAT.
Simtoma Alzheimer ditandai dengan perubahan-perubahan yang bersifat degeneratif pada sejumlah sistem neurotransmiter, termasuk perubahan fungsi pada sistem neural monoaminergik yang melepaskan asam glutamat, noradrenalin, serotonin dan serangkaian sistem yang dikendalikan oleh neurotransmiter. Perubahan degeneratif juga terjadi pada beberapa area otak seperti lobus temporal dan lobus parietal, dan beberapa bagian di dalam korteks frontal dan girus singulat, menyusul dengan hilangnya sel saraf dan sinapsis.

Sekretase-β dan presenilin-1 merupakan enzim yang berfungsi untuk mengiris domain terminus-C pada molekul AAP dan melepaskan enzim kinesin dari gugus tersebu Apoptosis terjadi pada sel saraf yang tertutup plak amiloid yang masih mengandung molekul terminus-C, dan tidak terjadi jika molekul tersebut telah teriris. Hal ini disimpulkan oleh tim dari Howard Hughes Institute yang dipimpin oleh Lawrence S. B. Goldstein, bahwa terminus-C membawa sinyal apoptosis bagi neuron. Sinyal apoptosis juga diekspresikan oleh proNGF yang tidak teriris, saat terikat pada pencerap neurotrofin p75NTR, dan distimulasi hormon sortilin.

Penumpukan plak ditengarai karena induksi apolipoprotein-E yang bertindak sebagai protein kaperon, defiensi vitamin B1 yang mengendalikan metabolisme glukosa serebral seperti O-GlkNAsilasi, dan kurangnya enzim yang terbentuk dari senyawa tiamina seperti kompleks ketoglutarat dehidrogenase-alfa, kompleks piruvat dehidrogenase, transketolase, O-GlcNAc transferase, protein fosfatase 2A, dan beta-N-asetilglukosaminidase. Hal ini berakibat pada peningkatan tekanan zalir serebrospinal, menurunnya rasio hormon CRH, dan terpicunya simtoma hipoglisemia di dalam otak walaupun tubuh mengalami hiperglisemia.

Selain disfungsi enzim presenilin-1 yang memicu simtoma ataksia, masih terdapat enzim Cdk5 dan GSK3beta yang menyebabkan hiperfosforilasi protein tau, hingga terbentuk tumpukan PHF. Hiperfosforilasi juga menjadi penghalang terbentuknya ligasi antara protein S100beta dan tau, dan menyebabkan distrofi neurita, meskipun kelainan metabolisme seng juga dapat menghalangi ligasi ini.

Simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia juga menginduksi hiperfosforilasi protein tau, dan oligomerasi amiloid-beta yang berakibat pada penumpukan plak amiloid.Namun meski insulin menginduksi oligomerasi amiloid-beta, insulin juga menghambat enzim aktivitas enzim kaspase-9 dan kaspase-3 yang juga membawa sinyal apoptosis, dan menstimulasi sekresi Hsp70 oleh sel LAN5 untuk mengaktivasi program pertahanan sel

Terdapat kontroversi minor dengan dugaan bahwa hiperfosforilasi tersebut disebabkan oleh infeksi laten oleh virus campak, atau Borrelia. Tujuh dari 10 kasus Alzheimer yang diteliti oleh McLean Hospital Brain Bank of Harvard University, menunjukkan infeksi semacam ini.




Powered by Yahoo! Answers

Friday, May 16, 2014

Apa sih penyakit Alzheimer ?

Q.

A. Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak[1]. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.

Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.

Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. "Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun," kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.

Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Sejarah Alzheimer

Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.

Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).

Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.

Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
[sunting] Pengungkapan terhadap Alzheimer

Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.

Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
[sunting] Tingkat Alzheimer

Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.

Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.

Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.

Pengobatan alami

Ginkgo biloba adalah obat yang paling banyak dipakai untuk gangguan syaraf. Ini mempunyai zat antioksidan dan anti radang yang bisa melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Phosphatidylserine, Huperzine A dan Vinpocetine adalah beberapa pengobatan herbal lain.

Makanan

Pengidap alzheimer seharusnya menghindari makanan berlemak dan berkalori tinggi. Mereka seharusnya juga menghindari garam, alkohol, rokok, makanan olahan, karbohidrat refinasi dan polusi. Pengidap alzheimer harus makan makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, teh hijau dst.

Pencegahan

Lakukan beberapa olah raga otak seperti teka teki silang.

apakah alzheimer itu sama dengan pikun?
Q.

A. Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif yang di sebabkan karena berkurangnya gizi di otak[1]. Penyakit Alzheimer bukannya sejenis penyakit menular. Penyakit Alzheimer adalah keadaan di mana daya ingatan seseorang merosot dengan parahnya sehingga pengidapnya tidak mampu mengurus diri sendiri. Penyakit Alzheimer bukannya 'kekanak-kanakan karena usia tua' yang sekadar suatu proses penuaan. Sebaliknya, adalah sejenis masalah kesehatan yang amat menyiksa dan perlu diberikan perhatian.

Alzheimer digolongkan ke dalam salah satu dari jenis nyanyuk (dementia) yang dicirikan dengan melemahnya percakapan, kewarasan, ingatan, pertimbangan, perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani bukan saja kepada pengidapnya, malah anggota keluarga yang menjaga. Penyakit Alzheimer yang menurunkan fungsi memori ini juga menjejaskan fungsi intelektual dan sosial penghidapnya. Biasanya, anggota keluarga hanya datang membawa orang yang sakit berjumpa dokter apabila mereka sudah tidak tahan dengan gejala orang yang sakit.

Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, ia bukanlah disebabkan penuaan. Bagaimanapun, ilmuwan berpendapat, ia dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, penyakit yang sinonim dengan orang tua ini, meningkat seiring dengan pertambahan usia. "Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun," kata Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.

Menurut Esther, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Sejarah Alzheimer

Penyakit yang pertama kalinya, ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer, menurut namanya.

Hasil bedah pengamatan, Alzheimer mendapati Syaraf otak tersebut bukan saja mengecut, malah dipenuhi dengan gumpalan protein yang luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).

Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun penyakit ini yang semula ditemukan hampir satu abad yang lalu, ia tidak seterkenal penyakit yang lainnya seperti sakit jantung, hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau sebagainya.

Kemungkinan ini disebabkan oleh penyakit ini tidak dapat dilihat gejalanya langsung seperti penyakit hipertensi yang dapat dilihat melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Penelitian klinis terbaru menunjukkan suplementasi dengan asam lemak omega-3 dapat memperlambat menurunan fungsi kognitif pada penderita alzheimer ringan.
[sunting] Pengungkapan terhadap Alzheimer

Publikasi mengenai penyakit Alzheimer masih rendah dan banyak orang tidak mengetahui tentang penyakit ini sampai dipublikasikan secara terbuka sendiri oleh bekas Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan dalam suratnya tertanggal 5 November 1994.

Penyakit Alzheimer sukar dideteksi sebab banyak yang beranggapan orang tua yang semula lupa, adalah sesuatu yang lazim karena faktor usia. Padahal itu mungkin tanda-tanda awal seseorang itu mengidap penyakit Alzheimer.
[sunting] Tingkat Alzheimer

Lupa meletakkan kunci mobil, mengambil baki uang, tidak tahu membeli barang ke kedai, lupa nomor telepon atau kardus obat yang biasa dimakan ialah di antara sebagian gejala ringan.

Apabila orang yang sakit lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau cara-cara mengaduk air dikategorikan sebagai tingkat sederhana.

Apabila orang yang sakit sudah tidak mampu melakukan perkara asas seperti menguruskan diri sendiri, keliru dengan keadaan sekitar rumah, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat, ia menandakan orang yang sakit berada di tingkat yang serius.

Pengobatan alami

Ginkgo biloba adalah obat yang paling banyak dipakai untuk gangguan syaraf. Ini mempunyai zat antioksidan dan anti radang yang bisa melindungi sel-sel otak dari kerusakan. Phosphatidylserine, Huperzine A dan Vinpocetine adalah beberapa pengobatan herbal lain.

Makanan

Pengidap alzheimer seharusnya menghindari makanan berlemak dan berkalori tinggi. Mereka seharusnya juga menghindari garam, alkohol, rokok, makanan olahan, karbohidrat refinasi dan polusi. Pengidap alzheimer harus makan makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin A, vitamin C, teh hijau dst.

Pencegahan

Lakukan beberapa olah raga otak seperti teka teki silang.

apa sih penyebab alzheimer?
Q. Apa penyakit tersebut hanya di derita oleh orang yang sudah lansia saja?

A. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan,[1] sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun, kata seorang dokter. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahawa pesakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an.

Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Di negara maju seperti Amerika Serikat saat ini ditemukan lebih dari 4 juta orang usia lanjut penderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali di tahun 2050. Hal tersebut berkaitan dengan lebih tingginya harapan hidup pada masyarakat di negara maju, sehingga populasi penduduk lanjut usia juga bertambah.

Teman ane kena penyakit alzheimer(apa tuh)?
Q. penyakit apa tuh gan?

A. Penyakit Alzheimer adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan penilaian secara bertahap, yang biasanya disertai dengan perubahan kepribadian dan kemampuan untuk mengekspresikan diri. Jadi, kondisi kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi menurun secara drastis, sehingga mempengaruhi aktivitas harian.

Hal ini terjadi akibat akumulasi dari gumpalan protein dan kekusutan serabut sel saraf di dalam otak seseorang yang mengakibatkan terjadinya kematian sel saraf di dalam otak, sehingga mengganggu fungsi normal dari otak. Hal ini lebih sering terjadi pada mereka dengan riwayat hipertensi atau riwayat keluarga menderita Alzheimer, dan juga pada orang tua. Sayangnya, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit ini, dengan sebagian besar perawatan dan intervensi ditujukan untuk mengurangi gejala saja. Akan tetapi, keadaan individu yang terkena penyakit Alzheiner berdegenerasi secara berbeda-beda; mereka dengan penyakit onset dini umumnya memiliki prognosis yang buruk. Komplikasinya antara lain infeksi, ulkus dekubitus, dan kegagalan organ. Bagi mereka yang menderita kondisi seperti ini harus segera berkonsultasi dengan seorang dokter.

Alzheimer memang bukan merupakan penyakit menular, namun adalah sejenis sindrom dengan apoptosis sel â sel otak pada saat bersamaan. Meski lebih banyak ditemukan pada orang tua berusia 65 tahun ke atas, namun saat ini beberapa gejala penyakit Alzheimer juga banyak ditemukan pada usia muda dan jumlahnya terus meningkat.

Alzheimer adalah Penyakit yang termasuk dalam sub tipe penyakit demensia, suatu penyakit degeneratif yang banyak diderita oleh anda yang telah berumur di atas 50 tahun. bahkan Beberapa kasus penyakit demensia Alzheimer juga diderita oleh orang yang berusia 40 tahun. Dan apabila gejala itu muncul di atara anda yang berumur dibawah 30 tahun, lebih disebabkan karena faktor kecemasan atau sulitnya dalam beradaptasi dengan lingkungan dan sulit konsentrasi. Sehingga yang perlu dilakukan adalah anda harus menemukan pemicu kecemasan anda dan berusaha untuk mengatasinya.

Gejala Awal Penyakit Alzheimer

Selama ini pasien alzheimer tidak menunjukkan adanya gangguan dengan daya ingat, sampai akhirnya mereka mengalami kondisi yang memburuk dengan beberapa bagian otak sudah hancur dan penyakitnya tidak lagi dapat disembuhkan. Gangguan tidur pada orang yang berusia di atas 60 tahun diduga kuat, merupakan gejala awal penyakit Alzheimer. Pencarian gejala awal alzheimer penting dilakukan untuk mencari cara pengobatan, yang tentu harus melibatkan anggota keluarganya sendiri.

Beragam Penyebab Penyakit Alzheimer Saat Usia Muda

Pengobatan sejak dini dilakukan untuk mencegah rusaknya ingatan dan kemampuan berpikir pasien yang menderita Alzheimer. Bahkan dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa tanda-tanda penyakit Alzheimer sudah dapat dideteksi 20 tahun lebih awal sebelum gejala pertama Penyakit Alzheimer biasanya terlihat. penelitian yang dilakukan oleh lembaga alzheimer banner di arizona mengkaji sekelompok pasien di kolombia yang menderita alzheimer secara turunan. dan didapatkan hasil bahwa berlangsungnya mutasi genetika membuat para pasien tersebut sudah menderita alzheimer pada usia 40 dan kondisinya akan semakin parah, berdasarkan pengaruh usianya. Selain diakibatkan oleh factor keturunan atau genetic, penyebab Penyakit Alzheimer adalah; Penderita hipertensi yang mencapai diatas 40 tahun, Penderita kencing manis atau diabetes mellitus, Kurang aktifitas atau olah raga dan mempunyai Tingkat kolesterol yang tinggi.

Alzheimer Pada Pasien Wanita

Berdasarkan penelitian tersebut, memperkuat kenyakinan bahwa Alzheimer berkembang jauh sebelum penderita menyadari bahwa dirinya menderita penyakit yang berbahaya. Dan perlu diketahui bahwa, penyakit ini akan semakin parah dirasakan pada pasien wanita. para peneliti beranggapan bahwa Setelah memasuki masa menopause, kaum wanita akan kehilangan hormon estrogen, sedangkan pada pria memiliki cadangan kognitif yang melindungi diri dari Alzheimer.

Sampai saat ini, penyakit Alzheimer belum ditemukan obatnya, namun perawatan yang tepat, dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien yang menderita Penyakit Alzheimer.

Ringkasan :

1. Alzheimer adalah penyakit yang menyerang sel otak, sehingga mempengaruhi kecerdasan intelektual dan kemampuan bersosialisasi,
2. Pola hidup tidak sehat, factor usia dan keturunan merupakan penyebab Penyakit Alzheimer,
3. Penyakit Alzheimer belum ditemukan obatnya.

Semoga menjelaskan ^^

apa mungkin remaja terkena alzheimer?
Q. dan apa tanda2 pastinya

makasih

A. Iya, remaja memang memiliki kemungkinan terkena Alzheimer.

Alzheimer lazimnya terjadi pada orang tua berusia 65 tahun ke atas.
Namun pada wanita, dampaknya terasa pada rataan umur 50 tahun.

Alzheimer bisa terjadi karena minimnya aktifitas syaraf mbak. Seperti olah raga,tingkat kolesterol dan kadar lemak yang terlalu tinggi, dan kebiasaan hidup tidak sehat.

Tapi bisa juga menjadi penyakit keturunan, dengan catatan, mbak memiliki gen penyakit DIABETES atau ALZHEIMER dari orang tua mbak.

Untuk diabetes, biasanya ini bersifat silang.
Jika ayah menderita diabetes, biasanya menurun ke anak perempuan.
Jika ibu diabetes, menurun ke anak laki laki.
Meskipun tidak menutup kemungkinan diabetes menurun secara lurus, tidak menyilang.
Atau mbak terkena diabetes non-genetik.

----------------------------------------------------------------

Gejala umumnya:
Mbak sering lupa dengan sesuatu. Misalnya mbak lupa meletakkan handphone dimana, padahal mbak baru saja melakukannya.
Atau mbak sering lupa nama orang orang yang sering bertemu dengan mbak.
Lupa siapa anggota keluarga, lupa siapa teman teman, namun beberapa saat kemudian, mbak teringat kepada mereka.

Mbak lupa apa yang akan mbak lakukan.
Misalnya mbak pergi kedapur, mbak berniat mau masak, tapi sesampainya di dapur, mbak gatau harus ngepain. Awalnya mau masak, tapi mbak kebingunga, akhirnya mbak memilih untuk meminum air.

Mbak mengalami dekadensi perilaku. Dalam arti, mbak tidak bisa merawat diri mbak.
Mbak pergi ke sekolah tanpa mandi, tanpa sarapan, tanpa sisiran, bukan karena mbak tidak mau melakukannya, tapi mbak memang tidak terpikir untuk melakukannya.

Ilusi dan Delusi.
Dimana mbak bakal merasa ada sosok yang hadir selain mbak, pada saat mbak sendirian atau sedang bersama orang lain. Ilusi dan delusi ini biasanya bersifat SUARA dan BAYANGANG.
Mbak merasa mendengar suara aneh, atau melihat bayangan sesuatu, dimana orang lain tidak merasakan kehadiran suara dan bayangan itu.

Menjadi bipolar.
Artinya mbak bisa mengalami perubahan perasaan (mood) dalam maktu yang sangat cepat.
Misalnya mbak sedang menikmati pembicaraan dengan teman mbak, tertawa, dan bahagia.
Tapi tiba tiba mbak merasa sangat jengkel dengan dia tanpa alasan yang jelas. Mbak marah, dan benci kepada teman mbak. Tapi beberapa saat kemudian, mbak merasa tidak ada yang terjadi.
Dan kembali menikmati pembicaraan.

Kesulitan berbicara.
Kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin kita katakan.
Dan mengalami kesulitan untuk berpikir dan menentukan pilihan.

Semoga berkenan mbak.
Semoga mbak dalam keadaan sehat selalu, amin :)




Powered by Yahoo! Answers

Saturday, May 3, 2014

alzheimer karena terlalu mumet?

Q. bener ga sih orang yang kebanyakan isi otaknya bisa kena penyakit al zheimer? apa sih penyebab utamanya>?

A. Hingga kini, sumber sebenarnya penyakit ini tidak diketahui. Tetapi, alzheimer bukanlah disebabkan penuaan. Ilmuwan berpendapat, alzheimer dikaitkan dengan pembentukan dan perubahan pada sel-sel saraf yang normal menjadi serat.
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.

hubungannya penyakit alzheimer dengan saraf autonom itu apa ya?
Q. saat ini saya sedang ,mengerjakan makalah bertema saraf autonom. apa hubungannya dengan alzheimer yaa? apa obatnya atau apa???

A. Pada otak penderita Alzheimer, ditemukan:

* penumpukan peptida dengan panjang 42-43 AA yang disebut amiloid-beta,[9] dikelilingi neurita distrofis. Amioid beta merupakan protein iris dari APP (bahasa Inggris: amyloid precursor protein)
* filamen PH yang menumpuk di dalam soma,
* suatu lesi yang disebut badan Lewy
* rasio proNGF yang tinggi. ProNGF merupakan prekursor hormon NGF yang sering juga ditemukan memiliki rasio tinggi pada manusia berusia lanjut
* rasio protein S100-beta yang tinggi, sebuah protein yang selalu dijumpai pada fasa perkembangan neurita. Interaksi antara protein S100-beta dan tau dianggap merupakan simulator perkembangan neurita.
* tingginya rasio kemokina CCL2 yang merupakan kemotaksis utama dari monosit
* gangguan metabolisme glukosa serebral pada area hipokampal, dan hilangnya neurotransmiter kolinergic kortikal, dan rendahnya laju O-GlkNAsilasi pada otak kecil
O-GlkNAsilasi adalah salah satu proses glikosilasi modifikasi paska-translasi dari protein nukleositoplasma dengan beta-N-asetil-glukosamina yang bergantung pada metabolisme glukosa.
* defisiensi CD36 atau EAAT.
Simtoma Alzheimer ditandai dengan perubahan-perubahan yang bersifat degeneratif pada sejumlah sistem neurotransmiter, termasuk perubahan fungsi pada sistem neural monoaminergik yang melepaskan asam glutamat, noradrenalin, serotonin dan serangkaian sistem yang dikendalikan oleh neurotransmiter. Perubahan degeneratif juga terjadi pada beberapa area otak seperti lobus temporal dan lobus parietal, dan beberapa bagian di dalam korteks frontal dan girus singulat, menyusul dengan hilangnya sel saraf dan sinapsis.

Sekretase-β dan presenilin-1 merupakan enzim yang berfungsi untuk mengiris domain terminus-C pada molekul AAP dan melepaskan enzim kinesin dari gugus tersebu Apoptosis terjadi pada sel saraf yang tertutup plak amiloid yang masih mengandung molekul terminus-C, dan tidak terjadi jika molekul tersebut telah teriris. Hal ini disimpulkan oleh tim dari Howard Hughes Institute yang dipimpin oleh Lawrence S. B. Goldstein, bahwa terminus-C membawa sinyal apoptosis bagi neuron. Sinyal apoptosis juga diekspresikan oleh proNGF yang tidak teriris, saat terikat pada pencerap neurotrofin p75NTR, dan distimulasi hormon sortilin.

Penumpukan plak ditengarai karena induksi apolipoprotein-E yang bertindak sebagai protein kaperon, defiensi vitamin B1 yang mengendalikan metabolisme glukosa serebral seperti O-GlkNAsilasi, dan kurangnya enzim yang terbentuk dari senyawa tiamina seperti kompleks ketoglutarat dehidrogenase-alfa, kompleks piruvat dehidrogenase, transketolase, O-GlcNAc transferase, protein fosfatase 2A, dan beta-N-asetilglukosaminidase. Hal ini berakibat pada peningkatan tekanan zalir serebrospinal, menurunnya rasio hormon CRH, dan terpicunya simtoma hipoglisemia di dalam otak walaupun tubuh mengalami hiperglisemia.

Selain disfungsi enzim presenilin-1 yang memicu simtoma ataksia, masih terdapat enzim Cdk5 dan GSK3beta yang menyebabkan hiperfosforilasi protein tau, hingga terbentuk tumpukan PHF. Hiperfosforilasi juga menjadi penghalang terbentuknya ligasi antara protein S100beta dan tau, dan menyebabkan distrofi neurita, meskipun kelainan metabolisme seng juga dapat menghalangi ligasi ini.

Simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia juga menginduksi hiperfosforilasi protein tau, dan oligomerasi amiloid-beta yang berakibat pada penumpukan plak amiloid.Namun meski insulin menginduksi oligomerasi amiloid-beta, insulin juga menghambat enzim aktivitas enzim kaspase-9 dan kaspase-3 yang juga membawa sinyal apoptosis, dan menstimulasi sekresi Hsp70 oleh sel LAN5 untuk mengaktivasi program pertahanan sel

Terdapat kontroversi minor dengan dugaan bahwa hiperfosforilasi tersebut disebabkan oleh infeksi laten oleh virus campak, atau Borrelia. Tujuh dari 10 kasus Alzheimer yang diteliti oleh McLean Hospital Brain Bank of Harvard University, menunjukkan infeksi semacam ini.

bisakah alzheimer menyerang remaja?
Q.

A. Sepertinya tidak...
mungkin di usia remaja, bbrapa orang hanya mengalami pikun ringan..
atau sangat jarang terjadi pada kaum remaja..

penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti kognitif, aktivitas harian dan tingkah laku.

Orang yang berisiko

- pengidap hipertensi yang mencapai usia 40 tahun ke atas
- Pengidap kencing manis
- Kurang berolahraga
- Tingkat kolesterol yang tinggi
- Faktor keturunan - mempunyai keluarga yang mengidap penyakit ini pada usia 50-an.

,,,___,,,

tanya tentang Alzheimer....?
Q. Mengapa PKM zeta banyak terakumulasi pada sitoplasma sel neuron penderita Alzheimer?
apakah ada hubungannya dengan protein beta amiloid? kalau ada seperti apa?

makasih sebelumnya...

A. maaf permisi bro, numpang nyimak aja, mau jwb tdk kompeten.

apakah penyakit pikun, dementia sama dementia alzheimer sama?kalo beda?dimana perbedaannya?
Q.

A. Pikun sama dengan dementia
Pikun dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah dementia. Istilah ini melukiskan kemunduran secara perlahan pada fungsi intelektual dan sosial yang dialami seseorang. Makin lama makin bertamah berat, yang disebabkan oleh gangguan pada jaringan otak.
Tiga ciri-ciri penderita penyakit pikun yaitu:
Adanya kemunduran kecerdasan atau intelektualnya.
Kemunduran tersebut bersifat perlahan-lahan yang semakin memburuk. Jadi orang yang mendadak kehilangan fungsi intelektual, misalnya sesudah mengalami geger otak, atau infeksi otak, tidaklah termasuk dalam kategori pikun.
Kemunduran intelektual tersebut disebabkan oleh gangguan-gangguan pada otak, apapun sebabnya.
--
Penyakit alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif yang secara epidemiologi terbagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menderita pada usia kurang 58 tahun disebut sebagai early onset sedangkan kelompok yang menderita pada usia lebih dari 58 tahun disebut sebagai late onset.
Orang tua tersebut yang tadinya sehat, akan mulai kehilangan kemampuannya secara efektif sebagai pekerja atau sebagai anggota keluarga. Hal ini menunjukkan munculnya penyakit degeneratif otak, tumor, multiple stroke, subdural hematoma atau penyakit depresi, yang merupakan penyebab utama demensia.
Istilah demensia digunakan untuk menggambarkan sindroma klinis dengan gejala menurunnya daya ingat dan hilangnya fungsi intelek lainnya.

Penyakit alzheimer dapat timbul pada semua umur, 96% kasus dijumpai setelah berusia 40 tahun keatas.




Powered by Yahoo! Answers